
Aku yang sedang merasa sedih karena bimo menikah lagi dan yang lebih membuatku mengutuk diriku sendiri kenapa aku harus menghadiri pernikahan suamiku sendiri?sampai saat ini aku masih tidak percaya dengan apa yang telah aku lakukan menginjakkan kaki kesana,kegedung pernikahan mereka?aku kembali dikejutkan dengan kedatangan bimo dikamar dengan wajah marah meraih rahangku dengan kuat...
"Kenapa kau harus datang dan membuat semuanya berantakan?"
"Apa kau pikir aku sudi menghadiri pesta pernikahanmu?" kataku dengan melotot keawajah bimo.
"Lalu kenapa kau ada disana?" bimo pun melepaskan cengkraman diwajahku yang terasa sakit.
"Bukankah yang seharusnya marah itu aku?" tanyaku dengan menahan emosi.
"Ooh jadi kau mau marah?silahkan luapkan amarahmu"
"Keluarlah bim aku tidak mau bertengkar denganmu"
"Aku peringatkan padamu jauhi ranti"
"Apa kau pikir aku sudi dekat dengan maduku sendiri?" bimo pun pergi.
Aku pun bangun lalu segera mengunci pintu kamarku lalu berjalan kearah meja riasku melihat wajahku dicengkram dengan kuat oleh bimo.Aku mulai muak dengan tingkah lakunya,aku ingin bercerai namun aku juga tidak ingin memnuat anakku harus terpisah dengan bimo yang walau pun aku tahu bimo juga tidak perduli dengan anak-anaknya karena saat ini dia sudah menikahi ranti yang dimani nantinya mereka juga akan memiliki anak dari pernikahan mereka.
__ADS_1
Keesokan harinya aku melakukan aktifitas seperti biasanya,setelah sarapan aku pun berangkat kebutik menyibukkan diriku dengan usaha yang aku rintis dari nol itu.Aku yang baru tiba dibutik dan bertemu dengan pegawaiku yang mengatakan ada seseorang yang sedang menungguku diruang kerjaku,aku pun segera menemuinya.Dia adalah ranti wanita yang baru saja dinikahi bimo yang tidak lain adalah maduku...
"Sudah menunggu lama?" tanyaku.
"Aku baru tiba"
"Ada apa kau menemuiku?" tanyaku.
"Kenapa mbak tidak berterus terang kalau bimo adalah suami mbak?maksudku mbak bisa saja mecakarku atau bahkan memukuliku karena aku berhubungan dengan suami mbak" kata ranti lalu tertunduk.
"Untuk apa aku melakukan itu?"
"Karena aku sudah merebut bimo"
"Ma-maksud mbak?" tanya ranti bingung.
"Sebelumnya bimo juga sudah pernah menikah secara sembunyi seperti ini,sebaiknya kau segera kembali karena nantinya bimo akan marah padaku"
"Jadi bimo sudah menghianati mbak sebelumnya?" tanya ranti dengan wajah yang tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.
"Ya.."
"Kenapa mbak masih bertahan dengannya?"
__ADS_1
"Diantara kami ada anak dan aku tidak ingin gagal kembali"
"Jadi benar apa yang dikatakan bimo kalau mbak janda?" tanya ranti dengan sangat hati-hati.
"Ya... mbak menikah dengannya dengan status janda dua orang anak"
"Maafkan aku mbak,aku tidak bermaksud merebut bimo dari mbak"
"Tidak perlu meminta maaf karena kau tidak bersalah"
"Aku akan bercerai dengannya mbak"
"Apa kau yakin?bahkan kalian baru menikah semalam"
"Aku tidak ingin jadi duri dalam pernikahan mbak" kata ranti dengan wajah sedih dan aku bisa melihat ketulusan dihatinya.
"Dengan bercerai dengannya itu tidak akan menyelesaikan masalah,pernikahan mbak dengan bimo sejak awal sudah bermasalah dan ini tidak ada sangkut pautnya denganmu" kataku mencoba menjelaskan pada ranti agar tidak bercerai dengan bimo.
"Tapi mbak.."
"Sudah jangan dipikirkan lagi,jalani saja semua ini karena pernikahan itu suci dan sakral"kataku meyakinkan maduku.
__ADS_1