Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Bisa kau jelaskan bim?


__ADS_3

Tidak lama setelah pintu rumah aku ketuk,pintu itu itu terbuka dan muncullah sosok wanita dengan pakaian minim dengan bercak merah dilehernya. Lalu dari belakang muncul bimo yang hanya memakai celana boxer keluar dari kamar memanggil mesra wanita yang ada didepanku itu.


"Cari siapa? "


"Aku mencari bimo"


"Sayang mana minumanku kenapa lama sekali"


"Bim.. " kataku.


"Sa-sayang kenapa kau ada disini? "


"Bisa kau jelaskan bim? "


"Aku akan meninggalkan kalian bicara berdua"


"Tetap disini" perintahku.


"Sayang.. " rengek wanita itu.


"Masuklah kita bicara didalam" aku pun masuk.


"Katakan.. " kataku dengan melihat tajam ke wajah bimo.


"Kami baru menikah, aku akan bersikap adil itu sebabnya kau jangan membuat onar disini"


"Adil? adil yang seperti apa bim? "


"Aku akan bersikap adil baik denganmu mau pun dengan amanda" bimo menggenggam tangan wanita yang bernama amanda itu.


"Ceraikan aku"

__ADS_1


"Aku tidak akan menceraikanmu"


"Kalau begitu tinggalkan dia bim... aku sedang mengandung anakmu"


"Aku tidak akan menceraikan siapaun jadi jangan mengaturku, camkan itu"


"Kita bertemu di pengadilan"


"Lily tunggu aku"


Aku pun terus berjalan dengan air mata mengalir disudut mataku, aku pun naik ke mobil lalu pergi meninggalkan tempat yang membuatku jijik melihat kebersamaan mereka.


"Lily tunggu"


"Sayang kau mau kemana? "


"Aku harus mengejarnya"


"Biarkan saja dia, tidak ada gunanyankau bicara sekarang karena dia tidak akan mendengarkanmu"


Aku yang mengira bimo akan mengejarku dan pulang ternyata aku salah, bimo bertahan dirumah wanita itu. Aku berusaha bersikap tenang selama mengemudikan mobil. Aku pun masuk kedalam rumah setelah terlebih dahulu menghubungi pemilik mobil untuk mengembalikan mobilnya.


"Sayang ada apa denganmu? "


"Mama" aku pun memeluk mama susan.


"Kenapa menangis, ayo cerita sama mama"


"Bimo selingkuh ma"


"Tidak mungkin sayang"

__ADS_1


"Aku sudah menangkap basah dia, bahkan aku sudah bertemu dengan maduku"


Mama susan terkejut mendengar ceritaku, wanita yang sudah aku anggap seperti orang tuaku sendiri itu terus menenangkanku dengan terus membelai kepalaku. Sedangkan papa mertuaku berusaha menghubungi bimo namun ponselnya tidak aktif.


"Istirahatlah dikamar nak, papa akan mengurus masalah ini"


"Baik pa aku kemar dulu"


Dikamar aku kembali menangis,aku tidak menyangka bimo akan menghiantiku. Aku masih terus memikirkan apa salahku? apa kurangannya aku? Kubaringkan tubuhku, aku mencoba tenang namun air mataku terus mengalir. Pintu kamarku pun diketuk, aku mempersilahkan mama susan untuk masuk.


"Masuk aja ma tidak dikunci"


"Mama tahu kau pasti belum makan malam, ini mama bawakan makanan dan susu untukmu"


"Aku tidak berselera ma"


"Kau harus makan, jangan siksa dirimu dan anak ya g ada didalam kandunganmu" aku pun tersadar lalu bangun dan meraih makanan itu.


"Masalah itu dihadapi" kata mama susan lagi.


"Aku akan menceraikannya ma, setelah aku melahirkan nanti"


"Jangan mengambil keputusan disaat kamu marah, kasihan anak yang ada didalam kandunganmu akan menjadi korban keegoisan orang tuanya"


"Aku harus bagaimana ma?aku tidak terima diduakan seperti ini" kataku.


"Pertahankan rumah tanggamu, bimo hanya bermain-main dengan wanita itu"


"Mama salah, bimo bahkan mengatakan tidak akan menceraikan kami berdua"


"Itu artinya dia akan mempertahankan kedua istrinya? "

__ADS_1


"Iya" jawabku singkat.


"Jalani saja takdirmu nak, tidak semua wanita beruntung dalam pernikahannya dan lakukan itu demi anak yang ada didalam. kandunganmu"


__ADS_2