Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Apertemen...


__ADS_3

Untuk pertama kalinya semenjak bimo memutuskan pindah ke apertemen aku datang berkunjung ke apertemen itu,tujuanku hanya satu apakah dia hidup dengan baik di apertemen itu? Aku pun memencet bel,dan tidak lama kemudian pintu dibuka bimo yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Sayang masuklah"


"Aku hanya mampir sebentar"


"Duduklah aku akan mengambilkan minuman"


"Tidak usah,mandilah aku akan menyiapkan sarapan"


"Baik aku tidak akan lama"


Aku mulai menyiapkan kopi dan menghidangkan sarapan pagi untukku dan bimo.Aku sengaja mengunjunginya karena aku ingin memastikan tempat tinggalnya.Aku pun memeriksa dapurnya dan benar saja kulkas itu kosong,bahkan persedian kopi dan gula juga sudah menipis.Kami pun makan bersama dan bisa kulihat wajah bimo sangat bahagia melihatku ada diapertemennya.


"Aku senang kau datang"


"Aku hanya ingin memastikan apalah apertemenmu bersih"


"Terima kasih atas perhatianmu,lily.." kata bimo lalu menghentikan perkataannya seperti merasakan kecanggungan untuk melanjutkan kata-katanya.


"Ada apa?" tanyaku.


"Apakah kau sudah membuka pintu hatimu?maksudku apa kau sudah memaafkanku?"


"Entahlah..aku tidak bisa jawab sekarang,cepat habiskan makanmu setelah itu temani aku belanja"


"Aku masih menunggu maafmu dan aku menunggumu kembali padaku"


"Cepatlah habiskan makanmu,kau lama sekali" kataku lalu menaruh piring kotor ditempat cucian lalu membuka kran untuk membersihkan piring kotor itu.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat aku sudah selesai"


Kami pun berangkat ke supermarket,satu persatu bahan makanan aku masukkan ke keranjang belanjaan.Dalam waktu singkat saja keranjang itu trlah penuh bahan makanan dan keperluan rumah.Bimo pun membayar semua barang belanjaan itu,lalu kami kembali ke apertemen.Aku pun menyibukkan diri didapur dan setelah semua bersih dan makanan terhidang dimeja aku pun bersiap pulang.


"Kau mau pulang"


"Ya.." jawabku singkat.


"Aku antar"


"Tidak usah aku bawa mobil sendiri"


"Baiklah aku antar sampai bawah" kata bimo lalu aku pun keluar dari apertemennya.


"Aku senang melihatmu datang,aku sangat menyesal telah melakukan kesalahan"


"Masih saja bersikap dingin" kata bimo pelan.


Seperti minggu sebelumnya aku kembali mengunjungi bimo,kali ini aku datang tidak sendirian karena aku mengajak anakku.Pintu pun dibuka dan seorang wanita cantik berdiri dihadapanku.


"Cari siapa?" tanya wanita itu.


"Aku mencari bimo"


"Bim..ada tamu nih" kata wanita itu.


"Siapa?"


"Ngak tahu dia membawa anak kecil" jawab wanita itu.

__ADS_1


"Lily...masuklah"


"Siapa dia bim?" tanya wanita itu.


"Dia istriku,lily kenalkan ini teman sekolahku"


"Ooh jadi ini istrimu,cantik juga"


"Sayang kenalkan ini temanku mona"


"Lily.."


"Mona.." kami pun berjabat tangan dan tidak lama kemudian mona pun pamit.


"Jangan salah paham kami hanya berteman dan aku tidak ada hubungan dengannya"


"Aku tidak perduli" jawabku ketus.


"Tidak perlu berbohong karena aku tahu kau sedang cemburu meilhatnya disini bersamaku"


"Sudah aku katakan aku tidak perduli dan aku tidak cemburu"


"Berikan anak kita,buatkan aku kopi dong"


"Aku tamunya masa iya kau menyuruh tamu membuatkanmu kopi?"


"Kau istriku,sudah jangan membantah nanti dosa loh menolak permintaan suami".


Aku pun kedapur membuatkan bimo kopi,walau pun aku menunjukkan kalau aku tidak perduli dengan siapa bimo berhubungan namun tidak bisa kupungkiri setelah bimo menjelaskan ada perasaan lega di hatiku.Lega karena bimo tidak memiliki hubungan apa-apa dengan mona.

__ADS_1


__ADS_2