
Setelah pertemuan itu selesai, aku dan ranti pun pulang dengam diantar oleh okan. Kami terlebih dahuku mengantar ranti pulang kerumahnya mengingat dia sedang mengandung. Setelah itu okan pun mengantarku pulang ke butik namun sebelum aku turun okan menahan tanganku karena ada yang ingin dibicarakannya.
"Aku mencintaimu, aku akan menunggu sampai perceraianmu selesai" kata okan dan aku hanya diam lalu turun dari mobilnya.
"Selamat malam okan dan terima kasih" kataku lalu menutup pintu mobilnya.
"Tunggu... " aku yang sedang mencari kunci di tasku lalu menghentikan tanganku lalu berbalik kearah okan yang turun dari mobilnya menghampiriku.
"Jangan menolakku,aku mencintaimu" okan pun mencium bibirku dengan mendadak,aku pun tidak bisa menolak dan entah setan dari mana yang merasukiku aku pun membalas ciuman okan.
Setelah menyudahi ciuman okan pun membelai bibirku sambil mengatur nafas, setelah itu okan pun memelukku dengan erat. Aku hanya diam ketika tubuhku dipeluk, aku bisa merasakan debaran jantung okan dan aku sangat senang karena kau merasakan ketulusan darinya.
"Masuklah, aku akan menunggu sampai kau menutup pintu"
"Baiklah" aku pun membuka pintu setelah aku menemukan kunci yamg berada di tasku.
Aku yang telah berada didalam ruko lalu segera mengunci pintu lalu duduk dianak tangga sambil terus memikirkan apa yang baru saja kami lakukan. Aku akui aku mulai menyukai okan, namun aku wanita yang telah dua kali menikah dan telah gagal untuk kedua kalinya. Aku terus berpikir apakah aku pantas bersanding dengannya?
"Lily.. kau sudah pulang nak? " kata mama.
__ADS_1
"Aku baru saja pulang ma" jawabku.
"Kenapa duduk disitu, ayo naiklah nak" kata mama,aku pun segera naik.
"Aku hanya lelah ma" kataku lalu duduk dilantai dua bersama mama tepatnya diruang tempat aku dan anak-anak nonton.
"Mama tahu ini berat untukmu, tapi kau harus kuat demi anak-anakmu" kata mama.
"Aku tahu ma.. aku hanya takut aku akan kalah dipersidangan nanti" jawabku.
"Mandilah agar kau merasa lebih baik, mama ke kamar kalau butuh apa-apa panggil mama"
Entah kenapa malam ini aku sulit memejamkan mataku, adegan ciumanku bersama okan terus terbayang. Aku merasa malu karena diusiaku ini aku menjalin hubungan dengan pria yang jauh lebih muda dariku tapi tidak bisa aku pungkiri aku memiliki rasa dengan pemuda itu.Aku pun menutup wajahku dengan kedua tanganku, malu rasanya mengingat aku membalas ciuman pemuda itu. Aku pun memeriksa ponselku yang bergetar,okan mengirimiku pesan teks.
"Apa kau sudah tidur? " tanya okan dalam pesan singkatnya.
"Belum" jawabku singkat.
"Mau bertemu denganku? " tanya okan.
__ADS_1
"Tidak..ini sudah malam" balasku.
"Baiklah, besok aku akan menemuimu" balas okan.
"Jangan... aku malu bertemu denganmu" balasku lagi.
"Kau imut sekali, aku semakin ingin memilikimu" balas okan.
"Jangan lakukan itu lagi, aku tidak pantas untukmu" balasku. setelah itu okan pun menghubungiku, dengan terpaksa aku menggangkat panggilannya.
"Apa yang membuatmu merasa tidak pantas bersamaku? " tanya okan.
"Aku terlalu tua untukmu, apa lagi aku sudah dua kali gagal membina rumah tangga" jawabku.
"Usia itu hanya angka dan aku tidak mempermasalahkan statusmu" jawab okan yang membuat darahku berdesir.
"Kau pantas bersanding dengan wanita yang jauh lebih muda dan setara denganmu tapi tidak denganku karena aku malu" jawabku.
"Tapi aku hanya mencintai kamu" jawab okan.
__ADS_1