
Aku yang tengah sibuk di butikku dikejutkan dengan kedangan ranti yang membawa undangan pernikahannya dengan bimo,akupun menyambutnya dengan baik dengan mengatakan akan menghadiri pernikahannya dengan bimo dengan senang hati.Ranti sangat senang,wanita periang itu pergi dengan berlari kecil masuk kemobil bimo...
"Aku akan ikuti permainanmu bim,aku akan membuatmu malu atas perbuatanmu sendiri"
Aku pun melanjutkan pekerjaaku sambil berpikir pakaian apa yang akan aku kenakan dipesta pernikahan bimo nantinya,aku sudah tidak sabar ingin melihat ekspresi bimo melihat aku menghadiri pernikahannya.Aku yang tengah sibuk menyusun pakaian diusik dengan suara deringan diponselku,aku pun mengangkat panggilan dar bimo
"Jangan datang ke pernikahanku" suara bimo dari sebarang sana begitu aku mengangkat panggilan darinya.
"Aku akan datang karena istrimu sendiri yang memintaku untuk menghadiri pernikahan kalian"
"Kau jangan memaksakan diri karena nantinya kau sendiri yang akan terluka"
"Aku bukan wanita lemah seperti yang kau pikirkan bim,kau salah besar menganggapku seperti itu" kataku lalu memutuskan sambungan telepon.
__ADS_1
Hari yang aku tunggu pun tiba,aku bangun awal lalu segera mandi dan berpakaian rapi dengan cepat aku segera ke salon untuk merias diri.Aku ingin tampil secantik mungkin diharipernikahan bimo dan ranti,aku ingin bimo melihatku sebagai wanita yang kuat dan penuh pesona.Aku cukup puas dengan riasan make up walau pun aku harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit,aku pun segera menuju ke gedung pernikahan bimo.
Aku sangat terkejut melihat kertiga mertuaku berada disana,namun aku menccoba bersikap tenang karena wajar orang tua menghadiri pernikahan anaknya.Mama susan terlihat panik dan terus menatapku yang berjalan kearah mereka,aku pun menuju ke arah ranti dan bimo yang aku lihat ranti tampak sangat cantik dan bahagia berada disamping bimo.Sedangkan bimo terlihat panik dan berkali kali mengusap keringat yang menetes padahal gedung itu difasilitasi dengan ac...
"Selamat ya atas pernikahanmu,semoga langgeng sampai tua nanti" kataku menyalami ranti berganti dengan bercipika cipiki dengan ranti.
"Terima kasih mbak sudah mau datang" ranti terus menggenggam tanganku seolah kami ini cukup dekat lalu aku pun menuju kearah bimo.
"Selamat ya bim atas pernikahanmu,semoga ini yang terakhir" kataku.
"Selamat ya papa mama atas pernikahan anak papa dan mama" kayaku memberi selamat ke ketiga mertuaku itu.
"Lily..." kata mama susan.
"Apa maksudmu dengan memanggil mertuaku dengan sebutan papa mama?siapa kau sebenarnya?" ranti.
"Tanyakan saja pada mereka siapa aku sebenarnya" aku pun turun dari pelaminan lalu menuju ketempat para tamu undangan.aku pun mengambil segelas minuman dengan mata teruju ke arah bimo yang aku lihat terlihat menahan amarah..
__ADS_1
"Sendirian saja?" suara seorang pria mengagetkanku sekaligus mengalihkan pandanganku.
"Seperti yang kau lihat" jawabku dengan memandang wajah tampannya.
"Kenalkan aku okan sepupu ranti" pria itu pun mengajakku berkenalan dengan mengulurkan tangannya.
"Lily istri bimo yang sedang berdiri disana bersama ranti" kataku.
"Apa!! " kata okan terkejut.
"Terkejut?" tanyaku.
"Ini gila,kau ini wanita seperti apa kenapa kau bisa menghadiri pernikahan suamimusendiri dengan setenang ini?" tanya okan.
"Lalu aku harus menghancurkan pesta ini ?" tanyaku dengan tenang.
"Kau wanita luar biasa,kau membuatku terpesona" kata okan.
Dalam sekejapaku pun menjadi akrab dengan okan,kami bahkan tertawa dan makan bersama tanpa memperdulikan pandangan mata dari bimo dan keluarganya.Bimo merasa panas melihat kedekatan kami lalu turun menghampiri kami yang tengah asyik mengobrol sambil tertawa,tanganku pun ditarik bimo yang mengajakku ketempat sepi untuk berbicara namun tanpa kami sadari okan menigkuti dari belakang.
__ADS_1