
Aku pun terkejut karena tempat yang kami tuju adalah hotel mewah, setelah turun dari mobil okan pun membukakan pintu untukku dan memintaku untuk turun.
"Ayo turun" perintah okan.
"Okan tapi ini dihotel dan ini tidak benar" kataku memelas.
"Turunlah atau aku akan menggendongmu? " kata okan lagi.
"Aku bisa sendiri tapi tidak harus kehotel okan... " kataku hampir menangis.
Aku pun mengikuti langkah okan dengan perasan tidak menentu. Aku sangat takut terjadi hal yang tidak diinginkan karena okan terlihat sangat menakutkan saat ini. Dengan wajah diam tanpa sepatah kata okan menggandengku berjalan.
"Kejutan!! " begitu pintu dibuka aku pun sangat terkejut karena disana telah berkumpul ranti dan mira karena hanya wajah itu yang aku lihat terlebih dahulu.
"Kalian... okan apa maksud dari semua ini? " kataku dengan melihat ke arah okan.
"Hari ini adalah hari ulang tahunmu, apa kau lupa" kata okan.
"Astaga bahkan aku sendiri tidak ingat itu semua dan bagaimana kamu mengetahuinya dan kenapa mira ada disini? " kataku menutup wajahku tidak percaya.
__ADS_1
"Aku yang mengundangnya" kata ranti.
"Masuklah semua orang sudah menunggu didalam" kata okan.
Acara ulang tahunku pun dimulai. aku sangat terharu sekaligus gembira karena disana telah hadir teman-temanku. Acara pun berlangsung dengan meriah, okan pria yang berumur dibawahku itu mampu membuatku bahagia dengan hal-hal kecil.
Aku, ranti dan mira malam ini menginap di hotel tempatku merayakan pesta ulang tahun. Sedangkan okan berada dikamar tepat disebelah kamar yang kami tempati. Kami pun menghabiskan waktu dihari ulang tahunku ini sekaligus merayakan perpisahan dengan ranti yang akan segera meninggalkan jakarta untuk memulai kehidupan barunya bersama anaknya.
Tengah malam saat kedua temanku sudah tertidur aku yang baru saja ingin merebahkan tubuhku disamoing kedua wanita yang sudah tertidur pulas itu pun dikejutkan dengan pesan singkat yang dikirimkan okan yang memintaku agar segera menemuinya diluar. Dengan berjalan perlahan aku pun keluar dari kamar untuk menemui okan.
"Ada apa? " tanyaku setelah aku berada didepan pintu hotel.
"Okan ini tidak benar" Okan pun menarik tanganku masuk ke kamarnya lalu ditutupnya pintu.
"Aku tidak akan macam-macam karena aku hanya ingin memberimu kado ini" okan pun memberikan kotak berwarna merah.
"Apa ini? " tanyaku.
"Bukalah" kata okan.
__ADS_1
"Ini indah sekali, pasti harganya mahal" kataku.
"Apa kau menyukainya? " tanya okan.
"Aku menyukainya tapi maaf aku tidak bisa menerima ini,ambil kembali" kataku lalu mengembalikan kado dari okan lalu berusaha keluar dari kamar namun tanganku ditarik okan.
"Kau pantas mendapatkan ini, terimalah kado kecil dariku"
"Itu berlian dan pasti sangat mahal, aku tidak bisa menerimanya"
"Kau wanita yang sangat berharga bagiku, aku menghargaimu sama seperti aku menghargai berlian ini" okan pun mengeluarkan kalung berlian itu lalu dikalungkannya ke leherku.
"Aku tidak pantas menerima ini okan, berikan ke wanita yang akan menjadi istrimu kelak" aku berusaha membuka kalung itu namun okan mencegah dan membawaku kedalam pelukannya.
"Kau lah kelak yang akan menjadi istriku, jangan menolakku" kata okan memelukku semakin erat karena aku meronta mencoba melepaskan pelukannya.
"Okan... "
"Aku mencintaimu.. " kata okan lalu mencium bibirku.
__ADS_1
"Aku harus kembali ke kamarku" kataku dengan wajah yang terasa panas menahan malu dicium okan.