
Aku yang sedang sibuk bekerja diusik oleh ketukan pintu dan rengekan bimo mengajakku makan bersama.Karena aku tolak bimo pun sengaja memesan makanan dan mengantarkannya keruang kerjaku..
"Apa-apaan ini bim?"
"Makan siang,ayolah kita sudah lama tidak makan siang bersama"
"Aku sibuk bim"
"Sudah tinggalkan saja sebentar kita makan dulu" bimo pun menarik tanganku.
Kami pun makan siang bersama setelah sekian lama kami tidak makan bersama walau pun aku sering berkunjung ke apertemennya.Bimo pun memaksa menyuapiku makanan dari sendoknya,aku pun membuka mulutku dan menerima suapan bimo.
"Kapan kita bersama lagi?" tanya bimo.
"Bukankah sekarang kita sedang bersama?"
"Maksudku kapan kau akan menerimaku kembali?" kata bimo lalu meletakkan kembali sendoknya.
"Beri aku waktu"
"Harus berapa lama lagi?"
__ADS_1
"Entahlah aku tidak tahu" aku pun minum lalu meninggalkan bimo dan melanjugkan pekerjaanku.
"Aku akan menunggu,aku harus kembali keruang kerjaku"
Setelah bimo keluar aku pun berhenti sejenak dari pekerjaaanku,aku pun memikirkan perkataan bimo.Lebih tepatnya aku memikirkan permintaannya yang ingin kembali seperti dulu lagi.Entah kenapa sangat sulit rasanya memaafkan bimo walau pun aku tidak membencinya dan perlahan aku bisa menerima kehadirannya kembali.
Diakhir tahun kami pun memutuskan untuk berwisata bersama anak kami,anak dari hasil pernikahanku bersama bimo.Kami pun berangkat berempat karena aku harus membawa pengasuh anakku.Setibanya di villa kami yang mengendarai mobil beristirahat sebentar setelah itu kami pun membawa anak kami yang masih kecil itu,anak yang belum genap berusia 1 tahun.
Bimo pun memanfaatkan kesempatan itu untuk memintaku kembali padanya dan aku pun mengiyakan permintaannya.Kami bersama kembali karena aku juga masih mencintainya terlebih anakku butuh sosok ayahnya.
Bimo pun kembali kerumah,bimo juga sudah tidak pernah lagi bertemu dengan mamanya.Tante rina masih terus ingin menjodohkan bimo dengan wanita lain,berbagai macam cara terus dia lakukan namun itu tidak berhasil.Pagi itu kami dikejutkan dengan berita tante rina Dilarikan kerumah sakit,aku dan bimo pun segera menuju kerumah sakit.
"Apa dok,stroke?"
"Bagaimana ini bim?"
"Untuk sementara mama akan dirawat dirumah sakit,aku akan mencari perawat untuk mama selama mama dirumah"
"Bagaimana keadaan mamamu?" tanya papa kertua setelah tiba dirumah sakit.
"Mama masih belum sadar pa,mama kena stroke"
__ADS_1
"Sebaiknya lily pulang,biar bimo yang menjaga mamanya"
"Baik pa,aku harus segera ke kantor"
"Hati-hati sayang"
Aku kembali kerumah,setelah berganti pakaian aku pun segera ke kantor walau pun sedikit terlambat.Dikantor walau pun aku sibuk bekerja namun aku tetap memantau perkembangan tante rina.Wanita yang menentang hubunganku dengan bimo,aku tidak membencinya namun aku juga tidak ingin terlalu dekat dsn memcampuri segala sesuatu yang bersangkutan dengannya.
Setelah pulang dari kantor aku pun segera mengemasi pakaian bersih untuk bimo yang menjaga mamanya selama dirumah sakit.Aku pun membawakan makanan untuknya,setelah memeriksa semua barang bawaan aku pun berangkat ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan tante rina"
"Baru saja sadar"
"Syukurlah kalau begitu"
"Ayo kita masuk"
"Tidak usah bim,mamamu tidak menyukaiku"
"Tidak apa,siapa tahu setelah melihatmu datang menjenguknya mama akan berubah"
__ADS_1
"Baiklah" bukannya semakin membaik tante rina justru memalingkan wajahnya kearah lain,tidak ingin melihat wajahku tepatnya.