
Aku pun berjalan dengan terus melihat ke belakang kearah makam okan seolah aku tidak rela untuk berpisah dengannya,aku menyesali kebodohanku yang kesekian kalinya yang membuatku kehilangan orang yang kucintai untuk kedua kalinya.Setibanya aku dirumah yang dihuni okan aku hanya duduk diam tanpa bisa berkata-kata yang ada hanya air mataku terus mengalir dengan deras.
"Minumlah mbak ini akan membuatmu merasa baikan" ranti pun menyerahkan segelas minuman hangat untukku.
"Terima kasih" jawabku menerima gelas yang diberikan ranti.
"Kita memang sedang berduka dan kehilangan orang yang kita cintai tapi kita juga jangan berlarut mbak,aku yakin okan juga tidak ingin kita terus menangisinya" ranti pun berusaha menguatkanku.
"Mbak wanita yang bodoh ya?berkali-kali okan mengajak mbak menikah tapi mbak menolaknya dengan meminta waktu,andai saja waktu bisa diputar kembali mbak akan menerima dan menyetujui ajakan menikah okan" kataku.
"Sudahlah mbak jangan menyalahkan diri sendiri,semua sudah terjadi dan ini bukan salah mbak" kata ranti menghapus air mataku.
"Terima kasih" kataku lalu kami berpelukan menangis bersama.
__ADS_1
Setelah puas menangis dan waktu pun sudah menunjukkan pukul sebelas malam kami memutuskan untuk segera beristirahat.Aku pun berkeliling dan masuk ke kamar okan,kamar yang selama ia tempati.Kamar yang rapi dan bersih,aku pun duduk diatas ranjang kubelai lalu kuraih bantal karena aku ingin merasakan bau khas okan yang selalu aku rindukan.
"Maafkan aku" hanya itu yang mampu aku ucapkan lalu aku pun berbaring di ranjang dan terlelap.
"Mbak" ranti pun membangunkanku dengan menggoyangkan tubuhku dan aku pun terbangun.
"Ranti" kataku lalu bergegas bangun.
"Duluanlah mbak akan menyusul setelah mencuci muka" kataku.
"Baiklah aku tunggu diruang makan" kata ranti lalu keluar dari kamar.
Aku dan ranti pun sarapan bersama sambil mengenang kebersamaan kami dengan okan,ada begitu banyak kenangan manis kami bersamanya.Kami pun tertawa bersama ketika mengenang kelucuan yang okan lakukan,tidak lama kemudian ranti pun mendapat panggilan yang membuat kami terkejut yang dimana itu adalah dari perusahaan asuransi.Okan mewariskan kekayaannya untukku dan ranti.
__ADS_1
"Apa kau tidak salah dengar ranti?" tanyaku.
"Tidak mbak,okan meninggalkan semuanya untuk kita" kata ranti.
"Bukan harta yang mbak inginkan,mbak ingin okan kembali bersama mbak" kataku terdiam.
"Kita harus menerima kenyataan kalau okan telah pergi mbak,okan sudah beristirahat dengan tenang disana" ranti pun kembali menguatkanku.
Setelah tujuh hari kepergian okan aku pun memutuskan untuk kembali ke tanah air,setelah berpelukan dengan ranti aku pun melangkah masuk tanpa melihat kebelakang lagi karena aku takut aku akan kembali menangis.Dari dalam hatiku aku pun mengucapkan perpisahan dengan okan,aku masih ingat pesan ranti yang memintaku untuk semangat karena hidup terus berjalan.
"Jika mbak bertemu dengan seseorang menikahlah dengannya" begitulah kata-kata terakhir ranti.
Aku pun menikmati perjalananku dengan menatap keluar jendela,menikmati ciptaan tuhan adalah caraku melupakan sejenak kesedihanku setelah ditinggal pergi okan untuk selama-lamanya.Aku pun tertidur karena perjalananku masih sangat panjang,aku yang tertidur lelap pun bermimpi bertemu dengan okan.Aku tidak tahu apakah itu disebabkan rasa rinduku atau karena penyesalanku yang amat dalam,jangan menangisiku kau terlihat jelek kalau menangis...
__ADS_1