Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Hidupku penuh drama....


__ADS_3

Aku binggung dengan rencana tuhan,hidupku ini penuh dengan drama bagai tidak berkesudahan.Lelah dengan semua ulah bimo dan selirnya aku pun memehon ke papa mertua agar mengirim bimo ketempat yang lebih jauh dan papa menyetujuinya.Bimo dikirim keluar negeri agar dia tidak membuat kekacauan dirumah,aku senang bimo mengajak selirnya ikut serta selama bimo disana karena dengan begitu aku bisa bernafas dengan lega.


Aku melahirkan tanpa bimo disampingku dan menurutku itu jauh lebih baik karena aku tidak ingin dia mengambil anakku dan memisahkanku dari anak yang aku kandung selama 9 bulan.Kelahiran putraku membuat papa mertuaku sangat senang karena itu cucu pertamanya,aku dijemput papa mertua dan mama susan yang dimana mama belum waktunya untuk melahirkan.


Ternyata kesenanganku hanya bertahan sementara karena pagi ini bimo pulang kerumah bersama selirnya untuk merebut anakku,aku terus berteriak dan mengejar bimo yang membawa anakku.Aku bersyukur papa mertua mendengar suara teriakanku dan mencegah bimo membawa pergi bayi yang baru saja aku lahirkan.


"Bimo!!" bentak papa.


"Ada apa lagi sih pa?"


"Hentikan ini semua"


"Ini anakku pa aku berhak atas anakku"


"Lily yang melahirkannya jadi lily yang lebih berhak"


"Aku malas berdebat dengan papa,aku pamit"

__ADS_1


"Security" teriak papa.


"Ya pak..."


"Cegah anak itu,ambil kembali cucuku"


Bimo tidak bedaya lalu menyerahkan anakku,aku pun segera membawa bayiku ke kamar dan segera mendekapnya agar diam.Bayiku terkejut atas apa yang terjadi,suara keributan tadi membuat bayiku menangis.Bayi mungil yang masih merah itu aku dekap dan cara itu cukup efektif membuat bayiku nyaman...


"Bimo sudah pergi" kata mama susan setelah aku membukakan pintu.


"Aku harus pindah ma..pindah ketempat yang bimo tidak bisa menemukanku"


"Aku terpaksa ma"


"Baiklah aku akan mengirimmu kerumah sahabat terbaikku karena disana kamu akan aman"


"Terima kasih ma"

__ADS_1


"Bersiaplah karena nanti tengah malam mama akan membawamu pergi dari rumah ini" aku pun mengangguk.


Setelah menidurkan bayiku aku pun berkemas,mengambil semua pakaianku tidak lupa semua perhiasan dan uang yang selama ini aku simpan dilemari besi.Setelah selesai pakaian anakku pun aku tata,aku terus melihat ke isi kamarku memastikan tidak ada yang luput dari perhatianku.


Sebelum berangkat aku dan papa mematikan cctv yang ada dirumah kami,mama pun membantuku membawa barang bawaanku ke mobil.Tiba waktunya aku dan berangkat tepat pukul 12 malam,semua itu aku lakukan agar tidak ada yang melihatku pergi.Setelah berpamitan aku pun berangkat dengan dijemput anak teman karib mama susan.


Aku mantap untuk pergi dari rumah agar aku bisa bersama dengan anak yang baru aku lahirkan,anak yang belum aku namai itu terus kau ciumi.Aku tinggal dirumah sahabat mama susan,rumah yang sederhana itu bisa memberikan ketenangan dan kenyamanan untukku walau pun itu di pedesaan setidaknya aku bisa hidup dengan nyaman bersama anakku.Aku harus bersabar sampai anakku berusia 1 tahun lalu kembali kerumah mertuaku dan kembali diperusahaan milik papa mertuaku.


"Semoga kamu betah tinggal disini"


"Terima kasih tante aku pasti betah"


"Susan sudah menceritakan semuanya,tante ikut prihatin"


"Terima kasih tante"


"Istirahatlah kamu pasti lelah"

__ADS_1


"Terima kasih tante maaf merepotkan tante"


"Tidak merepotkan sama sekali,ya sudah tante ada dikamar kalau kamu butuh sesuatu" aku pun mengangguk.


__ADS_2