
Aku yang menginap dirumah mira malam ini untuk menenangkan pikiranku sangat susah untuk terpejam.Otakku sangat aktif malam ini,aku terus memikirkan masalah yang tengah aku hadapi saat ini.Berkali kali aku mencoba menutup mataku entah kekuatan dari mana yang menyuruhku membuka kembali mataku,berbagai posisi tidur sudah aku ubah namun aku belum menemukan posisi yang nyaman.Tidak ingin membuat tidur mira terganggu aku pun keluar dari kamar mengambil air minum karena aku merasa haus,saat aku mengambil air minum disana ada gerry yang ternyata belum tidur.
"Tidak bisa tidur?" tanya gerry melihat ke arahku.
"Iya,bagaimana denganmu?"
"Aku memang selalu tidur larut,mau jalan-jalan mencari angin?" tawar gerry.
"Boleh juga"
"Sebentar aku ambilkan jaket untukmu,udara malam tidak baik buat kesehatan" gerry pun masuk ke kamarnya dan keluar dengan jaket ditangannya lalu diserahkan ke aku.
"Haruskah kita berpamitan dengan mira?"
"Tidak usah,ayo kita berangkat" gerry pun menarik tanganku keluar dari rumahnya.
"Naik motor?" tanyaku setelah melihat gerry mengeluarkan motor gedenya.
"Kenapa,apakah kau malu naik motor?" tanya gerry lagi.
"Tidak aku hanya bertanya,ayo kita berangkat" aku pun naik ke motornya.
"Pegangan yang erat,peluk pinggangku" kata gerry mengingatkanku.dengan ragu-ragu aku pun memeluk pinggangnya.
__ADS_1
Malam itu kami pun berkeliling kota dengan motor milik gerry,ini pengalaman pertamaku dibonceng dengan motor.Aku pun menikmati berkeliling kota jakarta dimalam hari,puas berkeliling kami pun berhenti di depan penjual nasi goreng yang mangkal dipinggir jalan.Gerry pun memesan dua porsi nasi goreng untukku dan untuknya,kami makan bersama sembari bercerita tentang hoby kami masing-masing.
"Kenapa kamu tidak mencari pacar?" aku pun mulai tertarik akan asmara gerry.
"Sebelumnya aku pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita dan dia cinta pertamaku,kedua orang tuanya tidak merestui hubungan kami"
"Dan kandas begitu saja? kenapa tidak mencoba dengan yang lain?"
"Pacar keduaku menghianatiku,dia menjalin hubungan dengan pria lain yang tentu saja sangat kaya raya dan hubungan kami pun berakhir dia menikah dengan pria pilihannya" jawab gerry lalu menyendokkan nasi goreng ke mulutnya.
"Aku sedang menunggu jawaban dari seorang wanita yang tadi aku tembak,sepertinya aku akan patah hati kembali" gerry pun berkata sambil melihat ke arah lain.
"Cepat habiskan makananmu lalu kita kembali sudah malam nih"
"Oke setelah aku menghabiskan makananku kita pulang" setelah 5 menit gerry pun menghabiskan nasi gorengnya dan membayar ke abang yang berjualan.
Kami pun berkeliling sebentar sebelum akhirnya kami kembali kerumah gerry,selama berkeliling dengan motornya aku pun mengeratkan pelukanku karena gerry mempercepat laju motornya.Aku pun menyandarkan kepalaku dipundak hangat gerry,rasanya nyaman sekali pundak laki-laki ini.
__ADS_1
"Jadikan aku sebagai tempatmu bersandar,hubungi aku kalau kamu membutuhkanku" kata gerry aku pun hanya bisa diam mendengarkan apa yang baru saja diucapkannya.
"Terima kasih sudah menemaniku" kataku ketika kami sampai dirumah gerry.
"Tidak perlu berterima kasih" jawab gerry,aku pun menunggu gerry memasukkan motornya di garasi.
"Aku masuk duluan ya"
"Tunggu!!" gerry pun langsung menarikku kedalam pelukannya.
"Gerry kita tidak boleh seperti ini" aku pun berusaha melepaskan diri dari dekapan gerry namun usahaku sia-sia karena gerry semakin mengeratkan pelukannya.
"Diamlah,biarkan seperti ini sebentar saja" gerry membelai kepalaku dengan rasa sayang dan aku pun hanya diam menerima perlakuannya.
__ADS_1