
Keesokan harinya aku pun pulang kerumah untuk menyelesaikan masalah yang tengah aku hadapi,aku tahu tidak baik aku terus-terusan lari dari masalahku.Aku pun turun dari mobilku dan segera masuk ke rumah milik kedua orang tua rai yang merupakan tempat kami tinggal selama ini.Rai pun segera menghampiriku begitu melihatku berjalan masuk ke rumah.
"Dari mana saja kamu semalaman hah?apakah itu yang dinamakan seorang ibu yang berkeliaran semalaman dan tidak pulang kerumah?" rai pun mencercaku dengan banyak pertanyaan.
"Kita bicara dikamar" kataku yang mulai tersulut emosi.
"Bicara saja disini" rai pun menarik tanganku dengan kasar.
"Apa kamu mau anak-anak melihat ini semua?" kataku dengan menatap tajam kearahnya.
"Ikut aku" rai pun menarik tanganku mengajakku ke kamar.
"Lepaskan aku bisa jalan sendiri" aku pun melepaskan cengkraman tangannya dengan menghentakkan dengan keras tanganku.
"Jawab aku kemana kamu semalaman"
"Kau tidak perlu tahu"
"Aku ini suamimu dan aku berhak tahu"
"Suami yang berselingkuh maksudmu?"
"Aku sudah memutuskan hubunganku dengannya" jawab rai.
__ADS_1
"Aku tidak perduli" jawabku ketus.
"Maafkan aku,aku harap setelah ini hubungan kita bisa seperti dulu lagi" rai pun menarik tubuhku kepelukannya.
"Beri aku waktu untuk memikirkan ini semua dan beri aku waktu untuk memaafkanmu" kataku lalu melepaskan diri dari pelukan rai.
Aku pun membersihkan tubuhku dengan mandi,dibawah guyuran shower aku pun terus memikirkan ucapan rai,aku tidak tahu apakah aku harus memaafkannya dan mempercayai semua yang dia katakan.Aku pun mematikan air lalu segera memakai pakaianku,ingatanku pun tertuju ke gerry yang mengungkapkan perasaanku semalam.Terus terang selama berada disamping gerry aku merasa nyaman yang walau pun aku tahu aku adalah wanita yang bersuami.Gerry mampu membuat hatiku kembali bergetar bak ABG yang baru saja merasakan jatuh cinta,aku pun kembali memikirkan tentang hubunganku dengan rai yang aku sendiri tidak tahu akan diarahkan kemana hubungan kami ini setelah aku menyaksikan penghianatan yang rai lakukan ditoko.
"Kamu ngak kerja?" tanya rai yang melihatku keluar dengan pakaian tidur.
"Aku cuti" jawabku singkat.
Melihat rai pergi aku pun segera mengunci pintu kamarku lalu mengeringkan rambutku dan bersiap untuk tidur karena selama berada dirumah mira aku tidak bisa memejamkan mataku.Baru saja aku merebahkan tubuhku dikasur ponselku bergetar,aku pun meraih ponselku dan membaca pesan yang gerry kirimkan.Dengan senyuman dibibirku aku pun membalas pesan gerry lalu segera tidur setelah menghapus pesan darinya karena aku tidak ingin rai melihat itu semua.
"Kalau kau bisa bermain dibelakangku,aku pun bisa melakukannya" kataku dalam hati lalu tidur dan terbangun disore hari.Aku yang masih mengumpulkan semua nyawaku setelah bangun dari tidur memikirkan apa yang aku lakukan.Kalau aku menjalin hubungan dengan pria lain dibelakang rai apa bedanya aku dengannya?namun sebelah hatiku ingin membalas penghianatan rai,aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan.
__ADS_1
Keesokan harinya aku pun berangkat ke kantor seperti biasanya,melihatku sudah kembali bekerja gerry pun memintaku ke ruangannya dan aku pun tidak bisa menolak kemauannya karena dikantor gerry adalah atasanku.Aku pun masuk keruangannya setelah mengetuk pintu,gerry duduk dengan terus menatap kearahku.Tatapan gerry sangat berbeda saat menatapku,ada rasa rindu dari sorotan matanya.
"Ada keperluan apa bapak memanggil saya?" tanyaku.
"Aku sudah berkali-kali mengingatkanmu jangan memanggiilku bapak kalau kita sedang berduaan,panggil saja namaku"
"Ada apa gerry?" kataku dengan tegas.
"Aku merindukanmu" jawab gerry.
__ADS_1