
Aku yang telah melangsungkan pernikahanku dengan bimo kini menyandang status sebagai nyonya bimo yang dimana bimo adalah pewaris satu-satunya diperusahaan milik mertuaku. Aku bangga bisa bersandang dengannya, hari ini aku bersama bimo berangkat ke kantor bersama bimo dengan langkah penuh percaya diri kami berjalan dengan bergandengan tangan.
Kami pun kembali ke pekerjaan masing-masing dan hari ini aku telah memiliki ruang kerjaku sendiri dan bimo tetap diruang kerjanya sebelumnya. Aku yang baru saja menyandang status sebagai istri sah bimo tentu saja sangat bahagia karena kami baru saja melangsungkan pernikahan dan menunda bulan madu karena pekerjaan kami sudah menumpuk. Bukan hanya karena pekerjaan kami menumpuk saja tapi kami mengalah karena papa dan mama susan sedang berbulan madu, kedua orang tua yang sangat menyayangiku itu sedang menikmati hari bahagianya di sebuah pulau dan tinggallah aku dan bimo saja dirumah.
"Sayang kita makan siang yuk" ajak bimo.
"Oke beri aku waktu lima menit untuk menyelesaikan ini"
"Baiklah setelah aku tunggu disini aja aku mau menatap wajah istriku yang sedang sibuk bekerja" kata bimo namun aku kembali memusatkan mataku ke berkas-berkas yang ada dimejaku.
"Ayo kita berangkat"
"Oke sayang" bimo pun bangun dan kami segera meninggalkan kantor.
"Kenapa kita ke hotel? "
"Kan aku sudah bilang aku lapar"
"Ya tapi kenapa di hotel?" tanyaku.
__ADS_1
"Udah ikut aja" bimo pun turun begitu juga denganku.
Aku hanya diam mengikuti bimo dan kami pun telah berada dikamar hotel. Tidak lama kemudian pintu kamar pun di ketuk bimo dengan cepat membuka pintu,berbagai jenis makanan telah dihidangkan dimeja lengkap dengan wine.
"Sayang ayo kita makan"
"Bim ini berlebihan"
"Sudahlah nikmati saja, anggap saja ini bulan madu kita yang tertunda"
"Tapi bim bagaimana dengan pekerjaan kantor?"
"Baiklah kalau begitu"
Kami pun makan siang di kamar hotel, selesai makan kami pun bersulang menikmati jam makan siang kami yang berlanjut di ranjang. Bimo meminta haknya sebagai suami,walau pun kami tidur sekamar tapi kami tidak pernah melakukan itu semua karena bimo ingin kami sah terlebih dahulu. Sebagai istri aku tidak mungkin menolak ajakan bimo, setelah selesai kami pun mandi bersama lalu kembali ke kantor pukul 2 siang dan setelah selesai bekerja kami kembali ke hotel setelah terlebih dahulu mengambil pakaian kami dirumah.
"Kau suka tempat ini? " tanya bimo yang memelukku dari belakang karena aku sedang berdiri di dekat jendela menikmati pemandangan dikota jakarta.
"Aku suka"
__ADS_1
"Berbaliklah" aku pun menghadap ke arah bimo.
"Kau bahagia? " kataku sambil melingkarkan tanganku dileher bimo.
"Aku sangat bahagia sayang, aku sangat menyukai hidung mancungmu, matamu, rambutmu dan semua yang ada di dirimu"
"Kau gombal sekali bim"
"Wanita suka digombali, bukankah begitu? "
"Tapi tidak denganku"
"Benarkah? " dengan tiba-tiba bimo mengangkat tubuh mungilku lalu dilempar ke ranjang empuk itu.
"Aah bim kau nakal".
"Nikmati saja" bimo pun memulai aksinya dan aku hanya bisa pasrah walau pun aku sudah sangat lelah karena tidak hanya sekali bimo bahkan telah melakukannya tiga kali.
"Bim aku lelah" diam saja biar aku yang akan bekerja.
__ADS_1
Setelah selesai aku pun tertidur sedangkan bimo memeriksa berbaring disampingku bermain game dari ponselnya.