Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Kita berhak bahagia...


__ADS_3

Aku yang telah berada dikamar  dan masih memandangi kedua wanita yang masih tidur itu aku pun terus mengatur debaran didadaku akibat ciuman yang diberikan okan.Walau pun ini bukan ciuman pertama bagiku namun aku selalu merasa berdebar setiap kali okan menciumku.Aku bagaikan gadis abg yang baru saja mengenal cinta,aku juga tidak mengerti apakah ini yang dinamakan puber? dan lamunanku pun buyar ketika ranti bangun lalu menyapaku.


 


"Mbak kenapa senyum-senyum sendiri?" kata ranti.


"Aah ngak kok" kataku berusaha menutupi rasa gugupku lalu segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan wajahku.


"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih" kata mira yang sudah berdiri didepan pintu kamar mandi bersama ranti.


"Apaan sih buta orang terkejut aja berdiri di depan pintu kamar mandi begini,minggir" kataku lalu segera naik ke ranjang.


"Eeeiit..tunggu dulu,kayaknya ada yang berbeda niih?" goda mira lagi.


"Apa lagi sih?" kataku.


"Kalung ini dari siapa?kenapa tadi aku tidak melihatnya?" tanya mira lagi.


"Mbak..jangan bilang ini dari okan" kata ranti yang kini ikut-ikutan mengodaku.


"Iya..iya aku akan menjawab jujur,ini memang pemberian okan,puas?" kataku lalu berbaring menutup tubuhku dengan selimut.


"Apa kau mencium aroma-aroma orang yang sedang kasmaran?" tanya mira ke ranti.


"Dimana?disini?" ranti pun mengodaku dengan mengendus-ngendus setiap inci tubuhku untk mengodaku.


"Sebaiknya kalian segera tidur karena besok kita harus segera kembali kerumah masing-masing" kataku.

__ADS_1


"Ayo kita tidur" ajak mira.


 


 


Keesokan harinya saat aku tengah bersiap meninggalkan kamar hotel tempat kami menginap tiba-tiba ranti memelukku dari belakang.Ranti melakuka itu bukan tanpa alasan,ranti telah menganggapku seperti saudaranya sendiri..


 


"Ranti kenapa seperti ini?" kataku merasa aneh dengan kelakuan mantan maduku ini.


"Biarkan sebentar saja mbak,ini terasa nyaman sekali" kata ranti.


"Ada apa denganmu?" kataku lagi.


"Mbak juga,ayo kita bersiap"


"Mbak..mbak pantas untuk bahagia,okan pria yang baik" kata ranti yang aku dengar dari apa yang dia sampaikan kalau dia ingin aku menerima cinta okan.


"Mbak tahu apa maksudmu,tapi tidak bisa secepat ini" kataku memberi pengertian ke ranti.


"Aku tahu mbak pernah gagal dan tidak hanya sekali,tapi mbak tidak semua pria seperti mantan mbak sebelumnya" kata ranti memberi penjelasan.


"Nanti akan mbak pertimbangkan lagi,ayo kita segera turun karena okan menunggu kita untuk sarapan bersama" kataku lalu segera mengambil tasku lalu segera keluar dari kamar.


 

__ADS_1


 


Setelah sarapan bersama kami pun berpisah,sedangkan aku segera pulang ke butik dan aku pun segera melanjutkan pekerjaanku.Aku pun tidak bisa berkonsentrasi selama bekerja,masih ada didalam ingatanku kata-kata yang diucapkan ranti yang menyarankanku agar menerima cinta okan karena baginya aku berhak bahagia.Benarkah aku berhak bahagia?apakah aku siap untuk menjalin hubungan lagi?aku tidak tahu harus bagaimana karena aku sendiri masih takut untuk memulai hubungan dengan lawan jenis tapi di dalam hatiku aku juga mulai ada rasa terhadap okan.Aku menjadi bingung sendiri aku harus bagaimana saat ini?aku yang berada diruang kerjaku lebih banyak melamun sementara pekerjaanku terbelengkalai.Aku pun meraih ponselku lalu menghubungi mama untuk mencurahkan isi hatiku...


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2