
Rai hanya bisa diam mendengar apa yang diucapkan mamanya,sementara aku larut dalam pikiranku yang terus bertanya di dalam hatiku apakah ini karma? mengingat apa yang dilakukan papa mertuaku ke istrinya yang berakhir dengan sakit stroke. Semua kejadian itu terus berputar dikepalaku yang hanya bisa melihat mertuaku meluapkan amarahnya ke papa rai yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.
"Sebaiknya kalian pulang saja, kasihan anak-anak" suara mertuaku itu membuat lamunanku buyar.
"Baik ma, ayo rai kita pulang" ajakku.
"Aku akan kembali lagi nanti malam dan membawa keperluan mama"
"Pulanglah" jawab mertuaku.
"Ma rai titip papa ya..tolong kasihani papa" kata rai berbisik namun aku bisa mendengarnya.
Tidak ada jawaban dari mama mertuaku, kami pun meninggalkan rumah sakit lalu segera pulang kerumah. Sepanjang perjalanan rai hanya diam, entah apa yang ada didalam pikirannya.Aku pun larut dalam pikiranku yang masih tidak percaya karma begitu cepat menghampiri papa rai yang memperlakukan istrinya dengan kasar lalu meninggalkannya demi wanita lain yang justru wanita itu mencampak kannya begitu sudah tidak berdaya karena stroke.
__ADS_1
Tanpa terasa kami pun telah tiba dirumah, aku pun membantu rai mengemasi keperluan mamanya selama berada di rumah sakit menemani suami yang telah bertindak kasar dan meninggalkannya. Aku berharap setelah kejadian ini papa rai bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Setelah selesai mengemasi barang aku pun segera kembali ke kamar membersihkan tubuhku setelah berada di rumah sakit dan rai menyusulku ke kamar.
"Ada yang ingin aku bicarakan" kata rai yang menahan langkahku.
"Katakan saja" aku pun menunggu sembari melipat tanganku di dada.
"Pinjami aku uang" kata rai singkat.
"Baik tapi tidak bisa banyak karena aku tidak memiliki uang lebih"
"Aku kerja juga semua untuk kebutuhan anak-anak, kau kan tau itu" jawabku kesal.
"Baiklah berapa yang kamu punya? "
__ADS_1
"Tidak lebih dari lima juta"
"Baiklah aku pinjam dulu bulan depan aku bayar"
"Ingat harus dibayar karena aku juga butuh uang"jawabku lalu kutransfer ke rekening rai.
"Terima kasih" rai pun keluar dari kamar.
Aku yang merasa kesal karena rai meminjam uangku segera menuju ke kamar mandi karena aku tidak ingin ada kuman yang menempel dibadanku lalu menularkannya ke anak anak yang sedari tadi ingin beanja denganku apa lagi sikecil. Guyuran air di tubuhku membuatku leboh santai setelah tadi merasa kesal dan terbebani dengan masalah kedua orang tua rai yang dimana rai harus meminjam uangku untuk biaya rumah sakit papanya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi aku pun segera turun ke lantai satu mencari keberadaan anak-anak,kugendong anak bontotku yang sedari tadi menungguku membersihkan diri. Rai pun pamit karena harus kembali ke rumah sakit melihat kondisi papanya,aku pun mengantarkannya sampai didepan pintu rumah. Setelah rai pergi aku pun bermain bersama kedua anakku,belum satu jam rai pergi ponselku berdering aku pun segera mengangkatnya karena rai yang menghubungiku.
"Besok aku akan membawa papa pulang kerumah, biaya dirumah sakit bisa membengkak kalau terlalu lama"
__ADS_1
"Ya lakukan apa yang menurutmu baik"
"Ya sudah aku tutup dulu teleponnya" tanpa menunggu jawaban dariku rai sudah memutuskan sambungan telepon.