
Setelah aku masuk kekamar yang aku pesan tadi aku pun menghubungi ranti karena menurutku ranti harus tahu apa yang bimo lakukan dibelakang kami.Setibanya ranti dihotel kami pun menyusun rencana untuk memergoki bimo bersama wanita dihotel.
"Sebaiknya sekarang saja kita menyerang wanita itu" kata ranti yang sedang emosi.
"Sabar kita harus menyusun rencana yang matang agar bimo tidak bisa berkelit lagi"
"Tapi mbak.."
"Saat ini mereka sedang berduaan dikamar,apa yang akan kamu lakukan setelah kita memergoki mereka?"
"Aku akan menceraikan bimo setelah anak ini lahir"
"Bagus mbak juga akan melakukan hal yang sama,sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana caranya agar kita bisa masuk ke kamar itu dan membuat bimo tidak bisa berkutik lagi"
"Kita minta saja pelayan hotel mengantarkan makanan dan minuman,kit aminta kerja sama mereka dengan cara berpura-pura itu adalah bonus dari pihak hotel"
"Ide yang bagus"
"Nanti aku yang akan maju mbak rekam semua lewat ponsel,kita buat bimo tidak berkutik lagi"
__ADS_1
"Baik mbak akan memesan makanan dan minuman terlebih dahulu"
Tanpa butuh waktu yang lama pesanan kami pun datang,aku dan ranti bersembunyi di balik tembok agar bimo tidak bisa melihat kedatangan kami lewat lubang yang ada dipintu.Setelah bimo membuka pintu kami pun menerobos masuk,bimo yang hanya dililit handuk dipinggangnya terkejut melihat kedatangan kami,sedangkan ranti masuk ke kamar langsung tertuju ke wanita yang ada dikamar bersama bimo.Wanita yang tidak memakai busana dan hanya menutupi tubuhnya dengan selimut terlihat terkejut melihat kedatangan kami di kamar itu.
"Sayang...ranti" kata bimo gugup melihat kearahku dan ranti bergantian dengan wajah pucat.
"Kau keterlaluan bim,kau belum juga berubah" kataku lalu menampar wajah bimo.
"Dasar permpuan m*rahan berani-beraninya kau tidur dengan suami kami"
"Maafkan aku,dia terus merayuku" kata wanita itu dengan menunjuk ke arah bimo.
"Diam kau dan lepaskan aku,aku akan membuat perhitungan dengan wanita yang tidak tahu malu ini"
"Sayang hentikan" kata bimo.
"Aku akan bercerai denganmu setelah anak ini lahir" kata ranti.
"Aku juga akan menggugat cerai kamu bim,segera" kataku.
__ADS_1
Bimo pun hanya menggaruk kepalanya setelah mendengar kalau kami akan menggugat cerai dirinya,aku pun kembali ke kamar dengan menggandeng ranti maduku ke kamar yng terletak bersebelahan dengan kamar bimo yang telah aku booking.Sedangkan ranti masih menangis,aku pun berusaha menenangkannya mengingat saat ini ranti sedang mengandung,aku pun terus menenangkan wanita yang baru saja mengandung itu.Pernikahannya yang masih berusia seumur jagung itu harus kandas karena perselingkuhan yang dilakukan bimo.
"Tenangkan dirimu,ingat saat ini kau sedang mengandung" kataku sambil mengelus punggung ranti lalu menyerahkan tissue.
"Aku tidak menyangka bimo akan menghianati aku yang sedang mengandung anaknya" kata ranti lalu mengusap air matanya.
"Maafkan mbak,mbak terpaksa memberitahukan padamu apa yang bimo lakukan dibelakang kita"
"Mbak tidak usah meminta maaf karena mbak tidak bersalah,aku senang aku bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri perbuatan bimo"
"Lalu apa kau akan bercerai dengannya?"
"Aku akan menceraikannya setelah anak ini lahir mbak"
"Apa kau sudah memikirkannya dengan matang?jangan mengambil keputusan disaat kau marah"
"Aku yakin mbak,aku tidak sanggup harus hidup dengan laki-laki penghianat"
"Mbak juga akan menceraikan bimo dan membawa anak-anak tinggal bersama mbak dibutik"
__ADS_1