Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Firasat...


__ADS_3

Lily pun segera mengambil ponselnya lalu dengan cepat menghubungi bimo, setelah menunggu beberapa saat panggilannya pun mendapat respon dari bimo.


"Sayang apa kau baik-baik saja"


"Aku baik-baik saja, aku sedang bekerja sayang maaf aku dari tadi tidak sempat menghubungimu"


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja karena sedari tadi perasaanku tidak enak"


Deg!! bimo terdiam mendengarkan apa yang dikatakan lily istrinya.


"Sayang kau masih disana? " kata lily lagi.


"Ya sayang aku mendengarkanmu, itu cuma perasaannmu saja sayang kalau kata orang sih itu hormon kehamilan"


"Baiklah kalau begitu aku tutup teleponnya lanjutkan pekerjaanmu"


"Baik sayang.. aku segera pulang"


"Aku tunggu dirumah"


Setelah menghubungi bimo perasaan lega pun menghampirinya, namun ada keganjalan dihatinya karena sikap bimo sangat aneh ketika berbicara di telepon.


"Apa dikantor ada masalah" batin lily.


"Bagaimana nak? "


"Mama benar bimo baik-baik saja dia sedang sibuk"

__ADS_1


"Ya sudah ayo temani mama melihat tanaman mama"


"Baik ma"


Bimo pun bernafas lega, jantungnya terasa mau copot saja setelah menerima panggilan dari lily. Bimo yang sudah tidak bisa berkonsentrasi bekerja segera kembali ke rumah, bimo pun segera masuk ke kamarnya dan melihat lily tidak ada disana bimo pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mandi karena dia tidak ingin lily mencium aroma parfum wanita lain di bajunya. Bimo pun membersihkan tubuhnya tidak lupa dia sengaja membasahi pakaian kotornya untuk menghilangkan jejak. Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi bimo pun mencari lily yang ia ketahui sedang bersama ibu sambungnya mengurus tanaman ketika berpapasan dengan asisten rumah tangganya.


"Sayang aku cariin rupanya kamu ada disini"


"Kau sudah pulang? hey tumben sudah mandi? " tanya lily heran.


"Iya karena merasa gerah aku langsung mandi tadi lalu mencarimu, ayo duduk jangan sampai kau kelelahan"


"Hari ini kau aneh sekali bim? ada masalah dikantor? "


"Kau benar perusahaan sedang ada masalah dan aku harus keluar kota selama beberapa hari, kau tidak apakan aku tinggal? "


"Terima kasih sayang"


Hari yang ditunggu pun tiba bimo dan papanya berangkat terpisah untuk menghindari kecurigaan para istri yang sedang mengandung itu. Sembari menunggu perdebatan pun terjadi diantara kedua orang tuanya, bimo hanya bisa melerai keduanya agar bersikap dewasa.


"Aku tahu kau ini semua ulahmu, aku tidak akan memaafkanmu"


"Jangan asal menuduh ya "


"Sudahlah pa-ma acara akan segera dimulai"


"Ayo bim kita kesana"

__ADS_1


Acara pernikahan pun dimulai dengan dihadiri orang terdekat dari keluarga amanda saja. Amanda yang memakai kebaya putih itu tanpak sangat cantik dengan riasan sederhana. Setelah acara selesai dan tamu undangan pulang bimo dan amanda segera pindah kerumah yang telah dikontrak bimo untuk tinggal bersama amanda.


"Untuk sementara kita tinggal disini, setelah aku menemukan rumah yang cocok aku akan membelikannya untukmu"


"Aku tidak apa mas kalau harus tinggal dirumah kontrakan asalkan aku bisa bersamamu"


"Berikan kopermu"


"Lalu bagaimana kau akan mengatur waktumu? "


"Senin-rabu aku akan menginap disini selebihnya aku akan mengahbiskan waktuku bersama istriku"


"Baiklah mas aku mengerti"


"Apa benar kau tidak tahu tentang obat perangsang itu? " tanya bimo ingin memastikan jawaban amanda.


"Aku berani bersumpah bukan aku mas aku tidak tahu menahu tentang itu semua"


"Baiklah mas percaya ayo kita kekamar"


"Baik mas" Setelah dikamar amanda pun melepas kebayanya dengan membelakangi bimo, setelah semua terlepas amanda pun membungkus tubuh polosnya dengan handuk yang telah dia sediakan, lalu segera menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


"Mau kemana? "


"Aku mau mandi mas gerah"


"Aku ikut"

__ADS_1


__ADS_2