Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Kedatangan bimo...


__ADS_3

Aku yang baru saja pulang bekerja terkejut melihat bimo yang sudah menungguku diruang tamu ditemani kedua orang tuaku.


"Bimo... dari mana kau mengetahui rumah kami? "


"Dari mana aku mengetahui alamat rumahmu itu tidaklah penting"


"Mama akan meninggalkan kalian bicara disini"


"Kami akan bicara diluar ma, ayo ikut aku"


"Tidak kita akan bicara disini, tante kedatangan saya untuk melamar lily" kata bimo melihat ke arah mamaku.


"Bimo.. "


"Kenapa apa kamu akan menolakku? " tanya bimo lagi.


"Bu-bukan begitu maksudku ini terlalu mendadak"


"Aku harus cepat-cepat melamarmu karena kalau tidak kau akan pergi lagi meninggalkanku"


"Ta-tapi mamamu"


"Mama tidak akan mencampuri urusanku lagi karena papa telah bercerai dengan mama dan mama sudah pergi meninggalkan rumah"


"Ta-tapi bimo ini terlalu cepat"


"Apa ada orang lain di hatimu? "


"Tidak ada... kau jangan sembarangan menuduhku"


"Itu artinya kau menerimaku?bukankah begitu maksudmu? "

__ADS_1


"Terserah kau saja" aku pun meninggalkan bimo diruang tamu lalu aku pun masuk ke kamarku duduk di tepi ranjangku.


"Lily boleh mama masuk nak? "


"Masuk saja ma tidak dikunci"


"Lily kenapa kamu tinggalkan bimo sendirian nak? "


"Aku harus bagaimana ma? "


"Ikuti kata hatimu"


"Aku takut ma.. aku takut gagal lagi"


"Tidak semua laki-laki seperti rai"


"Apakah mama menyetujui hubunganku dengan bimo? "


"Baiklah ma aku akan segera keluar" aku pun segera mengambil handukku lalu memulai ritual mandiku dan setelah rapi aku pun keluar menemui bimo.


"Apa aku boleh menumpang mandi? " tanya bimo.


"Ikutlah ke kamarku, mandilah dikamar" aku pun mengajak bimo ke kamarku lalu setelah memberinya handuk bersih aku pun bersiap keluar dari kamarku namun bimo memelukku dari belakang.


"Terima kasih" aku pun mengangguk lalu keluar dari kamar.


"Dimana bimo? " tanya mama yang berada di dapur menyiapkan makan malam.


"Dikamar ma lagi numpang mandi tuh"


"Bimo pria yang baik, jangan sia-siakan pria seperti dia"

__ADS_1


"Ma bolehkah bimo menginap? "


"Tentu saja nak karena sangat tidak sopan membiarkan calon menantu mama menginap dihotel"


"Mama..."


"Besok kita segera melakukan foto prewedd" bimo yang berdiri dibelakangku pun berhasil membuatku kembali terkejut.


"Apa!! "


"Besok kita prewedd karena papa sudah mendesakku agar segera membawamu pulang dan papa mau kita segera mengurus perusahaannya"


"Kenapa cepat sekali sih? " kataku kesal.


"Tidak ada yang cepat, kau pergi meninggalkanku sudah cukup lama dan aku tidak mau kau kabur lagi" kata bimo yang kulihat mengedipkan sebelah matanya ke mama yang dibalas senyuman dari mama yang aku pikir akan berpihak padaku namun aku salah karena mama lebih berpihak ke bimo.


"Memangnya aku tawananmu kenapa juga harus bilang aku kabur" aku pun mengomel pelan.


"Sudah ikuti saja apa kata bimo"


"Kau dengar itu bahkan mamamu berpihak padaku"


"Terserahlah" aku pun bangun dari dudukku lalu masuk ke kamarku dan duduk di pinggir ranjangku.


"Jangan marah dong aku tidak mau jauh darimu, aku ingin meresmikan hubungan kita itu saja kok"


"Tapi ini terlalu cepat"


"Apa kau masih ABG? " tanya bimo.


"Iish kau ini" aku pun mencubit pinggang bimo.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu" bimo pun memelukku dan aku membiarkan saja tubuh mungilku dipeluknya.


__ADS_2