Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Perkenalanku dengan bimo...


__ADS_3

Aku yang baru saja kenal dengan bimo begitu cepat akrab dengan pria yang menjadi atasanku,aku akui bimo pria yang menyenangkan sehingga membuat orang cepat akrab dengannya.Bertemu dengannya pemakaman umum berlanjut dikantor dan aku hanya menganggapnya suatu kebetulan saja,aku pun menjalani hari-hariku seperti biasanya dan aku belum mau membuka hatiku untuk memulai hubungan dengan lawan jenis karena hatiku masih perih setelah ditinggal pergi oleh gerry sehari sebelum pernikahan kami digelar.Aku pun sempat berpikir tuhan begitu kejam padaku karena begitu cepat memanggil gerry menghadap padanya sebelum aku merasakan hidup bahagia dengannya,namun secara perlahan aku bisa menerima kepergian gerry dan aku percaya tuhan lebih menyayanginya.


 


Setiap akhir pekan aku pun mengunjungi makam gerry dengan membawa banyak bunga untuk aku taburkan dimakamnya,aku pun menghabiskan waktu cukup lama disana.Bercerita dimakamnya seolah-olah dia ada dan mendengar ceritaku seperti waktu dia masih hidup,aku tidak perduli orang menganggapku gila karena bicara sendiri di dekat makam gerry karena begitulah caraku melepas rinduku akan sosok gerry.Aku sering mengutuk kebodohanku karena membiarkan gerry menungguku terlalu lama namun nasi sudah menjadi bubur menyesal pun sudah tidak ada gunanya karena gerry juga sudah menghadap ilahi


 


"Aku harus pulang gerry,kamu baik-baik ya disana aku akan terus mengenangmu dan selalu mendoakanmu" aku pun bangun setelah terlebih dahulu mencium batu nisan gerry sebelum  aku beranjak pergi meninggalkan makamnya.


 

__ADS_1


Aku yang baru tiba diapertemen mendapat pesan dari bimo yang mengajakku untuk nongkrong dicafe namun aku menolak ajakannya itu karena aku merasa lelah dan ingin menjaga jarak dengan laki-laki mana pun yang ingin mendekatiku.Aku belum siap untuk menjalin hubungan karena aku baru kehilangan gerry yang makamnya saja belum kering,aku ingin menikmati kesendirianku setelah kepergian gerry.Aku tahu tidak baik aku menutup diri tapi ini sudah menjadi keputusanku ingin sendiri dulu menikmati peranku menjadi orang tua tunggal.Setiap bulannya aku kembali ke kota tempat aku dibesarkan untuk melepaskan rinduku ke  kedua orang tuaku dan anak-anakku yang aku titipkan ke mama.Walau pun berat aku terpaksa harus hidup berjauhan dengan kedua anakku agar aku bisa fokus bekerja untuk menghidupi kedua anakku,semua itu aku lakukan karena asistenku berhenti bekerja karean dijodohkan dengan pria yang masih satu kampung dengannya.Setibanya aku dirumah orang tuaku aku pun banyak bercerita tentang bimo.


 


"Siapa dia nak?" tanya mama yang merasa penasaran dengan ceritaku.


"Dia atasanku ma" aku menceritakan awal aku bertemu dengan bimo.


"Sepertinya dia pria yang baik"


"Hidup terus berlanjut nak,jangan menutup diri tidak baik berlarut-larut dalam kesedihan" mama pun menasehatiku.

__ADS_1


"Nanti ajalah ma aku masih ingin sendiri" baru saja aku bercertia tentang bimo tiba-tiba ponselku bunyi dan bimolah yang menghubungiku,aku pun memperlihatkan layar ponselku ke mama lalu meganggkat panggilan bimo.


"Ya ada apa bim?"


"Apakah aku menganggu waktumu?" tanya bimo.


"Ya kau sangat menganggu" kataku sambil bercanda dan aku pun mendapat hadiah cubitan dari mama yang mendarat dilenganku,aku pun meringgis.


"Terus terang sekali kamu,baiklah nikmati liburannmu"


"Baiklah bim aku tutup ya" tanpa menunggu jawaban dari atasanku itu aku pun langsung memencet tombol merah yang ada dilayar ponselku lalu meletakkan benda pipih itu dimeja makan.

__ADS_1


 


 


__ADS_2