
Kami yang sedang berada dirumah sakit kedatangan beberapa teman sekelas sabrina yang datang untuk menjenguk setelah mengetahui apa yang dialami sabrina,teman sekelas sabrina datang setelah mendapat rekaman kekerasan yang dialami sabrina anakku.Video itu tersebar digrup sekolahan anakku bahkan telah tersebar di media sosial,aku yang mendengarkan apa yang disampaikan teman sekolah anakku pun segera melihat ponsel yang mereka berikan,aku menangis dengan tangan gemetar memegang ponsel yang memperlihatkan betapa sadisnyamereka memukul anakku.Tendangan bertubi-tubi dan tamparan diwajah anakku mereka lakukan dengan bergantian,aku langsung memeluk anakku,setelah itu aku pun mengirimkan bukti video kekerasan itu ke pengacaraku.
Keluarga dari pelaku pengeroyokan anakku pun datang untuk meminta maaf dan berharap kasus ini tidak diperpanjang,aku yang sedang dibakar api amarah pun segera meluapkan emosiku yang sedari tadi aku tahan.Keluarga pelaku penganiayaan anakku pun menawarkan sejumlah uang untuk berdamai namun aku menolaknya karena aku ingin anak-anak itu mendapat hukuman setimpal atas perbuatan mereka ke sabrina anakku.
Okan dan pengacaraku pun tiba dirumah sakit,aku pun menyerahkan semuanya ke pengacaraku.Pengacaraku pun berbicara dengan keluarga dari anak yang menganiaya sabrina anakku.Okan terus menenangkanku yang menangis,aku yang masih terbayang atas apa yang menimpa sabrina terus menangis.Hatiku bagai tersayat sayat,sakit rasanya melihat anak yang aku lahirkan mengalami kekerasan.
"Tenangkan dirimu,kau harus kuat demi sabrina" kata okan pelan.
"Kau benar,sabrina butuh aku dan aku tidak boleh lemah seperti ini" kataku lalu menghapus air mataku.
"Serahkan kasus ini ke pengacara,saat ini yang harus kau lakukan hanya disamping sabrina memberinya semangat" akat okan.
"Ya kau benar" kataku.
"Mereka ingin melihat kondisi sabrina" kata pengacaraku lalu aku mengangguk menyetujui.
__ADS_1
Beberapa orang tua dari anak-anak nakal itu pun menangis melihat kondisi sabrina,kata maaf berkali kali mereka ucapkan ke sabrina yang mengalami perudungan.Sabrina hanya diam sambil terus menggenggam tanganku dengan erat,aku tau saat ini anakku sedang mengalami trauma atas apa yang dialaminya hari ini.
"Aku rasa ini sudah cukup,silahkan kalian pergi karena anakku merasa tidak nyaman dengan kehadiran kalian disini" kataku dengan menahan air mataku.
"Baik kami pamit,cepat sembuh ya nak" kata salah satu orang tua anak yang melakukan kekerasan ke sabrina.mereka pun pergi meningggalkan ruang tempat dimana sabrina dirawat.
"Aku takut ma,jangan ijinkan siapa pun datang menemuiku" kata sabrina yang kulihat dia menahan tangisnya.
Aku bermalam dirumah sakit menemani anakku,tentu saja aku tidak sendiri karena ada okan yang menemaniku.Aku sudah melarangnya dan menyuruhnya untuk pulang namun dia bersikeras ingin menemani kami dirumah sakit,tengah malam saat aku tertidur sabrina mengalami mimpi buruk.Air matanya terus mengalir sementara dari mulutnya mengeluarkan kata-kata memohon ampunan.Aku yang mendengar suara sabrina langsung bangun memeriksa keadaannya.
"Sabrina bangun nak,mama disini" kataku.
"Jangan pukul aku,ampun" kata sabrina yang masih terpejam matanya.
__ADS_1
"De-deman" kataku ke okan yang berdiri disampingku,mendengar sabrina mengingau dan mengalami demam tinggi okan pun berlari keluar memangil dokter untuk memeriksa keadaan sabrina.
"Dokter tolong pasien mengalami demam" teriak okan.
"Apa!! suster cepat ikut aku" kata dokter yang bertugas dimalam hari itu.
"Dokter anakku" kataku.
"Biar kami periksa dulu" aku pun menyingkir agar dokter itu bisa memeriksa keadan sabrina.
__ADS_1