
Aku yang merasa curiga dengan perubahan yang aku alami, pagi-pagi sekali aku memberanikan diri melakuan tes dikamar mandi. Dengan bermodalkan alat tes kehamilan yang aku beli secara sembunyi-sembunyi aku pun menguji karena aku menyadari aku sudah telat. Aku pun menunggu hasilnya keluar dengan perasaan tidak menentu, keringat pun membasahi telapak tanganku.
"Dua garis ini artinya aku hamil" kataku tidak percaya. aku pun segera keluar kamar lalu segera membangun bimo.
"Bim bangun"
"Sayang ini hari minggu"
"Aku tahu ayo bangun lihat ini" bimo pun bangun dan langsung tersenyum melihat alat tes kehamilan yang menunjukkan dua garis merah.
"Sayang kau hamil? "
"Iya aku hamil"
"Yes!! " bimo pun memelukku.
Aku senang akhirnya aku hamil,kami pun turun untuk sarapan bersama. Bimo pun memberitahukan kabar bahagia itu ke papanya yang sedang duduk menyatap makan paginya.
"Papa sebentar lagi akan menjadi kakek" kata bimo yang duduk lalu mengambil kopi.
"Benarkah? selamat ya sayang" kata papa mertualu dengan melihat ke arahku.
"Terima kasih pa".
__ADS_1
"Mama mana pa? " tanya bimo.
"Masih tidur, sepertinya sedang tidak enak badan"
"Mama sakit pa? " aku pun mulai khawatir.
"Tidak nak mama tidak sakit, hanya saja aku... "
"Kamu kenapa susan? "
"Aku... aku hamil"
"Apa!! " kami bertiga pun terkejut mendengar apa yang baru saja mama susan katakan.
"Jadi aku akan menimang bayi lagi? " kata papa bimo dengan wajah senang.
"Aku harus bagaimana? aku hamil diusia tua" kata mama susan yang duduk lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis.
"Kenapa kau menangis? ini kabar gembira" kata papa mertuaku meyakinkan istrinya.
"Tapi aku malu hamil di usia tua"
"Kenapa kau harus malu kau hamil dalam kondisi telah menikah kau memiliki suami"
__ADS_1
"Tapi.. "
"Harusnya kau bangga karena suamimu ini pria perkasa, oh ya lily juga hamil kalian bisa saling menjaga dan berbagi"
"Benarkah? " tanya mama susan ke aku.
"Iya ma"
"Aduh bagaimana ini masa iya mertua dan menantu hamil bersamaan? "
"Ini rejeki ma dan tidak bisa ditolak" kataku memberi mama mertuaku itu dukungan.
"Kau dengar itu apa kata menantu kita"
Aku dan bimo pun saling melihat bingung bagaimana menjelaskan ke mama susan yang terus menangis sambil menutup wajahnya. Sarapan pagi itu diwarnai dengan kabar yang mengejutkan sekaligus kabar yang mengembirakan. Suara tawa papa dan bimo menggema dirumah,aku hanya bisa tersenyum melihat kelucuan dari mama susan yang sedang mengandung itu.
Setelah sarapan aku pun kembali ke kamar,aku merasa mengantuk setiap kali perutku kenyang. Mungkin ini bawaan dari janin yang aku kandung,bimo pun menyusulku ke kamar. Dibelainya perutku yang masih rata, aku tidak memperdulikannya dan terlelap dalam tidurku.
Tepat pukul 12 siang aku pun terbangun karena merasa lapar,bimo yang tertidur disampingku pun aku bangunkan agar kami bisa makan bersama. Setelah mandi kami pun turun untuk makan siang bersama,disana kedua mertuaku telah menunggu.
"Ayo sayang kita makan"
"Iya ma" aku lihat suasana hati mama susan sudah membaik dan terlihat seperti biasanya.
__ADS_1
Aku pun makan dengan lahap, semua yang ada dimeja makan terasa mengoda bagiku.Setelah kenyang aku pun merengek mimta bimo mengantarkanku ke supermarket karena ada yang ingin aku beli.Beruntung bimo menyanggupinya...