
Setelah berpisah dengan kedua orang tuaku dan tentu saja aku juga berpamitan dengan kedua anakku,aku pun memeluk mereka bergantian. Tidak lupa aku menasehati kedua anakku agar rajin belajar dan menuruti semua kata-kata dari kakek dan neneknya,aku pun berangkat ke bandara bersama bimo.
Kami pun tiba dirumah orang tua bimo,aku lega karena tante rina tidak ada disana karena telah bercerai karena papa dari bimo sudah muak dengan semua tingkah lakunya yang terus mencampuri kehidupan anaknya,setelah menyapa calon mertuaku itu kami pun segera masuk ke kamar untuk membersihkan diri.Aku dan bimo tidur satu kamar karena sebentar lagi kami akan menikah,kami menempati kamar bimo semasa lajang dan tidak ada yang diubah untuk saat ini karena aku merasa nyaman.
"Apa aku haus merubah kamar ini?"
"Tidak usah aku menyukainya,biarkan tetap seperti ini"
"Baiklah kalau itu maumu"
"Aku mau mandi setelah itu kita bersiap untuk makan malam bersama papa"
"Mandilah aku akan memeriksa pekerjaanku terlebih dahulu"
Kami pun turun kelantai satu setelah berpakaian rapi,diruang makan telah menunggu kedua orang tua bimo dan terus terang saja aku tidak menyangka kalau tante rina ada disana.Aku pun menyapa kedua orang tua bimo lalu kami pun duduk memulai acara makan malam kami.
__ADS_1
"Papa mengundang mamanya bimo,kamu tidak apa kan?"
"Tidak apa pa" kami pun makan dengan tenang sambil membicarakan pesta pernikahan kami dan aku pun menuju ke dapur membantu asisten rumah tangga menyiapkan minuman.
"Jangan senang dulu karena aku akan memberimu pelajaran,sampai kapan pun aku tidak akan rela anakku menikah dengan wanita sepertimu yang menyandang status janda"
"Aku sudah meninggalkan anakmu tapi dia terus mengejarku jadi itu bukan salahku dan kau salah berhdapan dengan orang tante rina" kataku lalu keluar dengan membawa baki yang berisi minuman dan buah.
Hingga pukul sepuluh malam kami membicarakan acara pernikahan kami hiingga akhirnya tante rina berpamitan untuk pulang karena hari sudah malam.Kami pun mengantarkannya kedepan dan tante rina pun menghilang dari pandangan kami,kami pun beristirahat di kamar masing-masing karena keesokan harinya kami harus bangun pagi.
"Mama mengatakannya?kapan?kenapa kau tidak memberitahukannya padaku tadi?"
"Aku tidak ingin merusak suasana"
"Maafkan mama ya?aku tidak menyangka perceraian papa dan mama tidak membuat mamaku berubah"
"Aku tidak masalah dengan semua perkataaannya karena aku akan melawan setiap perkataannya bahkan aku akan memperjuangkan cinta kita"
"Terima kasih sayang" bimo pun memelukku.
__ADS_1
"Sebaiknya kita tidur sekarang karena besok kita harus ke kantor"
"Kau benar sayang" kami pun berbincang sedikit setelah itu kami pun tertidur.
Aku dan bimo pun bekerja di perusahaan papanya,dihari pertamaku bekerja disana berjalan lancar namun tidak dihari berikutnya karena tante rina datang bersama seorang wanita yang lumayan cantik menurutku,mereka pun masuk keruangan tempat aku dan bimo sedang membicarakan pekerjaan kami.Wanita itu tanpa malu memperkenalkan dirinya sedangkan tante rina mengatakan akan menjodohkan bimo dengan wanita muda yang datang bersamanya tanpa memikirkan perasaanku
"Biasakan mama mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruang kerjaku"
"Mama ini mamamu jadi suka-suka mama dong"
"Tapi ini kantorku ma silahkan mama keluar karena aku sedang sibuk"
__ADS_1