
Aku yang tengah mencurahkan isi hatiku ke mama merasa sangat lega karena mama menyerahkan sepenuhnya keputusan ditanganku, aku sangat bersyukur memiliki mama yang selalu mendukung apa pun keputusanku.
"Apa aku berhak bahagia ma? " tanyaku.
"Tentu nak kamu berhak bahagia, raih kebahagiaanmu dan mama akan selalu mendukungmu" kata mama.
"Terima kasih mama" kataku lalu aku pun memutuskan sambungan teleponku.
Aku bersama dengan okan mengantar ranti ke bandara,setelah berpelukan dan mengucapkan perpisahan ranti yang masih memegang tanganku pun terus menasehatiku.
"Mbak jangan sendiri terus, kita berhak bahagia" kata ranti.
"Apa aku berhak bahagia? aku sudah dua kali gagal ranti" kataku memberi penjelasan.
"Aku bisa pastikan okan pria yang baik dan kalian sangat cocok" kata ranti.
"Mbak masih terlalu takut untuk menjalin hubungan kembali apa lagi umur kami juga berbeda yang dimana okan lebih muda dari mbak" kataku memberi penjelasan.
"Umur hanya angka mbak.. pria yang dewasa dan bertanggung jawab tidak dilihat dari usianya" kata ranti.
__ADS_1
"Ayo ranti kita berangkat" suara kerabat ranti pun menyadarkan kami.
"Mbak aku pergi, jaga diri mbak dan jangan lupa untuk mengabariku" kata ranti lalu kami kembali berpelukan.
"Jaga kesehatanmu selama disana, kalau kau merasa tidak betah disana cepatlah kembali" kataku.
"Baik mbak,aku pergi"
Aku dan okan pun segera meninggalkan bandara setelah melepas kepergian ranti yang akan memulai hidupnya di tempat yang baru. Selama berada di mobil yang dikemudikan okan aku hanya diam tidak tahu apa yang harus aku ucapkan,begitu juga dengan okan.
"Kita sudah sampai, turunlah" suara okan pun membuyarkan lamunanku.
"Lily.. " kata okan.
"Ya... " jawabku.
"Apa aku tidak pantas berada disampingmu? " kata okan sambil menatap ke arahku.
"Apa maksudmu? " tanyaku yang kebingungan.
__ADS_1
"Apa karena usiaku yang masih muda ini kau menolakku? " tanya okan lagi.
"Beri aku waktu" kataku lalu bergegas turun.
"Aku sangat mencintaimu, menikahlah denganku" kata okan dengan suara yang keras membuatku menghentikan langkahku lalu berpaling melihat kearahnya yang masih duduk didalam mobil dan hanya mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya.
"Apa kau gila" kataku lalu segera masuk sambil menahan malu karena semua mata melihat kearahku karena kebetulan suasana sedang ramainya karena banyak orang yang berlalu lalang.
Aku menutupi mukaku dengan kedua tanganku, aku masih mencerna apa yang baru saja aku alami.Okan benar-benar membuatku malu dan kesal dengan ulahnya ,baru saja aku menyandarkan tubuhku di kursi ponselku bergetar dan dengan cepat aku raih ponselku.
"Aku akan menunggu sampai kau siap" begitulah isi pesan dari okan.
"Kau gila, kenapa kau melakukan itu" aku pun membalas pesan dari okan.
"Aku gila karenamu" balasan dari okan membuatku mengacak-ngacak rambutku.
"Ooh tuhan cobaan apa lagi ini? " kataku dari dalam. hatiku.
Hari ini adalah hari dimana jatah anak-anak menginap dirumah papanya, aku pun sendirian di ruko. Untuk mengusir rasa bosanku malam ini aku pun memutuskan untuk menonton drama favoritku dengan ditemani makanan ringan yang aku sediakan.
__ADS_1
Aku mulai terlena dengan jalan cerita film yang tengah aku tonton. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam dan mataku pun mulai mengantuk. Aku pun memutuskan untuk tidur namun entah kenapa mataku sulit sekali untuk terpejam,bayangan wajah terus terbayang. Apakah aku jatuh cinta?