
Aku yang baru tiba dikantor melihat bungkusan berwarna merah muda dimejaku, karena penasaran aku pun membuka bingkisan itu yang tidak tertera siapa pengirimnya.
"Jangan lupa sarapan" begitulah isi pesan dikertas kecil yang ditempelkan ke kotak bekal.
Aku bingung siapa yang mengirim makanan ini, aku pun melihat ke seluruh ruang kerja sambil bertanya kesemua rekan kerjaku apakah mereka yang memberikan bekal dimejaku ini.Karena tidak ada yang mengakuinya aku pun mulai berpikir apakah bimo yang memberikannya?ponselku pun bergetar menandakan ada pesan masuk.
"Apa kau menyukai bekal yang aku berikan? " ternyata benar dari bimo.
"Aku suka,terima kasih"
"Siang ini temani aku makan ya? "
"Baiklah sebagai ucapan terima kasihku karena kau memberiku bekal"
"Terima kasih" begitulah isi pesan dari bimo.
Aku pun menikmati sarapan yang lumayan mewah ini, dengan mengunyah dengan perlahan meresapi cita rasanya aku pun ke pantry untuk membuat secangkir kopi. Setelah selesai membuat kopi aku pun kembali ke meja kerjaku melanjutkan makanku sebelum aku memulai pekerjaanku. Aku pun iseng mengirimkan foto tempat bekal yang telah habis tak bersisa itu lalu aku kirimkan fotonya ke bimo.
"Rasanya enak itulah sebabnya aku menghabiskannya" tulisku lalu segera mengirimkannya ke nomor ponsel bimo.
"Mama yang menyiapkannya untukmu karena aku mengatakan aku akan memberikan ke wanita yang sangat spesial bagiku" membaca pesan bimo pipiku pun menjadi merona.
__ADS_1
"Sampaikan salamku ke mamamu makanannya enak"
"Tentu nanti akan aku sampaikan, ingat janjimu kita akan makan siang bersama"
"Iya... iyaa. ." jawabku lalu memulai pekerjaanku.
Jam makan siang pun tiba, aku pun bersiap untuk makan siang bersama bimo untuk memenuhi janjiku. Aku pun menunggunya keluar dari ruangannya sembari berselancar di akun sosial media favoritku hingga akhirnya bimo keluar aku pun menghentikan kegiatan berselancarku di dunia maya.
"Sudah siap untuk makan siang? "
"Ya aku sudah siap, ayo kita berangkat" aku pun segera mengambil tasku lalu menyimpan ponselku didalam.
"Kita makan siang di restoran saja, ayo kita turun"
Kami pun menuju ke restoran yang dimaksud bimo, setibanya disana bimo pun mengajakku ke meja yang kosong.Setelah kami duduk dan mulai memesan makanan tiba-tiba bimo melambaikan tangannya ke arah wanita yang aku taksir usianya setengah abad.
"Itu mamaku,tidak apakan kalau kita makan siang bersama mamaku? "
"Tidak apa" jawabku.
"Apa kalian sudah menunggu lama? "
__ADS_1
"Kami baru sampai ma, oh ya ma kenalkan ini rekan kerjaku"
"Lily"
"Panggil saja tante rina"
"Oh ya ma..mama mau pesan apa? "
"Terserah aja deh samain aja sama punya kamu"
Kami pun makan siang bertiga dengan sesekali mengobrol bersama tante rina yaitu mamanya bimo. Setelah selesai makan kami pun kembali ke kantor, bimo yang sedang menyetir hanya diam tidak ada percakapan diantara kami.
"Bim aku tahu kamu sengaja mengajak mamamu untuk berkenalan denganku"
"Aku ketahuan ya? "
"Bim aku belum siap untuk memulai hubungan dengan laki-laki mana pun, hatiku masih sakit setelah kehilangan gerry maaf" kataku lalu menundukkan wajahku.
"Aku akan menunggumu sampai siap"
"Jangan... jangan menungguku aku takut kau akan mengalami nasib yang sama seperti gerry"
__ADS_1
"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, apa yang terjadi dengan gerry itu takdir"