
Aku yang telah menikah untuk ketiga kalinya pun akhirnya menemukan pria yang tepat untukku,pria yang bernama arya pria yang sangat baik hati dan menyayangiku juga anak-anakku.Aku pun melahirkan buah cintaku bersamanya yang kami beri nama agni karena anak yang aku lahirkan ini merupakan anak yang mampu memberi kami semangat layaknya kobaran api penyemangat untukku dan arya yang baru saja kehilangan keenan.Hadirnya agni mampu mengurangi kesedihan dihati arya.
Arya seperti suami lainnya,arya juga sosok bapak yang menjaga,melindungi dan menyayangi anak-anaknya sepenuh hatinya tanpa ada yang namanya membedakan anak-anakku dengan suami terdahulu.Semua sama dimata arya kasihnya sangat tulus.
"Apa kau sudah siap untuk pulang,sayang?" tanya arya yang baru saja masuk ke ruang tempat aku dirawat inap selama persalinan.
"Ya aku sudah siap " jawabku lalu kami pun segera meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah.
Aku dan arya hidup bahagia,aku menjalani kehidupanku sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu suamiku dikantor.Butik yang dikelolah sabrina berjalan lancar,aku bangga dengan hasil kerja anakku ,sedangkan anakku yuda cukup membuatku sakit kepala.Yuda harus dirawat karena ketergantungan obat-obat terlarang.yuda harus direhab.Sebulan sekali aku bersama arya mengunjungi yuda ditempatnya direhab dan semua itu aku lakukan karena aku ingin anakku hidup dengan normal.
"Bagaimana keadaanmu?" tanyaku.
"Seperti yang mama lihat aku baik-baik saja" jawab yuda.
__ADS_1
"Bersabarlah kalau kau sudah sembuh nanti kau juga akan keluar dari tempat rahabilitas ini" kata arya memberi semangat ke yuda.
"Iya om" jawab yuda singkat.
"Ini buku untukmu" kataku memberikan bungkusan yang beriisi buku yang aku beli.
"Terima kasih ma,maafkan yuda ma telah membua mama kecewa" kata yuda sambil menundukkan kepalanya.
Aku tidak menyangka kalau bimo bangkrut rumah tangganya juga diambang kehancuran karena istrinya berselingkuh dengan saingan bisnisnya.Bimo datang menemuiku dengan wajah tertunduk malu memina maaf kalau dia sudah tidak sanggup menghidupi anak-anak dan memintaku untuk membantunya mengurus segala sesuatunya.Aku tidak tahu aku harus senang atau aku harus bersedih dengan apa yang menimpa bimo karena bagaimana pun bimo adalah ayah dari anak-anakku.
"Aku minta maaf aku harus menyerahkan tanggung jawab ini padamu,aku tidak sanggup mengurus anak-anak lagi karena aku sudah bangkrut" kata bimo dengan wajah sedih.
"Aku mengerti aku akan segera menjemput anak-anak,serahkan semuanya padaku" kataku.
__ADS_1
"Terima kasih lily dan maaf selama kita menjadi suami istri aku tidak bisa menjaga kesetiaanku" kata bimo lagi.
"Sudahlah bim semua sudah terjadi dan tidak ada lagi yang perlu disesali karena semua ini sudah suraan takdir kita,jodoh kita yang singka jadikan saja pelajaran agar kedepannya kita menjadi manusia yang lebih baik lagi" kataku.
"Kau wanita yang baik,aku begitu bodoh melepaskan wanita sebaikmu" kata bimo penuh penyesalan.
Aku bersama arya menjemput anak-anakku dirumah bimo,rumah bimo pun telah disita pihak bank untuk menutupi sebagian hutangnya.Sementara mama susan telah pindah kerumah kontrakan yang sangat kecil,semua kekayaan yang sangat dibangga-banggakan telah hilang.Aku pun datang mengunjungi mama susan.dirmuah kecil dan sangat sederhana itu mereka tinggal.Aku pun menyerahkan amplop yang berisi uang yang tidak sedikit jumlahnya,awalnya mama susan menolak namun aku memaksanya agar menerima pemberianku.
"Jangan ditolak ma..mama sudah aku anggap mama seperti mamaku sendiri,tolong diterima ma" kataku meyakinkan mama susan.
"Jangan nak,mama tidak mau menyusahkanmu" tolak mama susan lagi.
"Mama sama sekali tidak menyusahkanku,tolong diterima sedikit pemberianku ma" aku pun menyerahkan ke tangan mama susan dan menggenggamnya sebagai isyarat agar mama mau menerimanya.
__ADS_1