
Sore itu bimo memaksaku melakukan hubungan suami istri dikantor karena rasa cemburunya yang meilhat kebersamaanku dengan okan siang tadi,aku terus berontak dan melawan agar bimo tidak melakukannya dikantor namun bimo tidak mendengar laranganku walau pun aku terus melawan sampai akhirnya okan datang dengan terus menggedor pintu ruang kerjaku karena mendengar teriakanku.
"Lily apa yang terjadi denganmu?buka pintunya"
"Okan tolong aku" teriakku dari dalam.
"Pergilah ini bukan urusanmu dan jangan mengganggu hubungan kami" teriak bimo"
"Lepaskan aku bim kau tidak bisa memaksaku,ini dikantor"
"Aku tidak perduli karena aku sedang meminta hakku"
"Kita bisa melakukannya dirumah atau dihotel tapi tidak disini" kataku.
"Bukankah ini menantang hah?apa lagi didengar kekasih gelapmu itu"
"Aku dengan okan tidak ada hubungan apa-apa kau sudah salah paham bim"
Brak!! pintu pun terbuka karena okan menendangnya dengan kuat.
"Kau sudah gila!!" teriak okan lalu mendorong tubuh bimo hingga terjatuh.
__ADS_1
"Ayo okan kita pergi" aku pun mengambil tasku.
Okan pun membawaku ke apertemen miliknya dan mempersilahkanku untuk duduk lalu memeriksa kondisiku,setelah memastikan tidak ada luka okan pun menuju ke dapur lalu kembali dengan segelas air putih lalu diserahkan ke aku dengan cepat aku menegukknya sampai habis.
"Terima kasih okan,kalau kau tidak datang mungkin dia sudah melakukannya diruang kerjaku"
"Tidak perlu berterima kasih,sudah sewajarnya aku melakukan itu"
"Bimo cemburu melihat kedekatan kita,dia mengira aku sudah tidur denganmu"
"Berengsek!! apa dia sudah gila?" aku hanya diam dan tertunduk meremas tanganku.
"Apa kau sudah tenang?aku akan mengantarkanmu pulang"
"Aku tidak mau pulang..aku takut dia akan datang dan memaksaku melakukan itu nantinya"
"Menginaplah disini aku akan pulang kerumahku agar tidak menimbulkan fitnah nantinya"
"Terima kasih okan"
Okan pun memelukku untuk menenangkanku sambil mengelus punggungku,ada perasaan tenang diperlakukan pria yang jauh lebih muda dariku ini.Pria berusia muda namun pikirannya dan sikapnya sangat dewasa,caranya memeperlakukan wanita sangat luar biasa.
__ADS_1
"Kau pasti sangat menderita dengan pernikahanmu yang speerti neraka itu"
"Aku baik-baik saja dan aku sudah terbiasa" kataku melepaskan pelukananya.
"Larilah kepelukanku karena aku akan melindungimu,aku akan menunggu sampai kau siap berjalan beriringan denganku menajalani kekhidupan ini"
"Okan..." kataku sambil menatap wajahnya,melihat ke matanya,mata teduh itu yag sangat menyejukkan siapaun yang melihatnya.
"Aku mencintaimu.." okan pun semakin mendekatkan wajahku lalu tanpa aku sadari bibir kami telah menyatu.
Setelah okan melepas ciumannya aku pun berusaha mengatur nafasku,aku tersipu malu lalu mengarahkan wajahku kearah lain.Okan pun berpamitan untuk membeli makanan untuk kami berdua dan kembali dengan barang beanjaan yang sangat banyak.Aku terkejut karena okan kembali dengan pakaian lengkap dengan pakaian dalam dan peralatan mandi wanita.
"Aku tidak tau berapa ukuranmu,aku hanya menebaknya saja" kata okan sambil menggaruk kepala plontosnya menutupi rasa malu dan gugupnya.
"Kau tidak perlu melakukan ini semua karena besok pagi aku akan segera kembali kerumah"
"Kau pasti tidak nyaman nantinya,ayo kita makan"
"Aku akan menyiapkan makanannya" kataku lalu ke dapur mencari peralatan makan.
Malam itu kami makan bersama diapertemen okan,kami banyak mengobrol sampai tidak terasa hari semakin larut dan okan berpamitan pulang.Aku pun mengunci pintu lalu ke kamar untuk membersihkan tubuhku.Kamar okan sangat nyaman dan bersih,aku pun melihat-lihat isi kamarnya dan lemari pakaiannya yang tersusun rapi disana,aku pun meraih foto seorang wanita dan menurutku wajahnya sangat cantik.
__ADS_1