
Aku yang mendengar apa yang di katakan bimo langsung terdiam, apa yang bimo katakan memang benar aku terlalu menyalahkan diriku sendiri atas apa yang terjadi dengan gerry. Aku pun langsung teringat pesan gerry yang ingin aku terus menjalani hidupku, aku pun menangis dengan menutup mukaku dengsn telapak tanganku.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud berkata kasar padamu"
"Aku tidak apa-apa"
"Jangan menangis lagi, aku menyesal berkata keras padamu" bimo pun menghentikan mobilnya di depan minimarket.
"Aku hanya sedih mengingat gerry"
"Hapus air matamu dengan tissue ini" aku pun mengambil tissue yang bimo berikan dengan cepat aku menghapus sisa air mataku.
"Sebaiknya kita segera kembali ke kantor"
"Apa kau merasa baikan sekarang? "
"Ya".
"Aku benar-benar mencintaimu dan aku akan menunggumu"
"Bim.. "
"Aku dan gerry berbeda, percayalah semua akan baik-baik saja dan buang rasa bersalahmu atas apa yang menimpa gerry" kata bimo dengan menggenggam tanganku.
__ADS_1
"Bim aku... " bimo pun menutup mulutku dengan jarinya.
"Kau tidak harus menjawabku sekarang, aku akan menunggu sampai kau siap" aku pun mengangguk tanda mengerti.
Aku dan bimo pun kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan kami, aku pulang terlebih dahulu karena aku tidak mau berpapasan dengan bimo. Dengan langkah cepat aku pun berjalan ke mobilku lalu segera meninggalkan area parkir. Aku pun mengarahkan mobilku menuju ke pemakaman,aku rindu dengan gerry. Aku pun tiba di pemakaman dengan membawa seikat buka yang aku beli tadi,aku pun meletakkan seikat bunga itu ke makam gerry.
"Hai ger.. apa kabarmu?aku datang karena aku merindukanmu" aku pun membelai batu nisannya.
"Kau tahu ger bimo laki-laki yang mengantikan posisimu dikantor kini berusaha mendekatiku, haruskah aku membuka kembali hatiku?"
"Datanglah ke mimpiku ger aku merindukanmu" kata ku lalu menatap ke arah batu nisannya.
"Aku harus pulang ger kamu baik-baik ya,aku mencintaimu" aku pun mengecup batu nisannya.
"Bimo... dari mana kau tahu tempat tinggalku? "
"Kau tidak mengijinkanku masuk terlebih dahulu? "
"Masuklah"
"Tempatmu nyaman"
"Apa tujuanmu?" aku pun duduk tidak jauh dari tempat bimo duduk.
__ADS_1
"Aku mau numpang makan, kau pasti penasarankan dari mana aku mengetahui tempat tinggalmu? "
"Ya"
"Mira.. aku bertanya padanya tadi"
"Mau minum? " tawarku.
"Tidak perlu aku hanya sebentar disini"
"Baiklah kalau begitu karena aku pun cukup sibuk,tunggu disini aku mau masak"
"Butuh bantuanku? "
"Tidak perlu duduk saja disitu" cegahku lalu segera menuju ke dapur.
"Aku koki yang handal kau akan menyesal menolak bantuanku" bimo pun telah berada dibelakangku sambil menggulungkan lengan kemejanya.
"Kau tak perlu melakukannya"
"Masak berdua jauh lebih menyenangkan dari ada aku harus duduk sendiri didepan sana" gerry pun membantuku memotong semua bahan makanan,.tangannya begitu cekatan mengerjakan itu semua.
"Kau tidak akan memulainya? " tanya bimo.
__ADS_1
"Aah ya aku akan mulai menggoreng ikan ini" kataku dengan sedikit gugup lalu memasukkan ikan ke penggorengan yang telah aku hidupkan apinya tadi.