Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Minta Maaf...


__ADS_3

Aku yang sangat terkejut melihat kedatangan sepasang insan yang ingin bertemu denganku secara langsung karena aku adalah pemilik butik yang terkenal itu,dengan cepat aku menyalami kedua orang itu secara bergantian.


"Aku ranti.. tujuanku datang ke butik ini untuk mencari pakaian yang cocok untukku berbulan madu bersama pasanganku ini" kata wanita itu merangkul lengan bimo.


"Aku lily.. aku pemilik butik ini, negara mana yang akan menjadi tujuan kalian berbulan madu? " tanyaku dengan menatap ranti dan bimo bergantian namun bimo terlihat gugup lalu memalingkan wajahnya.


"Kami memutuskan berbulan madu di indonesia saja,iyakan sayang? " kata ranti.


"I-iya.. " jawab bimo gugup.


"Kepantai atau ke puncak? " tanyaku lagi.


"Kami akan ke pantai"


"Baiklah aku akan memilihkan pakaian yang cocok untukmu, ikut aku" kataku mengajak maduku.


"Bimo.. maaf ya nak kalian pasti sudah lama menunggu, tadi jalanan macet" kata tante rina aku pun melihat kearahnya yang baru saja masuk ke butikku.


"Ini cocok untukmu" aku pun memberikan pakaian yang aku pilihkan untuk ranti.


"Apa mbak ada jual lingeri? " bisik ranti.


"Ada, kau akan menghabiskan malam panas dengannya ayo aku pilihkan"


"Terima kasih banyak mbak"

__ADS_1


"Kau beruntung bisa menikahi pria setampan dia" kataku sambil melihat kearah bimo namun bimo dan mamanya terlihat gugup.


"Mbak bisa saja" kata ranti.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan ranti dan bimo pun mengantri dikasir, sedangkan aku hanya melihat dari belakang lalu timbul ide di otakku untuk mengejek bimo.


"Beri mereka diskon 50% karena mereka adalah kenalam sekaligus sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri" kataku ada kasir.


"Terima kasih mbak, mbak baik deh"


"Tidak perlu sungkan, aku tinggal ya aku sedang sibuk dikantorku" kataku berpamitan.


"Mbak.. " panggil ranti.


"Ada apa? " tanyaku.


"Ada dibelakang" aku pun menunjukkan toilet ke ranti.


"Sayang tunggu" kata bimo pelan lalu menarik tanganku .


"Lepaskan aku bim"


"Aku minta maaf" kata bimo pelan.


"Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak akan melupakan ini semua, ini bukan yang pertama bim" kataku melepaskan cengkraman tangan bimo.

__ADS_1


"Mama... mama yang mengenalkanku dan aku mencintainya pada pandangan pertama" kata bimo.


"Aku tidak perduli, lakukan apa yang membuatmu bahagia" aku pun masuk keruang kerjaku lalu menguncinya.


"Sayang kau menungguku? "


"Ya ayo cepat kita tinggalkan tempat ini, mama lapar"


"Dimana mbak"


"Entahlah mungkin dia sudah kembali ke ruang kerjanya"


Aku sangat kesal kenapa aku harus mengalami ini lagi? apa salahku?tanyaku dari dalam hati lalu duduk melanjutkan kembali pekerjaanku. Ponselku bergetar dan itu pesan dari bimo namun aku enggan membaca pesannya.


Menjelang malam aku pun pulang kerumah, setelah menemui buah hatiku aku pun masuk ke kamar disana bimo sedang duduk diatas kasur. Aku terus berjalan menuju ke kamar mandi setelah menyiapkan pakaian rumah.


"Maafkan aku"


"Sudahlah bim tidak perlu meminta maaf"


"Kau benar karena ini semua bukan salahku, kau terus menghindariku dan tidak mau melayaniku diranjang"


"Cih.. aku. muak melihatmu"


"Malam ini aku menginap dirumah mama" bimo pun keluar dari kamar dengan cepat aku mengunci pintu kamar lalu bersandar di daun pintu.

__ADS_1


"Benar kata bimo aku yang salah" kataku dari dalam hati.


Malam itu menjadi malam terakhir aku bertemu dengan bimo karena bimo memutuskan tinggal bersama mamanya.


__ADS_2