
Aku yang sebagai korban sekaligus orang yang melaporkan rai menghadiri sidang pertama rai dengan didampingi pengacara dan gerry yang dengan setia memberi dukungan untukku.Tidak bisa aku tutupi kalau aku merasa gugup,aku juga merasa trauma bertemu dengan orang yang pernah menjadi suami sekaligus orang yang menganiayaku hingga babak belur.Gerry yang melihatku meremas kedua tanganku memberiku dukungan dengan menggengam tanganku dan memberi kode agar aku bersikap tenang.Aku pun mengangguk lalu menarik naas dalam-dalam lalu menghembuskannya lewat mulut.Aku masuk ke ruang sidang,tatapan sinis dari kedua orang tua rai ke arahku tidak membuatku gentar memasuki ruang sidang itu dan mengikuti jalannya persidangan.
Aku pun merasa senang karena rai dituntut hukuman 10 tahun penjara atas perbuatannya,rai pun hanya menunduk pasrah menerima hukumannya.Sementara mamanya jatuh pingsan mendengar anaknya dihukum selama 10 tahun lamanya.Aku langsung menyalami pengacaraku,aku pun langsung menuju ke gerry lalu memeluknya dan mengucapkan terima kasih ke pria yang selama ini menaruh hati padaku.
"Terima kasih masih disini menemaniku dan memberi dukungan untukku"
"Selamat ya" gerry pun melepas pelukanku.
"Ayo kita rayakan ini"
Kami pun meninggalkan ruang sidang setelah semua urusan kami selesai.Kami merayakan kemenangan kami menuju ke pantai.Aku pun berteriak meluapkan apa yang ada di benakku,aku pun melepaskan semua beban yang selama ini aku pikul.
"Aku menang,apakah kalian bisa mendengar suara kemenanganku" aku pun kembali berteriak lalu berlari ke arah pantai bermain air disana.
"Aku harap kamu selalu diberi kebahagiaan,semangat lily" kata gerry yang telah berada didekatku.
"Terima kasih gerry kamu selalu berada disampingku"
__ADS_1
"Apa rencanamu selanjutnya"
"Aku akan kembali bekerja"
"Lalu?"
"Hidup bahagia bersama kedua anakku"
"Menikahlah denganku"
"Apa ini tidak terlalu cepat?" tanyaku dengan melihat ke arahnya.
"Aku tahu ini terlalu cepat apa kau mau menerimaku?"
"Beri aku waktu"
"Secepatnya aku akan memberimu jawaban"
Aku pun berjalan dibibir pantai,tubuhku yang terlihat kurus karena trauma yang aku alami membuatku selalu bermimpi buruk dan selalu takut untuk tertidur kembali.Aku tahu aku harus membuang rasa traumaku atas kejadian yang menimpaku,aku harus berjuang untuk hidup yang lebih baik namun itu semua butuh waktu.Sementara gerry terus mengikutiku dari belakang membiarkanku menikmati kesendirianku menelususri bibir pantai itu.Aku tahu gerry pria baik namun aku masih takut untuk memulai hubungan dengan pria,tidak bisa dipungkiri kebaikan gerry membuatku memiliki rasa padanya.
"Gerry...." aku pun membalikkan badanku.
__ADS_1
"Maukah kau menjadi pacarku sebelum kita melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan?"
"Apa aku tidak salah dengar?coba katakan sekali lagi"
"Maukah kau menjadi pacarku?"
"Tentu aku mau" gerry pun memelukku.
"Maukah kau bersabar menungguku?sabar sampai rasa traumaku ini hilang berjalan seiringnya waktu?"
"Tentu sayang..tentu aku akan menunggumu"
Kami pun berjalan menikmati suasana pantai dan suara deburan ombak saat matahari hampir terbenam kami pun memutuskan untuk kembali ke rumah,aku pun kembali menjalani hidupku dengan sibuk bekerja.Sedangkan kedua anakku aku titipkan ke mama papa dikota kelahiranku,sebulan sekali aku akan mengunjungi kedua anakku untuk meluapkan rasa rinduku.Seperti biasanya aku kerap bermimpi buruk,sekuat tenaga aku berusaha melawan rasa traumaku.Aku pun rutin mengunjungi psikiater untuk mengobati rasa traumaku ini tentu saja gerry selalu menemaniku sebagai bentuk rasa cintanya padaku.
__ADS_1