Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Sidang...


__ADS_3

Hari ini aku bangun lebih awal karena ada sidang perceraian antara aku dan bimo. Aku sangat gugup namun aku berusaha setenang mungkin,aku menghadiri sidang dengan ditemani mama,pengacara dan juga okan.


"Tenanglah nak.. " kata mama yang duduk disampingku.


"Iya ma.. terima kasih ya mama sudah menemaniku" jawabku.


Sidang pun dimulai dan aku tidak menyangka bimo menunjukkan fotoku bersama okan,foto yang diambil ketika aku dan okan berciuman malam itu. Aku tidak tahu dari mana dia mendapatkan semua foto-foto itu,bimo pun meminta hak asuh anak karena menganggapku tidak pantas menjadi seorang ibu karena aku memiliki hubungan dengan pria lain,sidang akan dilanjutkan sesuai dengan hari yang ditentukan.


"Kau licik sekali" kataku ketika berpapasan dengan bimo.


"Bagaimana denganmu? apakah kau tidak malu memiliki hubungan dengan pria lain sementara kita belum resmi bercerai" kata bimo yang terlihat senang.


"Ayo kita pergi" kata okan yang menarik tanganku menjauhi bimo.


"Aku ingin sendiri okan, tinggalkan aku" kataku lalu segera pulang bersama mama.


Setelah tiba di ruko ku pun segera masuk ke ruang kerjaku,menyendiri memikirkan langkah selanjutnya. Aku bingung harus bagaimana menghadapi sidang selanjutnya karena aku takut aku kalah dengan adanya foto-foto itu.


Setelah sidang itu selama beberapa hari aku dan okan tidak bertemu, bahkan kami pun tidak lagi bertukar kabar dari pesan singkat. Aku pun disibukkan dengan urusan butikku yang semakin naik omsetnya, sedangkan urusan perceraianku aku serahkan sepenuhnya ke pengacaraku.

__ADS_1


"Ikut denganku" aku pun terkejut okan datang tiba-tiba lalu menarik tanganku keluar dari butik lalu menyuruhku masuk ke dalam mobilnya.


"Okan kau mau apa dan kita mau kemana?" tanyaku yang masih kebingungan.


"Diamlah aku akan mengajakmu kesuatu tempat" okan pun segera masuk ke mobilnya dan dengan cepat mobil yang dikendarainya pun segera meninggalkan butikku.


"Kau tidak bisa melakukan ini okan, aku sibuk aku harus mengurus butikku" kataku dengan menatap wajah okan.


"Ada pegawaimu yang bisa mengurus itu semua, kita harus bicara" kata okan dengan wajah menatap kejalan raya.


"Apa yang mau kau bicarakan? kau bisa bicara sekarang" kataku.


"Diamlah setelah tiba nanti kita akan bicara" kata okan.


"Diamlah atau aku akan membuatmu diam dengan bibirku ini" ancam okan.


Aku pun diam dan hanya bisa pasrah mengikuti kemauan okan, aku juga tidak tahu apa tujuan pria aneh itu. Tidak ada percakapan diantara kami selama okan mengemudi,sementara aku terus mencuri pandang kerahnya.


"Turunlah kita sudah sampai" kata okan yang sudah menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Kita dimana? " tanyaku.


"Ini villa temanku" kata okan lalu turun.


"Bicaralah" kataku setelah berdiri disamping okan yang melihat pemandangan didepan kami.


"Menikahlah denganku setelah kau bercerai dengannya" kata okan lalu melihat ke arahku.


"Aku tidak bisa,aku sudah terlalu lelah dengan semua ini"


"Apa kau tidak mencintaiku? "


"Entahlah, aku sudah mematikan perasaanku pada pria mana pun" kataku


"Lalu kenapa kau membalas ciumanku?" kata okan yang membuatku teringat ciuman diantara kami itu.


"Itu... itu... " kataku yang tidak tahu harus menjawab apa.


"Kenapa kau tidak bisa menjawab? " tanya okan.

__ADS_1


"Aku... " kataku terbata.


"Kau juga mencintaiku kan? " jawab okan.


__ADS_2