Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Gugat cerai rai...


__ADS_3

Aku tidak hanya melaporkan rai ke pihak kepolisian aku pun menggugat cerainya karena aku sudah tidak mau hidup bersamanya lagi sebagai pasangan suami istri.Rai pun menerima semua keputusanku,sementara mamanya terus memohon agar aku mencabut tuntutan agar rai dibebaskan namun aku menolaknya.Aku beruntung gerry membantuku mencari pengacara yang cukup handal untuk membantu kasusku ini.Setelah urusanku dikantor polisi selesai aku dan gerry pun mencari tempat tinggal,aku pun memilih tinggal diapertemen yang aku sewa 1 tahun itu.


Mira yang mendengar apa yang terjadi denganku melalui gerry langsung mengunjungiku di apertemen.Mira menangis melihat kondisiku yang cukup mengenaskan dengan lebab disekujur tubuh.Aku pun meminta mira mengoleskan obat ditempat yang sulit aku jangkau,sakit disekujur tubuhku sudah tidak aku perdulikan lagi karena hatiku telah puas setelah berhasil menjebloskan rai ke penjara.


"Sudahlah mira jangan menangis lagi aku baik-baik saja kok" aku pun menenangkan mira yang menangis melihat kondisiku.


"Kau jangan membohongiku,aku tahu kau sangat kesakitan saat aku mengoleskan obat" kata mira dengna air mata masih menetes.


"Hapus air matamu,aku lapar apa kalian mau makan?"


"Biar aku yang pergi membeli makanan,mira jaga lily"


"Baik"


"Aku akan mengambil cuti selama seminggu tolong kamu handle pekerjaanku ya"


"Tenang saja kau bisa mengandalkanku,utamakan kesehatanmu"


"Apakah orang tuamu sudah tahu apa yang terjadi denganmu?"


"Aku sudah memberi kabar,besok keluargaku akan datang"

__ADS_1


"Syukurlah,aku tidak menyangka rai melakukan ini padamu"


"Dia sudah mendapat ganjarannya" kataku.


Aku pun masuk ke kamar yang masih asing bagiku,aku pun mencoba untuk tidur walau pun sekujur tubuhku sakit akibat pukulan dari rai.Aku pun tertidur namun selama aku tidur aku memimpikan kejadian yang menimpaku,mungkin ini yang disebut trauma akibat kejadian yang aku alami.Aku pun terbangun dari tidurku dan melihat ke arah jam dinding yang masih menunjukkan pukul 2 dini hari.aku pun mencuci mukaku lalu ke dapur untuk mengambil air minum.


Pukul 7 pagi aku pun berangkat ke bandara untuk menjemput keluargaku yang datang begitu mendengar kabar kalau mendapat kekerasan dalam rumah tangga.Aku sangat senang begitu keluargaku tiba,mama menangis melihat kondisiku,sedangkan papa dan kakak laki-lakiku terus memaki perbuatan rai.


"Ini pasti sangat sakit"


"Sudah berkurang ma karena aku sudah diobati"


"Tentu ma karena aku sudah menggugat cerai dia,karena aku pun tidak sudi untuk bersama dia lagi"


"Lalu bagaimana dengan anak-anak?"


"Untuk sementara anak-anak bersama kedua orang tua rai,aku akan mengambil hak asuh anak-anak pa"


"Kembali lah nak,pintu rumah selalu terbuka untukmu"


"Terima kasih ma,akan aku pikirkan nanti"

__ADS_1


Keluargaku pun membawaku ke psikiater karena setiap malam aku selalu mengalami mimpi buruk dan terus mengulang mimpi yang sama setiap malamnya,dengan didampingi pengacaraku kami pun berangkat ke tempat praktek psikiater,aku pun menjalani konseling.Aku yang mengalami trauma harus terus menjalani terapi akibat trauma yang aku alami,apa yang aku alami ini bisa menjerat rai dengan hukuman yang lebih berat lagi.Aku pun menjemput anak-anakku setelah sepekan lamanya aku tidak bertemu dengan mereka.Dengan didampingi pengacara dan tentunya keluargaku terus mendampingiku.


"Mama" anak-anakku langsung berlari begitu melihatku,aku pun langsung memeluk kedua anakku meluapkan rasa rinduku.


"Apa kalian merindukan mama?"


"Kami sangat merindukan mama,bolehkah kami tinggal bersama mama?" tanya sabrina anakku.


"Tentu nak" dalam hatiku anak-anak telah mengetahui apa yang terjadi dengna kedua orang tuanya.


"Nenek" sabrina pun memeluk mamaku.


"Ayo lily kita pergi dari tempat terkutuk ini" mamaku pun meluapkan amarahnya di depan kedua orang tua rai.


"Bu bagaimana denganku?"


"Kamu bisa ikut denganku"


"Aku akan bersiap tunggu aku bu"


"Berkemaslah" aku menyadari aku membutuhkan asistenku itu untuk menjaga kedua anakku ketika aku bekerja nantinya.

__ADS_1


__ADS_2