
Aku yang mendengar gerry mengatakan rasa rindunya padaku hanya bisa menghela nafasku,aku bingung harus bagaimana menghadapinya. Disisi lain aku merasa bersalah karena memberi harapan padanya dan disisi lain aku tidak ingin hubungan ini terus berlanjut.Aku tidak ingin melakukan kesalahan seperti yang rai lakukan dibelakangku, kalau aku melakukan hal yang sama dengan menjalin hubungan ini itu artinya aku tidak ada bedanya dengan rai.
"Gerry kita tidak boleh seperti ini, aku harap kita bisa memposisikan diri karena aku sudah menikah"
"Apa kau yakin ingin bertahan dengan suamimu? "
"Aku harus bertahan demi anak-anakku dan hubungan kita ini hanya sebatas teman,tidak lebih"
"Baiklah kalau begitu aku mengerti perasaanmu, hubungi aku kalau kamu membutuhkan bantuan apa pun itu"
"Terima kasih gerry, kamu memang pria yang baik dan aku harap kamu segera menemukan wanita yang jauh lebih baik"
"Wanita yang aku inginkan adalah kamu lily" gerry menatapku dengan tatapan penuh pengharapan.
"Apakah masih ada yang ingin kamu bicarakan? " aku yang takut pembicaraan terus berlanjut terpaksa menghindar.
"Pergilah lanjutkan pekerjaanmu"
"Baik pak saya permisi"
Aku pun kembali bekerja seperti biasanya ketika jam menunjukkan pukul 12 siang aku dan mira selalu makan siang bersama dikantin. Aku yang semula tidak berselera namun mira memaksaku makan siang sekaligus menemaninya makan aku pun tidak bisa menolak mengingat kebaikannya yang mengijinkan aku menginap dirumahnya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi setelah kamu kembali ke rumah? apa kalian bertengkar lagi? " tanya mira dengan suara pelan.
"Kami hanya berdebat dan aku memaafkannya,memulai dari awal juga tidak buruk"
"Tapi dia telah melakukan kekerasan"
"Aku tahu, mumgkin pada saat dia melakukannya dia tidak sadar"
"Tinggalkan dia kalau hal itu terulang lagi"
"Aku akan lari kepelukanmu kalau dia melakukan itu lagi" kataku lalu tersenyum ke mira yang duduk didepanku.
Terus terang aku penasaran apakah rai masih berhubungan dengan wanita itu atau kah sudah berakhir dan aku pun memutuskan untuk mengintai gerak gerik rai setelah pulang kerja nanti. Jam pulang kantor pun tiba aku dengan tergesa-gesa segera kekuar dari kantor tempatku bekerja lalu segera menuju ke toko rai, setelah tiba disana aku tidak menemukan wanita itu disana. Dalam hati aku berkata rai telah membuktikan kata-katanya yang telah mengakhiri hubungannya dengan wanita itu, perasaan lega pun menghampiriku. Aku pun pulang kerumah dengan perasaan lega,setibanya aku di rumah aku pun langsung membersihkan diri lalu bergabung dengan mertua dan anak-anakku.
Rai bukan orang yang bodoh dan dia telah mempersiapkan semuanya termasuk memberi sandi pada layar ponselnya yang membuatku kesulitan untuk memeriksa ponselnya. Tidak kehabisan akal aku pun berpura-pura menanyakan berapa kode kuncinya dengan alasan aku tidak dapat menemukan ponselku dan meminjam ponselnya untuk melakukan panggilan agar memudahkanku menemukan ponselku yang aku sengaja menyembunyikannya di dalam lemari pakaian.
__ADS_1
"Rai berapa kode sandimu? aku ingin meminjam ponselmu" kataku dari depan pintu kamar mandi.
"Untuk apa kamu meminjam ponselku? "
"Aku tidak bisa menemukan ponselku,aku lupa meletakkannya dimana"
"Aku segera keluar" kata rai yang membuatku semakin curiga dengan tingkah lakunya yang sengaja mengunci ponselnya dengan kata sandi,aku curiga rai masih berhubungan dengan wanita itu.
__ADS_1