
Waktu cepat berlalu, hari ini aku menemani ranti menghadiri sidang perceraiannya dengan bimo. Setelah semua selesai aku yang mengira ranti akan menangis ternyata dugaanku salah, ranti justru tersenyum senang.
"Akhirnya aku menjadi janda mbak" katanya dengan wajah senang.
"Kau tidak sedih? " tanyaku dengan alis menyatu heran dengan mantan maduku ini.
"Tidak mbak, aku justru lega karena sekarang aku terbebas dari pria tukang selingkuh itu" kata ranti sambil menggenggam kedua tanganku dengan wajah gembiranya.
"Kamu ini..." kataku.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya? " tanya okan.
"Aku akan mengurus anakku dan memulai usaha atau aku akan kembali bekerja" kata ranti.
"Bekerjalah denganku" kata okan.
"Terima kasih nanti akan aku pikirkan tawaranmu, sebaiknya sekarang kita pergi dari tempat ini" ajak ranti.
Setelah urusanku selesai aku pun kembali ke ruko,babak baru telah aku dan ranti mulai. Mulai menata hidup kami kembali karena kami juga berhak bahagia,aku menjalankan usahaku dengan terus memperhatikan tumbuh kembang anak-anakku. Aku pun mengurus kepindahan kedua anakku dari pernikahanku sebelumnya karena aku ingin semua anakku berkumpul bersamaku apa pun yang terjadi.
"Ma.. aku kangen papa" kata anak sulungku.
__ADS_1
"Apa kau siap bertemu dengan papamu nak? "
"Aku siap ma dan aku cukup mengerti dimana papa sekarang" kata anakku yang tanpa aku sadari telah tumbuh dewasa.
"Mama akan mengajak kalian bertemu dengan papa, mama akan mengatur waktunya" kataku sambil membelai rambut panjang anakku.
Aku pun berangkat menuju ke tempat dimana mantan suamiku ditahan, dengan perasaan canggung kami duduk berhadapan. Aku pun menyodorkan sebungkus makanan kesukaan mantan suamiku itu, dengan senang hati ia menerimanya lalu mulai menyantap habis makanannya. Aku sengaja menunggu sampai ia menghabiskan makanannya baru memberitahukan kalau anak-anak ingin mengunjunginya.
"Anak-anak ingin bertemu denganmu, mereka merindukanmu" kataku memulai pembicaraan.
"Aku malu untuk bertemu dengan mereka walau pun aku sangat merindukan mereka" kata rai dengan menundukkan wajahnya.
"Besikaplah dewasa rai, hadapi ini semua karena anak-anak ingin bertemu denganmu" kataku lagi.
"Semua orang pernah melakukan kesalahan, kamu harus paham itu" kataku mulai kesal.
"Kau tidak tahu bagaimana rasanya menjadi aku yang berada disini" kata rai.
"Bersikaplah dewasa dan hadapi ini semua,kau tidak perlu bertele-tele katakan saja kau mau bertemu dengan anak-anak atau tidak? " kataku dengan nada ketus.
"Baiklah bawa anak-anak untuk bertemu denganku" kata rai setelah aku menunggu beberapa saat.
__ADS_1
"Bagus..kau telah membuat keputusan yang tepat" kataku senang.
"Bagaimana keadaanmu sekarang? " tanya rai.
"Baik" jawabku.
"Aku dengar kau telah bercerai dengan suami barumu itu" kata rai dengan hati-hati.
"Dari mana kau mengetahuinya? " tanyaku yang terkejut bagaimana dia mengetahui semua itu.
"Dari kedua orang tuaku" jawab rai.
"Ya aku telah bercerai" jawabku santai.
"Lily.. " kata rai.
"Ada apa? " tanyaku.
"Maafkan aku yang selama menjadi suamimu tidak bisa membahagiakanmu dan anak-anak, aku menyesal" kata rai.
"Sudahlah rai..semua sudah terjadi dan sudah berlalu,aku juga telah memaafkanmu" jawabku.
__ADS_1
"Maukah kau pertemukan anak-anak dengan kedua orang tuaku? mereka merindukan anak-anak" kata rai memohon.
"Baik aku akan mengantarkan anak-anak untuk bertemu dengan orang tuamu" jawabku.