Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Mengalah bukan berarti kalah...


__ADS_3

Aku pun menarik tangan mama susan, mengajaknya pergi agar tidak ada lagi perdebatan antara bimo dan mama susan. Aku kesal bimo lebih mengutamakan selirnya dibandingkan aku yang sedang mengandung anaknya,aku pun memikih duduk berjauhan dari bimo dan selirnya.


"Nyonya amanda"


"Saya sus.. ayo sayang"


"Silahkan masuk" kata suster itu.


Aku masih bisa mendengar suara tangis selir itu dari dalam,aku sangat berterima kasih karena tuhan berpihak padaku. Amanda divonis mandul, ada rasa iba dihatiku mendengar apa yang terjadi dengannya. Amanda dan bimo keluar dengan wajah sedih, lalu aku pun masuk karena namaku dipanggil.


"Apa kabarmu nyonya"


"Baik dokter"


"Ayo saya periksa silahkan naik"


"Maaf sebelumnya dokter apa yang terjadi dengan wanita tadi? "


"Anda mengenalnya? "


"Dia maduku"


"Aah begitu... dia mandul"


"Aku ikut prihatin dokter"


"Kau wanita yang baik nyonya" aku hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan dokter itu.

__ADS_1


Setelah selesai kini giliran mama susan yang diperiksa, aku pun menunggu diluar.Setelah membayar biaya pemeriksaan itu kami pun pulang, setibanya kami dirumah aku dan mama susan dibuat terkejut dengan kehadiran bimo.


"Setelah anak yang ada diperutmu itu lahir aku akan membawanya untuk tinggal bersama kami"


"Tidak ini anakku dan tetap akan bersamaku"


"Aku papanya aku lebih berhak"


"Apa kau tidak malu berani berkata seperti itu? dimana kau saat aku membutuhkanmu? kau bisa mengantar wanita itu untuk memeriksa kandungannya sedangkan aku pergi pergi bersama mama"


"Tidak perlu cengeng, ini bukan pertama kalinya bagimu beda dengan amanda ini pengalaman pertama dia"


"Terserah sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan anakku padamu"


"Jangan egois lily amanda mandul, kau bisa hamil lagi karena kau wanita yang subur"


"Cih.. aku pun sudah tidak sudi menyentuhmu, kau itu bekas pria lain yang aku terima dengan lapang dada"


Plak!! aku menampar wajah bimo dengan keras.


"Jaga mulutmu itu, kau sudah tahu aku ini janda tapi kau tetap mengejarku dan sekarang kau menghinaku"


"Terserah kau saja aku akan mengambil anakku itu"


"Aku pastikan aku akan menjauhkanmu darinya"


Aku pun masuk kedalam tanpa memperdulikan bimo, pintu kamar aku kunci.Duduk diam dikamar sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi kegilaan bimo. Pintu kamarku diketuk mama susan yang pun memanggilku untuk membukakan pintu, dengan cepat aku membuka pintu.

__ADS_1


"Bimo sudah pergi, mama tadi marahin dia"


"Lalu apa katanya? "


"Dia hanya diam"


"Apa dia gila ingin mengambil anakku untuk diberikan ke wanita itu? "


"Biar nanti papa yang akan menasehatinya"


"Aku akan pergi sebelum anakku lahir, aku tidak sudi maduku yang akan membesarkan anakku"


"Jangan pergi nak, jangan terbawa emosi"


"Aku tidak rela ma berpisah dengan anakku dan membiarkan maduku yang akan merawatnya"


"Mama mengerti bagaimana perasaanmu tapi percayalah kami akan melindungimu"


"Terima kasih ma"


"Jaga kandunganmu jangan stress.. mengerti? "


"Aku mengerti ma"


"Ya sudah mama dikamar kalau kau butuh sesuatu"


"Baik ma"

__ADS_1


Aku senang karena keluarga bimo memihak padaku, bimo terus menghubungiku membujukku agar menyerahkan anakku. Begitu juga dengan wanita yang tidak tahu malu itu, setelah mengambil suamiku kini dia ingin mengambil anakku. Aku terus memaki kedua manusia yang tidak tahu malu itu...


__ADS_2