Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Perhatian bimo...


__ADS_3

Aku yang sedang menggoreng ikan terus memperhatikan bimo yang dengan cekatan memotong sayur,bimo cukup handal untuk urusan memasak. Karena aku tidak berhati-hati tanganku pun menyentuh penggorengan dan langsung melepuh.


"Aaauhh... kataku. lalu meniup jariku"


"Biar aku lihat" bimo pun meraih tanganku lalu dicucinya dengsn airkan sambil meniup-niup tanganku.


"Biar aku saja bim"


"Dimana kotak P3K? "


"Ada di ruang tamu didekat tv"


"Tunggu disini" bimo pun keluar lalu kembali dengan membawa kotak P3K.


"Biar aku saja bim"


"Diamlah biar aku obati"


"Sudah bim ikanku nanti hangus"

__ADS_1


"Duduk saja disini biar aku yang masak" bimo pun melanjutkan kembali kegiatan memasaknya, sedangkan aku hanya duduk diam memperhatikan laki-laki yang menaruh hati padaku.


"Maaf aku merepotkanmu" kataku setelah bimo duduk dihadapanku dengan makanan telah tertata rapi dimeja.


"Aku senang bisa melakukan ini, ayo kita makan"


"Nasinya bim? "


"Astaga aku lupa, sebentar ya" bimo pun mengambil nasi yang tadi telah aku masak,kami pun makan bersama dan aku sangat menyukai masakannya.


"Masakanmu enak sekali bim, dari mana kau belajar masak? "


"Wanita yang menjadi istrimu wanita yang sangat beruntung karena bisa merasakan masakanmu" kataku lalu menyendokkan nasi ke mulutku.


"Aku harap kau lah wanita itu" kata bimo. aku pun tersedak mendengar apa yang dikatakan bimo.


"Kenapa sampai tersedak, ayo minum air ini"


"Terima kasih bim"aku pun meneguk segelas air yang bimo berikan.

__ADS_1


"Kata-kataku tadi membuatmu terkejut ya? maaf ya.."


"Tidak apa-apa bim"aku pun menghapus sisa air yang tersisa disudut bibirku.


"Aku serius lily aku menyukaimu dan aku akan menunggu sampai kau siap menerimaku" kata bimo dengan masih berjongkok disamping tempatku duduk.


"Aku.. aku.. " tiba tiba saja bimo mendekat lalu mencium bibirku. aku pun larut dalam ciumannya sesekali aku membalas panutan bibirnya.


"Tidak perlu dijawab sekarang" bimo pun mencium keningku lalu kembali ke tempatnya semula duduk didepanku


Kami pun hanya diam melanjutkan makan kami, bimo dengan cekatan membersihkan semua piring kotor dan menyuruhku hanya duduk diam saja bak seorang ratu. Dalam hatiku aku berkata "duh belum jadi istrinya saja aku sudah diperlakukan kayak putri bagaimana kalau jadi istrinya ya? "


Aku tidak mau tinggal diam, aku pun bangun membuat dua cangkir minuman setelah terlebih dahulu menanyakan bimo mau disuguhin minuman apa? aku pun menyeduh kopi 2 gelas untukku dan untuk bimo. Aku pun meletakkan kopi dimeja depan dan menunggu bimo yang masih sibuk mencuci piring kotor bekas makan kami.


"Kapan ya aku bisa merasakan duduk berdua bersama pasanganku menikmati waktu berdua seperti sekarang ini? " kata bimo lalu menyeruput kopi buatanku.


"Bagaimana? enak? "


"Rasanya pas sesuai seleraku"

__ADS_1


Kami pun mengobrol hingga jam menunjukkan pukul sepuluh malam, bimo pun berpamitan dan aku mengantarnya ke depan. Bimo mencium keningku aku pun hanya diam,lalu melambaikan tangan ke arahnya yang berjalan pergi dari apertemenku. Setelah bimo pulang aku pun memegang pipiku yang terasa panas karena menahan malu karena bimo menciumku tadi. Aku bagai anak ABG yang baru mengenal cinta, aku pun segera membawa gelas kotor bekas kopi ke dapur lalu mencucinya hingga bersih lalu segera masuk ke kamarku untuk membersihkan mukaku lalu bersiap untuk tidur setelah terlebih dahulu mandi dan mengganti pakaianku.


__ADS_2