Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Sabrina beranjak remaja...


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat anakku sabrina telah beranjak remaja,sabrina bahkan bercerita kalau ada seorang anak pria yang ia sukai.Tidak sedikit kakak kelasnya juga mengungkapkanisi hatinya baik secara langsung mau pun lewat surat.Aku berusaha menjadi teman sekaligus ibu baginya agar aku bisa mengetahui dengan siapa saja dia bergaul dan apa yang anak remajaku rasakan selama dia mengalami pubertas.Hari ini aku yang baru saja kembali dari acara pertemuan dengan temanku ditengah jalan aku melihat sabrina sedang berbicara dengan seorang pria dan dari yang aku lihat sabrina merasa tidak nyaman berada didekatnya.Aku pun segera turun dari mobilku lalu segera menghampiri anakku.


 


"Sabrina" kataku.


"Mama" katanya berlari kearahku.


"Apa yang kalian lakukan disini?kenapa tidak langsung pulang nak?" tanyaku lalu mengarahkan pandangan mataku ke anak remaja yang bersama sabrina.


"Ini juga aku mau pulang kok ma"


"Sa-saya permisi tante" anak laki-laki itu pun segera pergi setelah aku mengangguk.


"Siapa dia?" tanyaku ke sabrina.


"Dia teman sekolahku ma,dia menemuiku karena ingin mengungkapkan perasaannya padaku"


"Lalu?" tanyaku lagi.


"Kita bicara dimobil saja ma"


"Baiklah ayo kita masuk ke mobil mama" ajaku.


 


Sabrina pun menceritakan semuanya padaku,aku lega karena anakku menolak pria tersebut dengan alasan mau fokus sekolah.Aku pun tersenyum namun aku tetap memberi nasehat agar anakku tidak memikirkan yang namanya pacaran.Sabrina anak penurut,setiap harinya sepulang sekolah dan setelah makan siang dia akan kembali ke kamarnya dan menghabiskan waktunya dikamar untuk belajar.

__ADS_1


 


Akhir pekan bimo datang kebutik untuk menjemput anak-anak untuk bermalam di rumahnya,aku melihat mantan asistenku itu juga ikut dan sekarang dia tengah mengandung.Setelah berpamitan bimo pun membawa anak-anak masuk ke mobilnya dan dalam waktu singkat mobil yang mereka tumpangi telah menghilang dari pandanganku,aku pun segera masuk untuk meneruskan pekerjaanku yang tertunda.


 


Hari ini merupakan hari yang sangat mengejutkan bagiku karena sabrina pulang kerumah dalam kondisi memar disekujur tubuhnya lalu menangis dieplukanku dan mengadukan semua apa yang baru saja dia alami.Aku yang marah langsung melaporkan perbuatan anak-anak nakal itu ke pihak berwajib dengan ditemani okan dan pengacara yang akan mendampingiku.


 


"Mama.." sabrina pun langsung memelukku dengan wajah memarnya.


"Sabrina..apa yang terjadi nak?" kataku sambil membelai kepala anakku tentunya dengan tangan gemetaran.


"Aku dikeroyok ma,mereka juga mengambil uang sakuku" kata sabrina sambil menangis.


"Kakak kelasku ma" kata sabrina menghapus air matanya.


"Biar mama lihat bagian mana saja mereka memukulmu?" aku pun memeriksa sekujur tubuh sabrina dan setelah melihat sekujur tubuh anakku,aku pun menangis lalu menghubungi pengacaraku dan okan agar datang menjemputku dan sabrina yang harus mendapatkan perawatan dirumah sakit sekaligus melakukan visum.


 


Setibanya okan dan menemui kami ruang kerjaku dengan wajah terkejutnya okan berdiri menatap kondisi putriku yang sekujur tubuh babak belur,tanpa membuang waktu kami pun segera berangkat kerumah sakit.Dengan ditemani okan dan pengacara aku pun membuat laporan dikantor polisi atas apa yang menimpa anakku sabrina,aku pun segera kembali kerumah sakit untuk melihat kondisi sabrinayang aku lihat sudah semakin membaik.


 


"Sabrina bagaimana keadaanmu nak?" tanyaku yang telah duduk disamping sabrina yang tengah berbaring.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja ma,bagaimana apakah mereka sudah ditangkap ma?" tanya sabrina,


"Mereka sedang diperiksa pihak kepolisian,mama tidak akan memberi mereka ampun nak karena berani melukai anak mama yang berharga ini " kataku sambil menggenggam tangan sabrina.


"Terimakasih ma" kata sabrina tersenyum.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2