Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Bertemunya anak-anak dengan rai...


__ADS_3

Hari yang ditunggu pun tiba, aku datang mengunjungi rai dengan membawa kedua anakku. Melihat rai keluar anak-anak langsung berlari mengejar rai, kedua anakku pun berhamburan memeluk rai.


"Dad..." kata anak-anak langsung berlari ke arah rai.


"Sayang.. anak-anakku" rai pun mendekap kedua anaknya.


"Kemarilah duduk disini" kataku.


"Ayo kita kesana" ajak rai.


Pertemuan yang mengharukan,namun inilah yang harus kami jalani. Setelah waktu berkunjung telah habis aku dan anak-anak pun berpamitan lalu menuju kerumah kediaman orang tua rai. Anak-anak aku biarkan menghabiskan waktu melepas rindu dengan kakek dan neneknya,aku pun kembali ke butik.


Aku yang telah menjemput kedua anakku dari kediaman kedua orang tua rai merasa curiga dengan perubahan sikap kedua anakku terutama anak sulungku. Dia lebih banyak diam dan itu membuatku merasa ada yang tidak beres dengannya, setiap kali aku menanyakan dia akan menjawabnya tidak ada apa-apa.


Aku maklumi mungkin dia merasa sedih karena saat ini rai berada didalam penjara,dari dalam hatiku aku berbicara sendiri dan berharap suatu hari nanti kau akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi nak...


Aku yang sedang meamun di ruang kerjaku dikejutkan dengan kedatangan ranti yang berpamitan akan pindah keluar negeri bersama anaknya. Ranti akan memulai kehidupan barunya ditempat yang baru, aku memberinya dukungan atas keputusannya itu.


"Sering-seringlah menghubungi dan mbak berharap kau akan menjadi wanita sukses disana" kataku dengan menggengam kedua tangannya.

__ADS_1


"Aku akan sering mengirimi mbak kabar kalau aku sudah disana nantinya, aku tidak akan melupakan mbak" jawab ranti.


"Mbak harap doakan kau bertemu dengan pria yang baik yang bisa membahagiakanmu disana" kataku lalu memeluk ranti.


"Terima kasih mbak, lalu bagaiman hubungan mbak dengan okan? "


"Kami hanya berteman" jawabku.


"Okan benar-benar mencintai mbak dan okan pria yang baik mbak" kata ranti.


"Mbak tahu tapi mbak masih ingin sendiri" jawabku.


Setelah ranti berpamitan dan mobilnya telah menghilang dari pandanganku,aku pun segera masuk ke ruang kerjaku. Dengan ditemani secangkir kopi dan music kesukaanku aku pun duduk bersandar sambil melamunkan apa yang dibicarakan ranti tentang okan yang menyukaiku.


"Apa kau punya waktu? " kata okan yang berdiri dipintu.


"Aku punya banyak waktu,masuklah" kataku menegakkan dudukku.


"Ikut denganku kesuatu tempat" okan menarik tanganku.

__ADS_1


"Jangan tarik-tarik aku bisa jalan sendiri" protesku.


"Baik tasmu sudah ada ditanganku ayo jalan" kata okan dengan berjalan didepanku.


"Pemaksaan" kataku sambil mematikan ac dan lainnya.


Aku pun menuruti kemauan okan yang telah menungguku dimobil. Aku duduk tepat disampingnya dan hanya diam ketika mobil sudah melaju, aku tidak tau pria berkepala plontos ini akan membawaku kemana dan entah sejak kapan dia memotong rambutnya itu. Tapi jujur dia terlihat tampaj dengan potongan rambut seperti itu...


"Kita mau kemana? " tanyaku dengan melirik kearahnya.


"Diam saja dan jangan banyak tanya" kata okan.


"Iish kau ini.. " kataku.


"Jangan banyak protes atau aku akan menciummu" ancam okan.


"Oke.. oke aku akan diam" kataku dengan melipat kedua tanganku didada.


Tanpa terasa kani telah tiba ditempat tujuan. Bukan pantai atau pun tempat wisata didaerah pegunungan kami tiba di hotel mewah.

__ADS_1


__ADS_2