Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Reunian...


__ADS_3

Aku pun tiba di acara reunian,tanpa sengaja aku menabrak seseorang.aku pun meminta maaf tanpa melihat ke arahnya.


 


"Maaf aku tidak sengaja"


"Lily apa kabar senang bertemu denganmu"


"Ambar"


"Iya aku ambar"


"Kamu banyak berubah ya"


"Berubah makin ganteng maksudmu?" kata amber lalu tertawa setelah memuji dirinya sendiri.


"I-iya jawabku" lalu tersenyum ke arahnya.


"Ayo kita duduk disana" ajak ambar.


 


Aku menikmati acara reunian itu karena aku bertemu dengan teman sekolahku dulu,ternyata bukan hanya aku yang gagal dalam rumah tangga.Beberapa temanku juga kandas rumah tangganya,salah satunya adalah ambar duda sukses tanpa anak.Istrinya berselingkuh dan hamil dari hubungan gelapnya.Aku ikut prihatin atas apa yang terjadi dengannya,semenjak pertemuan itu aku dan ambar pun rutin bertemu.Hubunganku dengannya pun semakin dekat,bahkan ambar dengan mudahnya akrab dengan anak-anak.Dalam hatiku mungkin anak-anakku rindu akan sosok papanya yang sudah lama tidak mereka temui karena sedang menjalani hukumannya di penjara.


 


Untuk pertama kalinya aku dan keluargaku berwisata bersama ambar yang juga mengajak mamanya,kami pun menikmati acara itu.Aku dan ambar pun berjalan beriringan di pinggir danau menikmati udara sejuk dengan pemandangan yang sangat indah,aku sangat berterima kasih karena tuhan menciptakan itu semua dengan sempurna.


 


"Udaranya bersih ya" kata ambar membuka pembicaraan.


"Hmm.."jawabku.


"Apa kau tidak berencana menikah lagi?"


"Aku belum memikirkan itu" jawabku seadaanya.

__ADS_1


"Jangan terlalu menutup diri" kata ambar.


"Aku tidak menutup diri"


"Apakah kau mau menerimaku?"


"Apa?" tanyaku.


"Menikahlah denganku"


"Beri aku waktu untuk memikirkannya"


"Baik aku tunggu sampai kau siap"


 


Setelah kembali ke rumah aku terus memikirkan apa yang dikatakan ambar,aku yang tidak memiliki perasaan sedikit pun padanya terus memikirkan bagaimana caranya menolak ajakan menikahnya karena aku merasa nyaman dengan hanya berteman dengannya.


 


Ambar pria yang baik,setiap harinya dia selalu mengingatkanku agar menjaga kesehatanku bahkan ambar selalu mengirimkanku makan siang yang secara khusus mamanya masak untukku.Aku pun merasa tidak nyaman dengan perlakuannya yang menurutku terlalu berlebihan caranya mendekatiku,aku pun mengucapkan terima kasih atas kiriman makanan dan aku pun melarangnya agar tidak mengirim apa pun untukku.


 


"Bukan begitu aku hanya tidak enak terus-terusan menerima makanan darimu"


"Kalau begitu masaklah untukku"


"Apa?"


"Masaklah untukku,maksudku jadilah istriku"


"Kau mulai lagi ambar" balasku lewat pesan singkat.


"Maaf...aku masih setia dan sabar menunggu jawabanmu atas lamaranku"


"Jangan menungguku"

__ADS_1


"Kau menolakku?"


"Aku tidak menolakmu hanya saja aku tidak ingin kau menungguku karena aku sendiri tidak tahu sampai kapan aku akan memikirkan ini semua"


"Aku tidak perduli dan aku akan tetap menunggumu"


"Aku harus segera kembali bekerja nanti kita lanjutkan lagi setelah aku selesai bekerja"


"Oke" jawab ambar singkat.


 


Aku pun memijat keningku yang terasa sakit karena memikirkan tawaran dari ambar yang mengajakku menikah,setelah aku pulang dari kantor aku pun mencari mama dan menceritakan semuanya.Mama mendukung apa pun keputusanku,mama tidak sekedar orang tua yang melahirkanku tapi mama sudah seperti teman bagiku.


"Mama akan mendukung apa pun keputusanmu asal kamu bahagia nak"


"Terima kasih ma" aku pun memeluk tubuh mama.


"Terus terang mama menyukai ambar,dia pria yang baik dan menyayangi anak-anakmu"


"Mama benar,ambar begitu mudahnya dekat dengan anak-anak"


"Ya sudah mama mau menyiapkan makan malam"


"Aku bantu ma"


"Tidak usah kamu sudah capek seharian bekerja,istirahatlah"


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2