
Hari ini kami menghabiskan waktu berdua yang dimana aku dan bimo memutuskan untuk tidak berangkat kerja untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak. Bimo yang sedang berbaring di pahaku yang dijadikan bantal terus memperhatikan anak-anak yang sedang bermain bersama pengasuhnya.
Sore hati bimo pamit pulang kerumah ranti,bimo tidak tega meninggalkan ranti yang sedang mengandung sendirian dirumah dan aku mengijinkannya untuk pulang. Setelah mengantarkannya ke depan rumah aku pun masuk ke kamar memriksa ponselku yang sedari tadi aku letakkan ditasku.
Ada begitu banyak pesan yang masuk dari akon,aku pun membalas pesan singkatnya dan menceritakan kedekatanku dengan bimo dan memintanya menjauhiku karena bimo cemburu. Okan senang mendengar apa yang aku sampaikan walau pun dia harus mengorbankan perasaannya.
Seperti biasanya hari ini aku berangkat ke butik, tepat dijam makan siang bimo datang kebutik lalu mengajakku makan siang bersama dihotel karena dia juga ada janji bersama rekan bisnisnya. Setelah pertemuan selesai kami tidak langsung kembali bekerja, bimo mengajakku bermalam dihotel itu.
"Hari ini kita bermalam disini ya, aku sudah menitipkan ranti ke rumah orang tuanya"
"Baiklah kalau itu maumu, anggap saja ini bulan madu kita" jawabku.
Kami pun tiba didalam kamar, kamar yang mewah.Siang itu kami melakukannya kembali dan tertidur dengan saling berpelukan. Kami terbangun dan jam menunjukkan pukul delapan malam, aku pun bergegas mandi karena merasa lapar dan mengajak bimo untuk makan di luar.
__ADS_1
Kami seperti pasangan yang dimabuk asmara,bimo sudah kembali seperti dulu lagi dan aku sangat senang dengan perubahan sikapnya. Didalam hati aku merasa senang bisa dekat dengan okan yang ternyata menyulut api cemburu bimo dan itu membuatnya kembali bersikap baik padaku setelah melihat kedekatanku dengan saudara dari istrinya itu. Kecembuaruan bimo membawa keberuntungan bagiku yang dimana kami kembali menjadi dekat.
"Aku sudah mengirim uang kerekeningmu" kata bimo setelah meletakkan ponselnya dimeja.
"Bukankah diawal bulan kau sudah mengirimnya bim? " tanyaku.
"Aku sengaja mengirimkannya lagi, nikmatilah uang pemberianku belanja sesuka hatimu atau kau bisa kesalom untuk merawat diri dan kecantikanmu"
"Dan itu karena ulahku" kata bimo berbisik ditelingaku.
Kami kembali ke hotel, tidak untuk melakukan hubungan suami istri.Kami hanya nonton bersama dan bercerita tentang bisnis yang aku geluti saat ini. Bimo mendukungku dan berjanji akan memberiku modal agar aku bisa mengembangkan usahaku itu.
Pukul 10 pagi kami pun keluar dari hotel dan bimo pun mengantarku kesalon lalu berangkat ke kantornya dan berjanji akan menjemputku disalon setelah aku selesai melakukan perawatan. Bimo menepati janjinya setelah aku menghubunginya tidak lama kemudia bimo tiba disalon.
__ADS_1
"Kau cantik sekali sayang" bimo pun memujiku.
"Kau merayuku bim? "
"Tentu saja karena kau istriku"bimo pun tersenyum lalu melajukan mobilnya.
Aku melanjutkan pekerjaanku di butik setelah bimo kembali ke perusahaannya karena siang ini dia ada rapat. Hari ini aku sibuk sekali karena ada begitu banyak pakaian yang masuk kebutikku.
"Kita harus menambah pegawai" kataku ke pegawai yang membantuku menyusun pakaian yang baru saja tiba.
"Ibu benar karena butik ini semakin ramai dan kami kewalahan"
"Apa kau mempunyai kenalan yang bisa bekerja disini sampai sore?" tanyaku.
__ADS_1