Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Cemburu...


__ADS_3

Setelah berada di tempat sepi aku pun menghempaskan tangan bimo agar melepas tanganku,aku pun mengelus tanganku yang terasa sakit akibat cengkraman tangan bimo yang sangat kuat itu....


 


"Lepaskan bim..."


"Aku sudah memperingatkanmu agar tidak datang,kenapa kau tidak mendengarkan perintahku?"


"Ranti yang mengundangku dan aku telah berjanji akan datang"


"Kau bisa saja tidak datang dengan mengatakan kau sibuk atau apalah" kata bimo tampak frustasi.


"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kau katakan aku mau pergi"


"Mau kemana kau hah?" bimo pun kembali menarik tanganku.


"Aku mau kembali menemui temanku"


"Apa hubunganmu dengannya hah?"


"Apa maksudmu?" tanyaku kembali.


"Apa kau pikir aku tidak melihat kau sedari tadi tersenyum dan tertawa padanya?"


"Kau cemburu?" tanyaku mengejek.


"Tentu saja kau istriku aku berhak untuk cemburu"


"Jadi benar kalian suami istri?" suara ranti mengejutkan kami.


"Sayang nanti aku jelaskan kembali ketempatmu"

__ADS_1


"Aku mau kau menjelaskan ini semua sekarang juga,disini" kata ranti.


"Wanita ituadalah istri pertamanya" kata okan.


"Apa benar itu bim?" tanya ranti.


 


Keributan pun terjadi,okan pun menarik tangankupergi dari tempat itu meninggalkan bimo dan ranti yang sedang bertengkar.Aku hanya menurut dan mengikuti langkah okan yang membawaku pergi,kami pun meninggalkan gedung pernikahan dengan menggunakan mobil okan.Sepanjang perjalanan aku hanya diam saja begitu juga dengan okan yang berkonsentrasi dibalik kemudi,tanpa terasa kami telah berada di pantai.


 


"Turunlah kita sudah sampai" kata okan.


"Baik" jawabku lalu turun.


"Kau bisa cerita apa pun padaku" kata okan,belum sempat aku menjawab perkataan okan ponselku berdering dan itu panggilan dari bimo namun okan merebut ponselku lalu mematikannya lalu disimpan disaku celananya.


"Dia memang payah" jawabku sambil tersenyum.


"Ayo kita kesana" okan menggandeng tanganku ketempat yang nyaman untukkami mengobrol.


 


Aku pun menceritakan semua ke okan tanpa ada yang aku rahasiakan darinya,dari awal aku kejakarta sampai sekarang ini aku menjalani rumah tangga dengan bimo.Pria yang duduk didepanku itu hanya diam mendengarkan kisahku,kisah yang aku ceritakan padanya ibarat seorang ibu yang sedang mendongeng untuk anaknya sebelum tidur.


 


"Ayo kita pulang,anakku menunggu dirumah" kataku.


"Aku akan mengantarmu sampai rumah"

__ADS_1


"Tidak perlu aku bawa mobil tadi"


"Aku akan menyuruh bawahanku untuk mengambil mobilmu dan mengantarkannya sampai didepan rumahmu,berikan kunci mobilmu"


"Baiklah kalau begitu" aku pun menyerahkan kunci mobilku.


 


Aku tiba dirumah yang mewah itu dengan disambut asisten yang mengasuh anak-anakku,sedangkan kedua mertuaku itu belum kembali.Setelah aku membersihkan diri aku pun menyuapi anak pertamaku bersama bimo,lalu aku pun bermain sebentar  dikamar anakku,ponselku berdering,okan yang menghubungiku kalau orang kepercayaannya sedang menuju kerumah mengantarkan mobilku.Bersamaan mobilku tiba mobil papa mertuaku pun tiba bersama mama susan...


 


"Papa tunggu didalam" kata papa mertua.


"Baik pa nanti aku menyusul" jawabku.setelah menerima kunci mobilku aku pun segera menemui papa mertuaku itu.


"Papa minta maaf atas kelakuan bimo,bukan kami tidak berada dipihakmu dan merahasiakan ini semua tapi.." kata papa mertua.


"Tidak apa papa ak mengerti"


"Mama harap kalian jangan bercerai apa pun yang terjadi dan tetaplah tinggal bersama kami disini"


"Akan aku pikirkan ma karna aku tidak bisa memutuskannya saat ini"


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2