
Bimo duduk bersebelahan dengan amanda yang tertunduk malu tidak berani melihat kearah rina mamanya bimo, semua itu ia lakukan agar semua terlihat natural dalam peranannya mengelabui bimo.
"Kau harus bertanggung jawab bim, nikahi amanda"
"Aku pasti akan bertanggung jawab ma, aku tidak mungkin lari"
"Nikahi amanda sekarang juga"
"Tapi ma aku butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya apa lagi aku ada istri yang sedang mengandung, aku tidak mau sampai lily tahu"
"Kalian bisa menikah secara siri, sudah biar mama yang akan menyiapkan semuanya dan kau amanda bawa kami untuk bertemu dengan kedua orang tuamu"
"Baik tante"
"Tapi ma kenapa secepat ini? "
"Apa kau mau menunggu sampai perut amanda membuncit baru kau akan menikahinya? mau ditaruh dimana muka mama? "
"Terserah mama sajalah yang jelas aku tidak mau sampai lily tahu"
"Mama akan menutup rapat masalah ini, ayo kita makan setelah ini kita kerumah amanda untuk melamarnya" rina pun berjalan menuju keruang makan.
"Mas.. aku takut bagaimana ini? "
"Ini sudah terjadi aku akan bertanggung jawab dan kita akan menikah secara siri"
"Aku tidak masalah asal kau menikahiku"
__ADS_1
"Ayo kita makan setelah itu kita bersiap ke rumahmu, mas akan melamarmu"
Setelah selesai makan tanpa membuang waktu bimo dan rina segera berangkat kerumah kedua orang tua amanda yang tidak jauh dari rumah rina. Setelah menceritakan apa yang terjadi dan menceritakan status bimo akhirnya keluarga amanda pun menyetujui pernikahan siri itu dan kedua belah pihak setuju pernikahan digelar hari sabtu.
Bimo pun kembali ke perusahaan lalu setelah tiba bimo pun mencari keberadaan papanya yang sedang bekerja itu. Bimo masuk dengan wajah gusar binggung bagaimana menjelaskan masalah yang tengah dihadapinya itu.
"Papa.. bisa bimo bicara sembentar? "
"Bicaralah"
"Pa..bimo sudah berbuat salah"
"Apa maksudmu? " bimo pun memceritakan semua masalahnya dari awal sampai akhir.
"Bimo harap papa merahasiakan ini dari lily dan aku harap papa bisa menghadiri pernikahan kedua bimo"
"Terima kasih pa.. bimo tahu bimo salah sudah masuk jebakan mama"
"Dasar perempuan licik"
"Pa.. tolong rahasiakan ini dari mama susan, mama susan sangat dekat dengan lily aku takut rahasia ini akan bocor"
"Papa akan merahasiakannya tenanglah"
"Bimo akan membuat alasan keluar kota agar lily tidak curiga dan bimo harap papa berkata yang sama"
"Berapa hari kau akan bersama wanita itu? "
__ADS_1
"Cuma tiga hari pa"
"Baiklah semua sudah terjadi dan papa bangga kamu pria yang bertanggung jawab"
"Terima kasih pa sudah mengerti bimo, sekali lagi bimo minta maaf"
"Papa sudah memaafkanmu nak kembali bekerja"
"Baik pa"
Sementara lily yang sedang berada dirumah sedari pagi perasaannya tidak enak, entah apa yang sedang mengganggu pikirannya sehingga tanpa sadar dia menjatuh gelas yang ada ditangannya.
"Lily kau kenapa nak? "
"Aah mama aku tidak apa-apa aku hanya kurang hati-hati saja"
"Diam disana biar mama panggil asisten".
"Baik ma"
"Ayo kemarilah biar mereka yang akan membersihkannya"
"Ma.. perasaanku tidak enak, aku terus kepikiran bimo"
"Sayang bimo sedang bekerja di kantor, itu cuma perasaanmu saja atau mungkin itu hormon kehamilanmu saja"
"Aku harus menghubungi bimo, aku ingin memastikan sendiri kalau bimo baik-baik saja"
__ADS_1