Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Merasa kehilangan.


__ADS_3

Beberapa hari tidak bertemu dengan okan dan tidak bertukar kabar dengannya membuat aku merasa kehilangan,entah dimana pemuda itu berada.Aku mulai memikirkan hal yang aneh-aneh karena okan menghilang,aku seperti wanita yang kehilangan kekasihnya.Ingin rasanya aku menghubunginya namun aku kembali meletakkan ponselku karena aku takut okan akan salah paham.


 


Sepekan berlalu tanpa okan dan aku mulai terbiasa menjalani aktifitasku,aku pun semakin sibuk dengan urusan dibutik yang dimana penjualanku meningkat.Bimo datang ke kantorku dengan tujuan akan mengajakku dan anak-anak untuk berlibur diakhir pekan yang tentu saja tanpa ranti wanita yang baru saja dinikahinya.


 


"Aku ingin mengajak anak-anak liburan akhir pekan ini"


"Kau bisa membawa mereka bersamamu"


"Tidak kau harus ikut"


"Bagaimana dengan ranti?"


"Ranti tidak ikut dan ini juga atas saran dia"


"Baiklah aku akan menyiapkan semuanya,kita akan kemana?"


"Terserah kau saja" jawab bimo.


"Kau saja yang memutuskan,kabari aku kalau kau sudah mengetahui akan mengajak anak-anak kemana"


"Baiklah aku akan menghubungimu" bimo pun pergi.

__ADS_1


 


 


Hari yang ditunggu pun tiba kami pun berlibur yang tentu saja para pengasuh ikut serta karena aku tidak sanggup harus menjaga ketiga buah hatiku tanpa bantuan pengasuh.Sementara butikku aku serahkan ke pegawaiku karena kau berlibur juga tidak lama dan akan segera kembali diminggu sore.Acara liburan itu tidak membuat hubunganku dengan bimo membaik,kami bagaikan orang asing.


 


"Aku tidak mampir karena ranti menungguku" kata bimo aku pun mengangguk lalu turun dari mobil.


"Sampaikan salamku pada ranti"


"Sepertinya kalian menjalin hubungan dengan baik" kata bimo dengan menatap kearahku.


"Lalu apakah kami harus bermusuhan?"


"Adil seperti apa bim?sudahlah jangan bercanda kembalilah rantimu sudah menunggu" aku pun menutup pintu mobil lalu masuk kedalam rumah..


 


 


Aku pun memeriksa ponselku,tidak ada satu pun notifikasi dari okan,aku pun memberanikan diri menghubunginya namun ponselnya tidak aktif.Aku pun mengiriminya pesan singkat namun tidak ada balasannya mengingat poselnya sedang tidak aktif aku pun meletakkan ponselku kembali.Aku pun beristirahat karena merasa lelah selama perjalanan pulang,sedangkan ketiga anakku tidur dikamar berbeda bersama pengasuhnya.


 

__ADS_1


 


Aku menjalani hari-hariku tanpa hadirnya okan yang sudah menghilang bagaikan ditelan bumi,aku pun mulai menduga kalau okan kecewa karena aku menolaknya.Dugaan lain pun hadir didalam pikiranku kalau okan sudah bertemu dengan wanita lain dan melupakanku namun aku senang karena aku tidak harus pusing menghadapi permasalahan yang akan datang.Aku pun ke cafe karena aku ingin menikmati makan disana sekaligus ingin bernostalgia mengingat kenanganku bersama okan.Aku pun mulai menikmati makanan yang tersaji didepanku namun saat aku ingin menyendokkan makanan di mulutku aku dikejutkan dengan kedatangan okan..


 


"Okan.." kataku.


"Kenapa wajahmu seperti itu?"


"Apa yang kau lakukan disini?dan kemana saja kau selama ini?"


"Kau merindukanku?aku sedang patah hati karena kau menolakku" kata okan memegang dadanya menunjukkankalau hatinya sedang sakit dan kecewa aku pun tertawa melihat tingkah lakunya.


"Ngaco deh" kataku lalu menyendokkan makanan kemulutku.


"Akui saja kalau kau merindukanku" ledek okan.


"Apa kau sudah makan?" tanyaku.


"Belum..beri aku makananmu itu aku sangat lapar dan tersiksa" aku pun kembali tertawa melihat tingkah laku okan itu.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2