
Keesokan harinya papa mertuaku menghubungiku dan dengan sombongnya dia menawarkanku sejumlah uang agar aku menyerahkan hak asuh anak. Aku pun menolak dengan halus dan akan tetap memperjuangkan hak asuh anak ada ditanganku.
"Katakan berapa yang kau inginkan?" kata papa mertuaku lewat sambungan telepon.
"Uang bukan segalanya bagiku pa.. anak-anakku jauh lebih berharga dari apa pun" jawabku.
"Sombong kamu, kau menikahi anakku karena mengetahui dia pewaris tunggalkan? "
"Saat ini bimo bukan lagi pewaris tunggal karena ada anak papa dari mama susan, bukankah itu berarti bimo bukan pewaris tunggal? " tanyaku dengan nada mengejek.
"Kau.. "
"Aku tutup teleponnya ya pa.. "
"Tunggu dulu, kau tidak akan bisa memenangkan kasus ini"
"Kita lihat saja ya pa siapa yang akan menang, karena aku juga bukan lawan yang lemah itu sebabnya jangan remehkan aku mengingat bimo bukan pria setia" aku pun langsung menutup sambungan telepon.
Aku pun keluar dari ruang kerjaku lalu dengan kunci ditanganku aku pun naik kelantai atas menemui mama dan anak-anakku. Aku pun menceritakan semuanya sama mama karena hanya mamalah satu-satunya tempatku berbagi cerita.
"Kau harus kuat nak ada mama disini"
__ADS_1
"Terima kasih ma" aku pun memeluk mamaku.
"Lily keluar kau " teriak tante rina.
"Siapa itu nak? "
"Mamanya bimo,ma" aku pun bangun dari dudukku ingin melihat apa mau mereka namun langkahku dicegah.
"Biar mama saja yang akan menghadapinya, sebaiknya kamu rekam saja lewat sambungan ponselmu barang kali itu bisa menjadi bukti untuk melawan mereka"
"Mama benar, aku akan merekam ayo ma" kataku.
"Buka pintunya aku mau mengambil cucu-cucuku" kata tante rina dengan emosi yang meledak-ledak.
"Kau tidak berhak atas cucu-cucuku, pergilah"
"Aku tidak akan pergi, lily kemari kau perempuan ular"
"Terus saja kau memaki anakku, semua itu sudah terekam dan itu akan menjadi bukti untuk melawan kalian dipengadilan karena kalian telah memperlakukan putriku dengan semena mena aku akan menuntut kalian atas perbuatan tidak menyenangkan ini" kata mama yang tentu saja membuat tante rina pucat wajahnya.
"Kau.. " kata tante rina.
__ADS_1
"Aku akan membalas kalian" kata tantw rina lalu pergi.
"Kita berhasil ma merekam semuanya, terima kasih mama"
"Mama tidak akan tinggal diam melihat putri mama diperlakukan seperti ini"
"Aku akan mengirimkan video ini ke pengacaraku ma"
"Bagus nak,cepat hubungi pengacaramu"
"Baik ma"
Aku pun membuat pertemuan kembali ke pengacara yang mengurus perceraianku dengan bimo. Dengan ditemani okan kami pun bertemu di cafe dan tidak lama kemudian maduku pun tiba karena dia juga ingin menggugat cerai bimo. Kami sengaja menggunakan jasa pengacara yang sama untuk melawan bimo nantinya, karena bimo telah menyakiti kami berdua.
Tidak hanya menggugat bimo,maduku pun akan bersaksi kalau bimo kami pergoki dihotel bersama wanita lain dalam kondisi tidak berbusana. Setelah pertemuan kami selesai dan pengacara telah pergi kini tinggallah kami bertiga di cafe.
"Aku tidak menyangka kalian akan bercerai" kata okan.
"Kami juga tidak ingin bercerai keadaan lah yang memaksa kami harus bercerai karena didunia ini tidak ada yang dimadu terus menerus" jawabku.
"Ini pernikahan pertamaku dan aku tidak menyangka aku akan bercerai setelah anak ini lahir" kata ranti.
__ADS_1