Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Sindiran bimo....


__ADS_3

Bimo pun datang kerumah sakit setelah mendapat telepon dari okan yang memberitahukan kalau ranti telah melahirkan. Bimo datang sendiri tanpa istri barunya itu.


"Wah.. wah... kalian akur sekali ya?mantan istriku dan istriku yang sebentar lagi akan bercerai denganku" kata bimo menyindir kami yang ada diruangan tempat ranti dirawat setelah bersalin.


"Kalau kau datang hanya untuk mencari masalah sebaiknya kau pergi" kata ranti dengan wajah kesalnya.


"Bukankah kau yang mengharapkan kedatanganku? " kata bimo lagi.


"Cih.. " hanya itu kata-kata yang terucap dari bibir ranti.


"Ini anakku? kenapa wajahnya berbeda denganku? apa kau yakin ini anakku? " kata bimo lagi.


"Apa maksudmu berkata seperti itu? " tanya ranti dengan air mata yang sebentar lagi akan menetes di pipinya.


"Apa kau yakin ini darah dagingku? " kata bimo.

__ADS_1


"Pergi kau dari sini, kau hanya menggunakan mulut sampahmu untuk menghina istri dan anakmu" okan yang tersulut emosinya pun menarik bimo keluar dari ruang rawat inap ranti.


"Santai bro.. aku juga akan segera pergi dari sini karena aku tidak sudi dan tidak akan mengakui anak itu sebagai anakku"


Bugh!! okan pun memukul wajah bimo dengan keras. aku yang sedari tadi mengikuti mereka pun terkejut dengan apa yang dilakukan okan.


"Kau berengsek,kau bajingan dan kau pengecut" Okan yang aku tarik tangannya agar menjauh dari bimo pun terus memaki bimo.


"Pergilah bim kau hanya membuat onar disini" kataku.


"Itu bukan urusanmu bim, pergilah" kataku lagi.


"Kau menyukai mantan istriku kan? ambillah karena aku sudah berpisah dengannya" kata bimo lalu pergi.


"Ayo okan kita masuk" aku pun menarik tangan okan agar masuk ke ruang tempat dimana ranti dirawat.

__ADS_1


"Aku mendengar keributan diluar, ada apa? " tanya ranti.


Aku pun menceritakan semuanya ke ranti,setelah menceritakan semuanya keranti aku pun berpamitan karena keluarga ranti telah tiba dirumah sakit. Aku harus kembali karena aku harus mengurus butik dan anak-anakku. Okan pun mengantarku pulang, seperti biasa sebelum aku turun dari mobil okan menggengg tanganku sambil mengobrol.


"Sebaiknya kita segera menikah agar aku bisa menjagamu " kata okan.


"Aku belum siap okan, maafkan aku" aku pun menarik tanganku bersiap untuk turun.


"Mau sampai kapan kau menolakku? " kata kata yang diucapkan okan membuatku menghentikan tanganku yang ingin membuka pintu mobil.


"Entahlah, sebaiknya kau cari saja wanita yang pantas untukmu" kataku lalu turun.


"Tapi aku hanya mencintaimu" kata okan setelah dia membuka kaca mobilnya.


Aku pun segera membuka pintu lalu masuk dan mengunci pintu ruko. Masih bersandar dipintu ruko aku berusaha mencerna apa yang dikatakan okan barusan. Aku takut aku akan gagal lagi,aku terlalu takut untuk menerima pria apa lagi kalau harus menikah. Kegagalanku sebelumnya membuatku terauma menjalani rumah tangga lagi.

__ADS_1


Tidak ingin berlarut aku pun segera membersihkan diriku lalu membuka butik,aku menyibukkan diriku dengan mengelolah butik. Hari ini aku kedatangan pelanggan yang dimana dia adalah istri dari pejabat.Aku pun melayani nya dengan baik, mencarikan pakaian yang cocok untuknya dan aku sangat senang karena dia puas dengan pakaian yang ada di butikku. Aku senang karena istri pejabat itu membeli pakaian yang lumayan banyak, setelah mengantarnya sampai di depan pintu dan melihat mobilnya pergi jauh aku pun segera masuk dan tersenyum melihat pegawaiku yang tidak kalah senangnya karena omset hari ini naik.


__ADS_2