Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Ini terlalu cepat...


__ADS_3

Aku pun menolak permintaan papa bimo karena menurutku ini terlalu cepat karena kami baru saja saling mengenal,apa lagi diawal aku sudah mendapat penolakan dari tante rina.Aku menolak dengan cara halus agar tidak menyinggung perasaan bimo dan papanya itu,sementara tante rina menunjukkan rasa tidak sukanya padaku dari caranya menatap ke arahku.


 


"Maaf om menurutku ini terlalu cepat untuk membicarakan pernikahan,aku dan bimo baru saja saling mengenal"


"Semakin cepat semakin baik nak"


"Sudahlah pa dari awal anak ini tidak ada niat untuk menikah dengan bimo,dia hanya ingin memeras anak kita saja"


"Jaga ucapan tante aku tidak seperti yang tante katakan" kataku yang tidak terima dengan apa yang diucapkan tante rina.


"Jaga sikap mama atau papa akan bersikap keras sama mama"


"Papa membelanya?"


"Tentu saja,kalau mama terus-terusan seperti ini papa pastikan kita akan bercerai"


"Papa!!" tante rina pun terkejut lalu pergi meninggalkan meja makan.


"Maafkan tante ya"


"Iya om"

__ADS_1


"Om duluan kalian lanjutkan saja makannya"


"Bim aku mau pulang"


"Ayo aku antar"


 


Aku pun pulang tanpa menawarkan bimo masuk ke dalam,aku sudah terlanjur kecewa dengan sikap mamanya.Aku terus memikirkan langkah apa yang akan aku ambil,hingga menjelang pagi aku pun memutuskan untuk mengundurkan diri lalu kembali ke kota kelahiranku tanpa sepengetahuan bimo.Aku pun mengganti nomor ponselku agar bimo tidak bisa menghubungiku,aku pun mengunjungi makam gerry untuk berpamitan dengannya lalu aku pun segera menuju ke bandara.


 


Aku pun tiba di kota kelahiranku,aku pulang tanpa memberitahukan ke orang tuaku terlebih dahulu rencana kepulanganku ini,aku ingin memberi mereka kejutan,aku pun mengetuk pintu rumah dan tidak lama kemudian pintu pun dibuka.


 


"Aku sengaja ma"


"Kamu ini,ayo mama bantu"


"Terima kasih ma,aku akan menetap disini"


"Oh ya..mama senang dengarnya nak"

__ADS_1


"Aku tidak akan menyusahkan mama,aku akan segera mencari pekerjaan disini"


"Jangan berpikir seperti itu kamu pulang saja mama sangat senang"


 


Dikota kelahiranku ini aku memulai semuanya dari awal lagi,aku bahagia akhirnya aku bsia berkumpul lagi dengan keluarga dan anak-anakku.Aku pun mengirim lamaran dan akhirnya aku diterima bekerja dengan gaji yang lumayan,aku pun bangun pagi karena aku tidak mau dihari pertamaku masuk kerja aku sudah memberikan kesan yang buruk.


 


Aku tidak menyangka atasanku adalah teman sekolahku,kami pun banyak berbagi cerita dan ternyata temanku ini telah bercerai dengan suaminya.Aku pun memberinya masukan bercerai bukanlah hal mengerikan,kami pun merencanakan untuk reuni dengan teman lainnya,aku pun dan temanku pun kembali bekerja.Sebulan berlalu aku pun berhasil melupakan bimo,aku menjalani hari-hariku dengan bekerja ditempat yang baru dan aku pun sangat senang karena aku tidak perlu jauh dari keluargaku dan kedua anakku tentunya karena ibu mana yang sanggup jauh dari anaknya.


 


Walau pun aku telah meninggalkan ibu kota dan mengganti nomor ponselku aku tetap menjalin hubungan dengan mira yang tentu saja aku memintanya agar berhati-hati jangan sampai bimo mengetahui nomor ponselku yang baru ini,mira teman yang konyol dia bahkan merubah namaku menjadi nama pria dan selalu menghapus bukti chatingan kami karena beberapa  kali bimo mengambil ponselnya untuk membuktikan ucapannya kalau dia sudah tidak berhubungan denganku lagi alias hilang kontak.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2