
Hari ini hari dimana aku akan kembali mengelar acara pernikahanku dengan bimo dengan dihadari keluargaku dan beberapa teman terdekatku.Aku yang sedang berada diruanganku setelah dirias menanti papa datang membawaku ke gedung pernikahan,aku sangat senang karena aku akan segera melangsungkan pernikahanku dan melepas status jandaku.Status yang tidak ingin disandang wanita mana pun,dengan perasaan berdebar aku melihat papa datang keruanganku mengantarkanku ke aula perniakahan karena waktunya telah tiba.Aku melangkah dengan menggandeng tangan papa dan disana tempat mewah itu telah berdiri pria ayng akan menikahiku ya dia bimo calon suamiku.
Semua tamu undangan melihat kearahku dan tidak bisa dipungkiri mereka memuji kecantikanku karena aku dan bimo telah mempersiapkan pernikahan kami karena bimo berani membayar mahal untuk meriasku.Aku puas dengan hasil make up nya.Pernikahanku pun berjalan lancar walau pun tanpa kehadiran tante rina ibu kandung bimo yang entah kenapa aku enggan memanggilnya mama dan masih memanggilnya tante rina.Posisi tante rina digantikan oleh mama susan wanita yang baru saja dinikahi papa mertuaku.Wanita baik hati itu meneteskan air mata bahagianya melihatku berdiri disamping bimo dan kami sah menikah,aku pun memeluk mama susan setelah terlebih dahulu memeluk mamaku.
"Selamat ya sayang"
"Terima kasih mama..udah dong nangisnya nanti make up nya luntur loh"
"Aku bahagia akhirnya anakku menikah"
"Mama.." aku pun memeluk mama susan.
"Akhirnya jagoan papa menikah juga"
"Terima kasih papa" bimo memeluk papanya.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingin memelukku anak nakal?" tanya mama susan yang membuat kami semua tertawa.
"Beri aku pelukan hangatmu mama"
"Kemarilah"
"Kau pasti kecewa karena mamamu tidak menghadiri pernikahanmu ini"
"Aku tidak perduli karena ada papa dan mama disini saja itu sudah cukup bagiku"
"Kau bisa menganggapku sebagai mamamu"
Pesta pernikahanku selesai setelah acara melempar bunga yang akan menjadi rebutan para jomblo yang hadir di acara pernikahanku.Aku beserta keluarga besarku kembali ke rumah,aku pun segera membersihkan diri lalu berkumpul diruang tamu bersama anggota keluarga lainnya.Mama dan papaku tidak bisa berlama-lama dijakarta karena kedua anakku harus sekolah dan itulah sebabnya aku berkumpul karena keesokan harinya aku harus mengantar keluargaku ke bandara.
"Bimo mama titip lily jangan sakiti dia" kata mamaku.
__ADS_1
"Iya ma..mama tenang saja aku akan menjaganya dan tidak akan pernah menyakitinya"
"Ini tehnya silahkan diminum" kata mama susan.
"Terima kasih karena anda sangat menyayangi anakku" kata mama dengan menggengam tangan mama susan yang duduk disebelahnya.
"Aku tidak memiliki anak dipernikahanku yang lalu dan aku sudah menganggap lily seperti anakku sendiri begitu juga dengan bimo,aku akan bersikap adil terhadap kedua anakku itu" kata mama susan melirik kearah kami.
"Aku jadi tenang melepas anakku itu" kata mamaku menimpali.
Keesokan harinya aku dan bimo mengantar keluargaku ke bandara,aku pun menangis mengantar kepulangan keluargaku.Aku yang sedari tadi menahan air mata kini tumpah ruah tidak terbendung lagi,aku pun memeluk erat mamaku dan dengan terpaksa aku melepas keluargaku pulang setelah terlebih dahulu memeluk dan menasehati anak-anakku agar menuruti kedua orang tuaku.
"Sekolah dan belajar yang rajin jangan nakal dan dengarkan apa kata kakek dan nenek" kataku.
__ADS_1