
Rai bukanlah pria yang bodoh bahkan dia telah mempersiapkan semuanya sebelum aku mengetahui kebohongannya selanjutnya,rai kelaur lalu membuka sandi teleponnya lalu memberikan ponselnya ke agar aku bisa melakukan panggilan agar aku bisa menemukan ponsel yang memang sengaja aku sembunyikan.Aku pun terpaksa menghubungi ponselku lalu rai menemukan ponselku dari deringan yang berasal dari dalam lemari.
"Ini ponselmu" kata rai yang lalu memberikan ponselku.
"Aah ternyata ada disana" aku pun mengambil ponselku yang ada ditangan rai.
"Sepertinya kamu sudah pikun,sebaiknya kamu obati sebelum semakin parah" kata rai yang sengaja mengejekku.
"Kamu benar rai,bisakah kamu menemaniku ke rumah sakit?"aku pun kembali bertanya pada rai yang membuatnya gugup.
"Aku?" rai kembali bertanya.
'Iya kamu siapa lagi?aku juga ingin dimanja dan diperhatikan oleh suamiku sendiri,sesekali boleh dong kamu tunjukkan rasa cintamu dengan membayarkan tagihan rumah sakit untukku"
"Baik aku akan menemanimu ke rumah sakit tapi nanti setelah aku mengumpulkan uang karena toko sedang sepi"
"Benarkah?" tanyaku tidak percaya.
"Aku janji akan mengantarkanmu ke rumah sakit dan aku yang akan membayar tagihanmu itu"
"Baik aku tunggu,ooh ya bagi aku uang dong" kataku.
"U-uang?untuk apa?" tanya rai gugup.
"Aku juga pengen merasakan nafkah dari suamiku,membelanjakan uang pemberian suamiku" aku pun menguji rai dengan meminta uang padanya yang selama ini tidak pernah aku rasakan semenjak menikah dengannya.
"Bukankah kamu bekerja dan memiliki penghasilan?kenapa harus memintanya dariku?kamu kan tahu toko sedang sepi" kata rai yang aku tahu dia itu sedang berbohong.
"Walau pun aku bekerja aku juga berhak mendapat nafkah darimu karena aku adalah istrimu yang kamu wajib memberiku nafkah,mana uangnya?"
"Aku tidak ada uang cash sayang"
"Kalau begitu transfer ke rekeningku"
"Bulan depan aku janji akan memberimu jatah bulanan"
"Baik aku tunggu bulan depan" aku pun keluar dari kamar dengan membawa ponselku menuju ke kamar anakku.
Aku pun menuju ketoko tepat setelah 1 bulan janji yang rai ucapkan yang dimana dia akan memberiku jatah bulanan,aku pun segera menuju ke toko tempat rai membuka usaha dan alangkah terkejutnya aku melihat rai masih berhubungan dengan wanita itu.
"Ternyata kalian masih berhubungan" kataku.
"Sa-sayang ini tidak seperti yang kamu lihat,dia datang untuk merayu kembali menjalin hubungan dengannya tapi percayalah sayang aku sudah menolaknya"
"Akui saja sayang kalau kamu sudah muak dengannya,rai juga mengatakan kamu wanita sombong yang tidak bisa melayani suami dengan baik" wanita itu pun membongkar sifat asli rai didepanku.
__ADS_1
"Lalu apa lagi yang dikatakannya?ceritakan saja aku tidak akan memukulmu aku malah akan sangat berterima kasih padamu karena mengungkap kebusukannya" aku yang sedari tadi memegang ponselku dan menekan tombol perekam suara dengan volume tinggi merekam pembicaraan kami ditoko rai.
"Jangan dengarkan dia sayang,dia wanita penggoda yang ingin melihat rumah tangga kita hancur" kata rai yang berusaha meyakinkanku.
"Diam!! aku tidak butuh penjelasanmu,katakan apa lagi yang dia katakan padamu"
"Dia juga mengatakan kamu wanita serakah yang emminta uang bulanan padanya padahal kamu juga bekerja,kamu tahu setiap bulannya dia memberiku jatah bulanan yang ditransfer ke rekeningku ini buktinya" wanita muda yang menjadi kekasih gelap rai pun memperlihatkan bukti transferan dari rai,percakapan mereka pun diperlihatkan padaku.
"Kamu memang laki-laki luar biasa rai,aku kagum padamu" kataku yang melihat ke arah rai yang duduk dengan menundukkan wajahnya tidak berani menatapku.
"Itu semua bukan salahku,salahmu sendiri yang menjadi wanita perkasa yang bahkan kemampuanmu melebihiku sebagai pria"
"Itu hanya alasannya saja mbak,pria yang tukang selingkuh selalu begitu alasannya yang memojokkan wanita" kata wanita simpanan rai yang aku tidak tahu namanya.
"Diamlah jangan memperkeruh keadaan"kata rai.
"Rai bahkan berjanji akan menikahiku dalam waktu dekat ini tanpa sepengetahuanmu" kata wanita itu yang membuatku terkejut mendengar kata-kata yang disampaikannya.
"Kamu ingin menikahinya silahkan,asal kamu tahu dia pria yang payah bahkan sangat pelit kamu akan tahu ketika menjadi istrinya nanti yang dimana biaya anak-anak akan menjadi tanggunganmu" kataku yang melihat reaksi kedua orang yang membuatku muak.
"Aku tidak mungkin menikah dengannya karena aku tidak mau hidup dengan penghianat,aku hanya bersenang-senang dengannya"
"Kau dengar itu rai?" kataku dengan nada mengejek.
"Selamat tinggal rai mulai saat ini hubungan kita berakhir dan kamu hanya atm berjalanku saja"
"Malang sekali nasibmu rai" aku pun pergi setelah wanita selingkuhan rai pergi meninggalkan toko.
"Apakah kamu sibuk?" tanyaku.
"Tidak" jawab gerry.
"Aku butuh teman bicara,aku memergoki rai dengan wanita itu di toko"
"Kamu ada dimana?aku a kan menyusulmu" kata gerry yang begitu menghawatirkanku.
"Aku sedang mengemudi mobilku dan tidak tahu harus kemana" jawabku.
"Beri tahu aku dimana kamu?" kata gerry.
"Aku kerumahmu saja" kataku lalu mematikan ponselku.
"Apa yang terjadi?"
"Rai jahat dia masih menjalin hubungan dengan wanita itu,bawa aku pergi dari sini"
__ADS_1
"Ayo ikut aku,pakai mobilku saja" kata gerry.
Gerry pria yang baik,dia tidak bertanya apa yang terjadi kalau aku tidak menceritakan masalahku.Dia hanya hanya menyetir membawaku pergi ketempat yang tenang agar aku bisa menenangkan pikiranku yang sedang kacau.Kami pun tiba di pantai yang hanya tinggal beberapa orang saja disana,berjalan bersama di bibir pantai yang pastinya orang mengira kami ini sepasang kekasih.
"Aku ingin bercerai dengannya,aku sudah tidak tahan bersama pria seperti rai"
"Jangan mengambil keputusan disaat hatimu sedang dikuasai emosi dan amarah"
"Haruskah aku mempertahankannya yang berhianat?"
"Beri dia kesempatan dan perbaiki hubungan kalian"
"Aku akan memikirkannya kembali gerry"
"Ponselmu berdering terus"
"Biarkan saja,itu pasti panggilan dari rai"
"Apakah kedua orang tuanya mengetahui perbuatan rai?"
"Tidak" jawabku.
"Ceritakan agar kedua orang tuanya bisa menasehatinya"
"Percuma gerry karena papanya saja berselingkuh dan mengakibatkannya terkena stroke,bukankah buah jatuh tidak jauh dari pohon?" tanyaku ke gerry.
"Keluarga yang luar biasa" kata gerry.
"Kalau pun aku menceritakan perbuatan rai aku tidak yakin akan mendapat pembelaan dari orang tuanya,leibih baik aku diam karena papanya juga tidak menyukaiku"
"Tinggal dia dan menikahlah denganku" kata gerry yang merai kedua tanganku.
"Bisakah kamu menungguku sampai aku bercerai dengannya?"
"Tentu aku akan menunggumu" kata gerry.
Gerry pun memberikan jaket yang dipakainya untukku karena angin dipantai itu sangat kencang,kami pun duduk diantara batu-batu besar yang ada disana menikmati suasana pantai yang matahari yang tidak lama lagi akan terbenam.
__ADS_1