
Keenan hengkara begitulah pemuda itu memperkenalkan dirinya,pemuda tampan dengan wajah khas indonesia.Pemuda yang menaruh hati ke anakku sabrina,bukan karena latar belakangnya yang dimana dia adalah anak seorang pengusaha sukses tapi semata-mata untuk kebahagiaan anakku yang dimana baru saja mengalami peristiwa perudungan.Kedekatan anakku dengan keenan tetap berada didalam pengawasanku sebagai mamanya,kehadiran keenan membawa dampak positif bagi anakku.
Sementara hubunganku dengan okan masih terus berjalan walau pun kami harus menjalani hubungan jarak jauh karena okan sedang menjalankan bisnis diluar negeri,kami menjalin komunikasih lewat sambungan telepon saja.Berkali kali okan mengajakku menikah namun aku tolak karena jujur aku belum siap,aku pun tidak mau mengikatnya dengan terusmemacariku.Aku memintanya menikahi seseorang yang ia temui namun okan menolak bahkan dia kerap kali merajuk ketika aku mengutarakan niatku itu.
Hari ini sabrina dan keenan berpacaran dan aku mengetahuinyadari anakku sendiri,aku tetap memberinya nasehat agar lebih mengutamakan sekolahnya.Setelah memberi pengertian ke anakku dan diterima dengan baik semua nasehatku sabrina pun terlihat sangat gembira,sabrinaku telah kembali seperti dulu lagi sesuai harapanku.Waktu cepat berlalu dan sabrina kinitelah lulus.Setelah lulus sabrina pun ingin meneruskan kuliah dikampus yang sama dengan keenan,aku menyetujuinya selama itu baik untuk anakku dan aku menyerahkan semuanya ke sabrina.
"Bagaimana kabarmu?" tanya okan pada saat kami sedang melakukan video call.
"Aku baik,bagaimana denganmu?kenapa sudah lama tidak menghubungiku?" tanyaku.
"Maafkan aku,aku sibuk" jawab okan.
"Aku sudah memaafkanmu dan aku memaklumimu,menikahlah dengan seseorang disana yang kau temui " kataku.
"Mulai lagi deh..aku tidak akan menikah dengan wanita manapun selain denganmu,aku hanya ingin menjadikanmu istriku" jawab okan.
__ADS_1
"Jangan menungguku karena aku tidak tahu kapan aku akan siap menikah lagi,menikahlah okan dengan wanita yang mencintaimu dan siap menjadi pendampingmu" aku pun berusaha memberi pengertian ke okan.
"Aku akan terus menunggu sampai kau siap,bahkan sampai rambutku tumbuh uban" jawab okan dengan senyumannya.
"Gombal" jawabku.
"Tidurlah karena ini sudah larut malam,aku tutup ya" kata okan yang menyudahi percakapan kami.
"Baiklah" jawabku.
"Sabrina tunggu nak" kataku yang melihat anakku masuk.
"Ada apa ma?" tanya sabrina yang menghampiriku.
"Bagaimana kondisi keenan?" tanyaku.
__ADS_1
"Keenan sangat terpukul ma" jawab sabrina.
"Terus hibur dia nak" kataku.
"Tentu ma,aku naik keatas dulu ya ma" pamit sabrina aku jawab dengan anggukan kepala.
Tiba-tiba saja aku begitu merindukan rumah dan aku pun memutuskan untuk pulang kerumah kedua orang tuaku bersama anak-anak.Baru saja berlibur selama dua hari disana aku dikejutkan dengan kabar yang baru saja aku terima yang dimana itu dikirmkan oleh mantan maduku yang mengabarkan kalau dia akan menikah dalam waktu dekat ini.Ranti yang merupakan sepupu okan wanita baik yang aku kenal itu segera melepas statusnya,aku pun memberikan selamat untuknya dengan menghubunginya.
"Mbak aku akan melepas status lajangku" teriak ranti.
"Akhirnya kau menemukan belahan jiwamu" jawabku ikut senang.
"Mbak kapan nih menikahi okan?" tanya ranti.
"Mbak belum siap" jawabku.
__ADS_1