Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Pulang malam...


__ADS_3

Aku yang telah menerima gaji pertamaku pun langsung menuju ke mall untuk membeli susu untuk kedua anakku,saat tengah asyik memilih barang belanjaan yang akan aku beli aku kembali bertemu gerry dan mira disana.


 


"Lily" kata mira yang melihatku terlebih dahulu.


"Mira" kataku.


"Aku pikir kamu langsung pulang"


"Susu anakku habis jadi aku langsung aja belanja" kataku sembari menaruh barang-barang ke trolley tanpa melihat ke arah gerry.


"Setelah belanja kita makan bareng yuk?" ajak mira yang tidak bisa kutolak.


"Oke kebetulan aku juga sudah lapar" kataku tersenyum ke arah mira.


"Gimana kak,kakak tidak apa kan menemani kami makan?" tanya mira.


"Tidak masalah" jawab gerry singkat.


 


 


Kami pun makan malam sambil mengobrol disalah satu caffee disana,hingga caffee itu bersiap untuk tutup kami pun segera pulang dengan kendaraan masing-masing.Aku yang tiba dirumah hampir pukul 10 malam berbarengan tiba dengan rai.Setelah berbicara sebentar dengan rai dan meletakkan barang belanjaan di dapur aku pun segera menuju ke kamarku yang berada dilantai 2.Aku yang sudah tidak tahan dengan badanku yang terasa lengket langsung masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhku lalu segera menuju ke kasur karena aku sudah mengantuk.


 

__ADS_1


"Kamu sudah tidur?" tanya rai.


"Aku sangat lelah,biarkan aku tidur" jawabku.


"Sudah lama kamu tidak melayaniku,aku mau minta hakku" kata rai yang ingin mengajakku berhubungan badan,


"Aku capek tolong mengerti aku,kita bisa melakukannya diakhir pekan" kataku.


"Baik aku akan menunggu hingga akhir pekan" kata rai lalu menuju ke kamar mandi.


 


 


Aku sangat senang karena rai tidak menuntutku untuk melayaninya,aku pun segera tidur karena aku harus bangun pagi untuk mengantar anakku ke sekolah dan aku harus segera berangkat kerja,Pagi ini aku dibuat terkejut setibanya aku dikantor karena dimeja kerjaku ada seikat bungga.Aku pun melihat siapa pengirimnya yang tidak lain adalah gerry,aku pun melihat ponselku yang berdering yang ternyata gerry yang telah menghubungiku,aku pun mengangkat panggilannya.


 


"Aku suka tapi kenapa kamu mengirimkannya padaku?"


"Karena aku ingin saja mengirimi bunga untukmu"


"Kirimkan itu untuk kekasihmu,bukan aku" kataku sambil mencium bunga pemberian gerry.


"Aku tidak punya kekasih"


"Carilah" kataku singkat.

__ADS_1


"Aku belum menemukan yang cocok" mendengar perkataan gerry jantungku pun berdebar lalu dengan cepat aku memutuskan sambungan telepon dengan beralasan ingin segera bekerja dan gerrry memakluminya.


 


 


Aku yang telah memutuskan sambungan telepon gerry terus merasakan debaran dijantungku setelah menerima bunga darinya,aku bak anak ABG yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya,aku pun berusaha mengatur debaran jantungku dengan bersikap tenang lalu meletakkan bunga pemberian gerry disudut meja kerjaku.Aku pun memulai pekerjaanku hingga suara mira mengejutkanku.


 


"Bunga dari siapa?" tanya mira.


"Abang loe" jawabku singkat tanpa memperhatikan wajah mira.


"Gerry?" katanya terkejut.


"Iya siapa lagi kalau bukan gerry abang loe"


"Dasar pria sinting sudah tahu istri orang masih juga digoda" mira yang mengomel pun segera kembali ke meja kerjanya lalu mengambil ponselnya mengirim pesan yang kuduga pasti ke gerry.


 


 


Aku yang tidak mau ambil pusing lalu melanjutkan pekerjaanku tanpa terasa waktu makan siang pun tiba,aku bersama mira segera menuju ke kantin karena perut kami sudah berontak minta di isi.Dikantin mira terus mengintrogasiku tentang kiriman bunga dan bertanya sejauh apa hubungan kami?aku pun menjawab kalau aku dan abangnya itu tidak ada hubungan khusus karena aku telah memiliki suami.Untung saja mira mempercayaiku dan berkata akan mematahkan batang leher gerry kalau menggangguku lagi.Aku hanya bisa tersenyum mendengar kata-katanya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2