
Pagi itu bimo pulang lalu mengemasi pakaiannya ke koper tanpa menjelaskan apa pun padaku ,bahkan melihat kearahku saja dia seolah tidak sudi.Aku pun bersikap sama tidak memperdulikannya lalu keluar dari kamar karena aku merasa muak melihat wajahnya.Aku pun duduk didapur mengambil segelas air dingin untuk membasahi tenggorokanku,air dingin yang masuk ketenggorokan tidak cukup ampuh memadamkan api amarah dihatiku...
"Aku pindah kerumah amanda,setiap bulannya aku akan mengirimkan setengah dari gajiku untukmu"
"Pergilah lakukan sesuka hatimu"
"Bimo mau kemana kamu?" tanya mama susan.
"Aku pindah kerumah amanda ma"
"Apa kau sudah gila?istrimu sedang mengandung seharusnya kau disampingnya dan tinggalkan wanita itu"
"Aku tidak bisa ma,aku cinta sama amanda dan kalau dia sudah waktunya melahirkan dia bisa menghubungiku"
"Biarkan saja dia pergi ma" kataku lalu kembali ke kamarku.
Aku menjalani hariku tanpa bimo,menanyakan kabarnya saja aku malas.Aku hanya menunggu anakku ini lahir setelah itu aku akan memikirkan langkah apa yang akan aku ambil.Aku yang sedang menikmati suasana di halaman rumah mertuaku dan aku dikejutkan dengan suara dari arah belang.Mama susan dan papa mertuaku datang menghampiriku,tepatnya datang menghiburku yang dimana pernikahan seumur jagungku dengan bimo hancur dengan hadirnya orang ketiga.
"Apa yang kau pikirkan nak?"
"Tidak ada ma" kataku merapikan rambutku yang berantakan diterpa angin.
"Bisa papa bicara sebentar?"
"Silahkan pa"
__ADS_1
"Perusahan akan tetap papa yang pegang mengingat sekarang bimo telah menikah lagi dan papa harap kau akan membantu papa mengelolah perusahaan itu"
"Aku pa?"
"Ya kamu"
"Tapi pa.."
"Papa yakin kamu bisa,papa tidak mau wanita itu akan menguasai harta kita karena seperti yang kamu ketahui wanita itu mendekati bimo semata-mata karena harta"
"Papa percaya sama lily?"
"Kamu wanita yang baik tentu saja papa percaya karena papa sudah menganggapmu seperti anak papa sendiri"
"Baik pa lily akan kembali bekerja setelah lily melahirkan nanti"
"Ingat nak jangan sampai bimo dikuasai wanita itu,seret bimo pulang kerumah ini" aku hanya membalas dengan senyuman yang terpaksa aku tunjukkan.
"Terima kasih pa-ma"
"Boleh papa minta sesuatu darimu?"
"Apa itu pa?" tanyaku penasaran.
"Jangan tinggalkan kami karena papa tidak mau berpisah dari cucu papa"
"Aku janji pa akan tetap disini bersama papa dan mama"
"Terima kasih sayang" mama susan pun memelukku.
__ADS_1
Aku yang telah berada dikamar tersenyum mendapat dukungan dari dua orang yang sangat aku hormati bahkan sangat aku sayangi itu,bersemangat menghadapi semua masalah yang tengah menghampiruku karena aku sudah pernah mengalami masalah yang jauh lebih berat dari.Aku wanita kuat dan aku tidak mudah untuk dikalahkan,aku harus kuat karena aku seorang ibu...
Aku menjalani hidup tanpa bimo,bimo begitu tergila-gila dengan wanita itu.Bimo tidak pernah sekalipun pulang untuk mengunjungiku yang tengah mengandung anaknya ini,hari ini aku pun berangkat kerumah sakit untuk memeriksakan kandunganku bersama mama susan dan disana aku bertemu dengan bimo dan tentu saja selirnya berada disampingnya dengan memeluk mesra lengan bimo.
"Bimo.." kata mama susan.
"Mama.."
"Apa yang kau lakukan disini nak?"
"Aku mengajak amanda memeriksakan kandungannya karena sampai saat ini amanda belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan"
"Kamu ini lily juga istrimu kenapa kamu tidak pernah mengantarkannya lagi ke rumah sakit"
"Lily kan ada mama"
"Tapi kamu suaminya"
__ADS_1