Bercerai Karena Mertua

Bercerai Karena Mertua
Matikan saja ponselmu...


__ADS_3

Rai terus menghubungiku tanpa henti dan aku hanya membiarkannya saja,sedangkan gerry yang baru saja selesai mandi keluar dari kamarnya lalu menghampiriku. Mendengar ponselku berdering gerry melihat kelayar ponselku setelah melihat rai yang menghubungiku gerry merampas ponselku lalu dimatikannya ponselku agar rai tidak bisa menghubungiku lagi, aku hanya diam melihat gerry melakukan itu karena sejujurnya aku pun enggan mengangkat telepon dari rai mengingat penghianatannya.


"Abaikan saja dia, tenangkan dirimu terlebih dahulu dan jangan membuat keputusan disaat hatimu sedang panas dan penuh amarah" gerry meletakkan ponselku diatas meja.


"Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku bingung"


"Tenangkan dulu pikiranmu baru membuat keputusan, ingat diantara kalian ada anak dan rai memang bersalah karena sudah menghianatimu bahkan berani main tangan"


"Aku tidak menyangka dia bisa berubah seperti itu".


"Senua orang bisa berubah, maaf aku tadi terlalu cepat menyatakan perasaanku"


"Tidak apa, aku minta maaf karena aku belum bisa menerima perasaanmu"


"Itu artinya kamu juga memiliki perasaan yang sama? " tanya gerry aku pun mengiyakan dengan menganggukkan kepalaku.


"Maafkan aku tapi kita tidak boleh bersama, aku wanita yang sudah menikah" jawabku dengan menatap mata gerry.


"Aku tahu,datang kepadaku ketika kamu siap dan aku akan terus menunggumu"

__ADS_1


"Terima kasih, tapi aku harap kau jangan menungguku dan carilah wanita yang baik dan pantas untukmu"


"Tapi yang aku inginkan itu kamu" jawan gerry.


Kami pun mengobrol berdua diruang tamu sampai mira kembali lalu aku pun segera masuk ke kamar mira untuk mandi dan meminjam pakaian tidur mira karena hari ini enggan rasanya untuk pulang kerumah. Setelah selesai mandi aku dan mira pun mengobrol sebentar sebelum kami tidur, mira dan gerry begitu baik padaku dan mereka begitu hangat memperlakukan aku seperti keluarga mereka sendiri.


"Lalu apa keputusanmu? " ranya mira.


"Besok aku pulang dan aku ingin mengambil cuti untuk mengurus msalahku dengan rai"


"Kau ingin terus bersama dengannya setelah apa yang telah dia lakukan? " tanya mira.


"Kamu yakin? " tanya mira lagi.


"Aku ada anak yang masih kecil, aku tidak ingin anakku dibesarkan tanpa orang tua yang utuh"


"Buatlah surat pernyataan suruh rai menandatangani itu agar suatu hari nanti dia tidak mengulangi perbuatannya" mira pun memberi ide untukku.


"Kamu benar, besok aku akan mengurus itu semua semoga saja rai tidak akan mengulanginya"

__ADS_1


"Dia selingkuh saja itu sudah salah apa lagi dia berani main tangan"


"Mungkin dia tidak sengaja melakukannya" jawabku.


"Kau masih membelanya? " mira pun menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya apa yang aku ucapkan.


"Gerry menyatakan perasaannya padaku" aku pun mengalihkan pembicaraan kami tentang rai.


"Gerry menyukaimu dan aku sudah tahu itu" jawab mira.


"Apakah aku pantas untuknya? "


"Kalian pantas untuk hidup bahagia karena aku tahu kalian saling mencintai, ayo akui saja"


"Entahlah aku masih bingung, aku tidak ingin menjadikannya pelampiasanku saja"


"Pikirkan saja apa yang menjadi keputusanmu, aku mau membersihkan diriku tidurlah kalau kau sudah mengantuk" mira pun segera menuju ke kamar mandi.


Aku pun terus memikirkan langkah apa yang harus aku ambil? apakah aku harus meninggalkan rai dan lari ke pelukan gerry? ada begitu banyak pertanyaan di benakku dan itu membuatku bimbang.

__ADS_1


__ADS_2